Studi Kasus Penerapan Model Konseling Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Siswa Terisolir kelas X Mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012

Dewi, Novita Kurnia (2012) Studi Kasus Penerapan Model Konseling Eksistensial Humanistik untuk Mengatasi Siswa Terisolir kelas X Mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (374Kb) | Tinjau ulang
    [img] PDF (Bab I) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (100Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab II) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (142Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab III) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (95Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (147Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab V) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (70Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab VI) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (34Kb) | Request a copy
                [img]
                Tinjau ulang
                PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (71Kb) | Tinjau ulang
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (3582Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Remaja sebagai individu yang mulai tumbuh dan berkembang menjadi individu dewasa, dalam hal ini lingkungan teman sebaya juga memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan sikap remaja walaupun lingkungan tersebut berbeda degan lingkungan sebelumnya yaitu keluarga. Dalam lingkungan sekolah, individu sudah mulai merasa ingin mendapat dukungan dari teman sebayanya, berusaha untuk dapat diterima dengan baik oleh teman-temannya, membutuhkan orang lain sebagai teman bergaul, teman belajar kelompok dan kegiatan lainnya, baik di luar kelas maupun di dalam kelas. Keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan pergaulan diperlukan interaksi social antar individu. Dengan demikian berinteraksi akan berpengaruh pada diri siswa, apabila siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan secara baik, maka individu atau siswa dapat diterima dengan baik. Sebaliknya individu atau sisewa tidak bisa menyesuaikan diri dengan baik maka, siswa tersebut akan mengalami penolakan dan akan menjadikan dirinya terisolir dalam lingkungan pergaulannya. Siswa yang mengalami terisolir perlu mendapatkan layanan bimbingan. Salah satunnya dengan pendekatan konseling Eksistensial Humanistik. Adapun pendekatan konseling Eksistensial Humanistik adalah pendekatan konseling yang berorientasi pada penghargaan tentang keberadaan manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai kebebasan atas segala putusannya., artinya manusia harus bisa memahami potensi dirinya sendiridan bebas menentukan pilihannya sendiri. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penerapan model konseling Eksistensial Humanistik efektif untuk mengatasi siswa terisolir kelas X Mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan faktor-faktor penyebab mengapa siswa terisolir di kelas X Mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Mendiskripsikan Model konseling Eksistensial Humanistik untuk mengatasi siswa terisolir di kelas X Mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Kegunaan penelitian ini secara teoritis, diperoleh cara tentang peran model konseling Eksistensial Humanistik dalam mengatasi siswa yang mengalami terisolir. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menambah keilmuan yang berhubungan dengan layanan bimbingan konseling untuk penelitian sejenis. Sedangkan kegunaan praktis hasil penelitian, Bagi kepala sekolah: dapat dijadikan masukan untuk mendorong para guru pembimbing dalam melaksanakan bimbingan meliputi fasilitas dan sarana bimbingan dan konseling, Bagi guru/ wali kelas: dapat di gunakan sebagai alternatif pemecahan masalah siswa dengan penerapan model konseling Eksistensial Humanistik untuk mengatasi siswa yang terisolir, Bagi Peneliti: dapat di gunakan sebagai sarana untuk mengembangakan kemampuan dan ketrampilan, menerapkan ilmu yang telah di peroleh, Bagi Konselor/ Guru Pembimbing: Dapat digunakan untuk menambah wawasan bagi guru pembimbing khususnya dalam mengatasi masalah siswa terisolir di sekolah, Bagi siswa: dengan adanya penelitian ini siswa bisa mengetahui pentingnya berteman dan tidak menjahui temannya di kelas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, adapun teknik pengumpulan data untuk penelitian ini adalah dengan Dokumentasi, wawancara, observasi, kunjungan rumah dan sosiometri. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. terdapat tiga anak yang mengalami masalah terisolir yaitu AR, RTY dan TR, ditentukan berdasarkan data sosiometri, observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian : pelaksanaan model konseling Eksistensial Humanistik untuk mengatasi siswa terisolir kelas X Mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajarn 2011/2012 telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, sehingga diketahui faktor-faktor yang memepengaruhi siswa terisolir dengan konseli AR Yaitu mengejek teman, kurang kasih sayang dari orang tua, suka bicara sendiri ketika proses belajar mengajar. sedangkan RTY yaitu dimanja orang tua, merendahkan teman. Dan merasa malu dengan keadaan dirinya, sosial ekonomi rendah. Sedangkan upaya mengatasinya dengan cara pelaksanaan dan penerapan model konseling Eksistensial Humanistik untuk menangani siswa terisolir kelas X Mekatronika Tahun pelajaran 2011/2012, dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu melakukan identifikasi kasus, melalui sosiometri dan observasi dan kunjungan rumah. Setelah data terkumpul lengkap, kemudian melakukan diagnosa, prognosa, dan melakukan treatment dan evaluasi. Sehingga ketiga siswa tersebut dapat merubah perilakunya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menerapkan layanan konseling Eksistensial Humanistik dengan menggunakan teknik memberikan altenatif pilihan dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dalam pengubahan perilaku. Pendekatan konseling Eksistensial Humanistik efektif untuk mengatasi siswa terisolir di kelas X mekatronika SMK Wisudha Karya Kudus. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perubahan pada ketiga konseli yang dapat berinteraksi sosial dengan individu yang lain secara wajar. Berdasarkan penemuan penelitian, saran yang diajukan: 1. Kepala sekolah: Agar selalu memberikan dukungan dan menyediakan fasilitas BK yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan konseling kepada semua siswa SMK Wisudha Karya Kudus. 2. Guru Pembimbing: Hendaknya dalam membantu mengatasi permasalahan siswa yang dilakukan secara sistematis, mulai dengan langkah mengidentifikasi masalah siswa, mendiagnosis, mengadakan prognosis, melakukan teratment serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut. 3. Siswa: Bersedia datang kepada guru pembimbing, jika mengalami masalah serta berani menggungkapkan masalahnya agar masalah yang dihadapi bisa terselesaikan, percaya pada kemampuan diri sendiri dan mau menerima masukan dari orang lain baik guru, orang tua maupun teman. 4. Kepada orang tua: Memberikan masukan kepada orang tua/wali murid untuk lebih memperhatikan anak-anaknya dalam rangka memberikan fasilitas yang dapat mendorong dan mebantu mengembangkan daya pikir kreatif anak. Agar anak mampu untuk melaksanakn tugas-tugas perkembangan selanjutnya.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing 1 = Drs. Sucipto, M.Pd. Kons
                    Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Konseling Eksistensial Humanistik dan Siswa terisolir
                    Subjects: FIlsafat. Psikologi. Agama > Psikologi > Psikologi > Psikologi perkembangan. Meliputi psikologi perkembanga bayi, anak, remaja, dewasa lanjut usia.
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: Users 2136 tidak ditemukan.
                    Tanggal Deposit: 03 May 2013 11:02
                    Last Modified: 03 May 2013 11:02
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1019

                    Actions (login required)

                    View Item