Studi Status Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Mening Katkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Min Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012

Hardiyanthi , Sinta (2012) Studi Status Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Mening Katkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Min Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (424Kb) | Tinjau ulang
    [img] PDF (Bab I) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (135Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab II) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (200Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab III) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (165Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (199Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab V) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (95Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab VI) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (86Kb) | Request a copy
                [img]
                Tinjau ulang
                PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (107Kb) | Tinjau ulang
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (1851Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Pendidikan adalah sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan ketentuan. Dan metode-metode tersebut menyatu dalam satu proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran sendiri, kedisiplinan belajar merupakan salah satu aspek penting. Siswa yang kurang berprestasi bukan hanya disebabkan oleh tidak adanya kemampuan, tetapi juga bisa dikarenakan tidak adanya kedisiplinan dalam belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling di MIN Kaliwungu Kudus di peroleh informasi bahwa di kelas V terdapat tiga siswa yang mengalami masalah kedisiplinan belajar. Siswa pertama di ketahui sering tidak masuk sekolah. Siswa kedua di ketahui jarang mengerjakan pekerjaan rumah. Siswa yang ketiga diketahui sering tidak membawa buku pelajaran. Masalah kedisiplinan belajar pada siswa MIN Kaliwungu Kudus ini tentunya adalah masalah yang serius yang harus mendapatkan pelayanan khusus. Supaya upaya penyelesaian masalah tersebut sesuai dengan yang diharapkan maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus dengan memberikan layanan konseling behavioristik. Dengan studi kasus penulis ini penulis berharap dapat membantu dan menyelesaikan masalah yang di alami siswa secara lebih komprehensif sehingga mampu membimbing dan malatih siswa untuk dapat meningkatkan kedisiplinannya dalam belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah penerapan konseling behavioristik dapat meningkatkan kedisiplinan belajar siswa kelas V MIN Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012?”. Tujuan penelitian : 1)Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kurangnya kedisiplinan belajar siswa kelas V MIN Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012, 2) Untuk meningkatkan kedisiplinan belajar melalui konseling behavioristik siswa kelas V MIN Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Manfaat penelitian: Secara teoristis hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dan sekaligus sebagai acuan guna penelitian lebih luas lagi. Manfaat praktis bagi kepala sekolah Dapat digunakan untuk menentukan kebijakan yang mendukung dan dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah yang dilaksanakan oleh konselor sekolah, bagi guru pembimbing dapat dijadikan sebagai pegangan atau pedoman dalam melaksanakan bimbingan di sekolah, bagi peneliti dapat mengetahui cara menangani siswa yang kurang disiplin belajar di sekolah. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus, yaitu penelitian yang dilakukan secara terperinci dan mendalam terhadap suatu gejala tertentu, sehingga tingkat kemajuan tingkah laku individu dapat dipahami melalui fase-fase terhadap semua siswa kelas V MIN Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Subjek penelitian ini adalah 3 (tiga) siswa kelas V yang tercatat sebagai siswa yang kurang dalam disiplin belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1)Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi, 4) Home Visit atau kunjungan rumah. Hasil penelitian 1. Konseli I (VN) mengalami masalah kedisiplinan belajar sering tidak masuk sekolah disebabkan oleh sering merasa lelah atau capek, tidak mempunyai semangat dan motivasi dalam belajar serta kurang adanya perhatian dari orang tua. Setelah dilakukan konseling behavioristik dengan teknik pengkondisian aversi belum mampu merubah perilaku VN, menjadi perilaku yang diharapkan. Ini berarti layanan konseling bahavioristik kurang efektif untuk membuat VN menjadi disiplin masuk sekolah. 2. Konseli II (ES) mengalami masalah kedisiplinan belajar jarang mengerjakan PR disebabkan oleh ES tidak bisa membagi waktu antara belajar, bermain dan istirahat, serta tidak mempunyai semangat dan motivasi dalam belajar. Setelah dilakukan konseling behavioristik dengan teknik pembentukan tingkah laku model atau modeling mampu merubah perilaku konseli, menjadi perilaku yang diharapkan. Ini berarti layanan konseling bahavioristik efektif untuk membuat ES menjadi lebih disiplin mengerjakan PR. 3. Konseli III (SR) mengalami masalah kedisiplinan belajar sering tidak membawa buku pelajaran karena SR mengalami kejenuhan belajar, hal ini akhirnya berdampak pada rasa malas dalam diri SR, termasuk tidak mau membuat jadwal pelajaran dan tidak membawa buku pelajaran. Setelah dilakukan konseling behavioristik dengan teknik bermain peran atau role playing mampu merubah perilaku konseli, menjadi perilaku yang diharapkan. Ini berarti layanan konseling bahavioristik efektif untuk membuat SR menjadi disiplin membawa buku pelajaran. Saran: Kepada kepala sekolah perlu mengadakan pertemuan secara periodik dengan guru wali kelas dan guru mata pelajaran untuk membahas permasalahan kedisiplinan belajar dan kemajuan siswa di kelas. Kepada konselor sekolah sebaiknya menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan oleh peneliti secara terprogram dengan lebih baik dan bisa menerapkan layanan konseling behavioristik untuk menangani masalah kedisiplinan belajar. Kepada guru wali kelas sebaiknya bisa menggunakan hasil penemuan peneliti untuk lebih memperhatikan dan mengenali permasalahan-permasalahan siswa secara lebih mendalam. Kepada Orang tua harus lebih memberikan motivasi dan perhatian khusus kepada anaknya dalam menerapkan disiplin belajar di rumah.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembiombing 1 = Drs. Sucipto, M. Pd, Kons Pembimbing 11 = Drs. Masturi, M.M
                    Uncontrolled Keywords: Konseling Behavioristik, Kedisiplinan Belajar.
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: Users 2136 tidak ditemukan.
                    Tanggal Deposit: 06 Jul 2013 09:08
                    Last Modified: 06 Jul 2013 09:09
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1013

                    Actions (login required)

                    View Item