Tinjauan yuridis terhadap persekusi dalam perspektif hukum pidana

Kurniawan, Deddy (2018) Tinjauan yuridis terhadap persekusi dalam perspektif hukum pidana. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (191kB)
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Download (107kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (214kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (93kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (255kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (17kB) | Request a copy
[img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (20kB)
[img] PDF (Abstrak) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (74kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Skripsi yang berjudul “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERSEKUSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA” ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi hukum persekusi sebagai tindak pidana dalam peraturan perundang-undangan pidana di Indonesia, dan untuk mengetahui penegakan hukum dalam menanggulangi tindak pidana persekusi di Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif.Adapun data yang dikumpulkan adalah berupa data sekunder, yang diperoleh dari studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan tulisan-tulisan yang ada kaitannya dengan tindak pidana persekusi. Meskipun demikian, antara persekusi dan main hakim sediri terdapat persamaan, sehingga dapat dikatakan, bahwa antara persekusi dan main hakim sendiri adalah sama. Persamaan tersebut adalah sama-sama dilakukan terhadap terduga pelaku tindak pidana, dan sama-sama dilakukan tanpa melalui proses/prosedur yang seharusnya. Sampai saat ini belum terdapat aturan yang jelas dan terperinci mengenai tindak pidana persekusi atau main hakim sendiri dalam ketentuan KUHP maupun undang-undang di luar KUHP, sehingga yang digunakan sebagai ancaman pidana adalah ketentuan KUHP tentang pengancaman, penganiayaan atau pengeroyokan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa konstruksi hukum persekusi sebagai tindak pidana dalam peraturan perundang-undangan pidana di Indonesia adalah sama dengan tindak pidana main hakim sendiri. Jika dilihat sepintas antara persekusi dan main hakim sendiri, memiliki dimensi yang berbeda, yaitu terletak pada proses tindakan maupun motifnya.Dalam persekusi proses yang digunakan diawali dengan mencari dan menemukan selanjutnya dieksekusi sedangkan dalam main hakim sendiri, lebih sering dalam hal tertangkap tanggan ataupun dalam keadaan terpaksa. Penegakan hukum dalam menanggulangi tindak pidana persekusi di Indonesia adalah sebagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana pengancaman (Pasal 368 KUHP) dan/atau tindak pidana penganiayaan (Pasal 351 KUHP) dan/atau tindak pidana pengeroyokan (Pasal 170 KUHP). Hal ini dikarenakan belum adanya ketenttuan yang secara khusus mengatur tentang tindak pidana persekusi, sehingga dalam penegakan hukumnya bergantung pada posisi kasus yang ada untuk selanjutnya dikaitkan dengan ketiga pasal KUHP tersebut.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 : Dr. HIDAYATULLAH, SH, MHum Pembimbing 2 : Dr. ISKANDAR WIBAWA, S.H, M.H
Uncontrolled Keywords: Tindak Pidana,Persekusi, Perundang-undangan Indonesia
Subjects: Hukum
Hukum > Hukum (umum). Hukum secara umum. Yurisprudensi
Hukum > Hukum negara > Teori dan prinsip hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 15 Aug 2019 02:38
Last Modified: 15 Aug 2019 02:38
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/11050

Actions (login required)

View Item View Item