Pergeseran Gulma dan Hasil Kacang Tanah pada Tumpanggilir Kacang Tanah dan Jagung

Murrinie, Endang Dewi (2010) Pergeseran Gulma dan Hasil Kacang Tanah pada Tumpanggilir Kacang Tanah dan Jagung. Sains dan Teknologi, 3 (1). ISSN 1979-6870

[img]
Tinjau ulang
PDF (Artikel) - Published Version
Download (209Kb) | Tinjau ulang

    Abstrak

    ABSTRACT: The objective of the experiment was to examine the effect of groundnut and corn relay cropping on weed succession and groundnut yield. A field experiment was carried out with a randomized complete block design with four treatments and three replications. The treatments consisted of: p0 (monoculture groundnut), p1 (100% groundnut + 25% corn), p2 (100% groundnut + 50% corn), and p3 (100% groundnut + 75% corn). Results of the study showed the following conclusions. First, groundnut and corn relay cropping had an effect on weed succession, from initial domination of Paspalum vasginatum before planting to Cyperus rotundus domination at 3 weeks after planting groundnut (WAPG), Basilicum polystachyon at 6 WAPG, and then Synedrella nodiflora at 9 WAPG. Second, weed community difference took place at 6 and 9 WAPG between monoculture and relay cropping. Third, groundnut and corn relay cropping decreased yield of dry-weighted groundnut (12.5% and 11,34% lower) but increased land use and time land use (68% and 64% higher). ABSTRAK: Penelitian dilakukan untuk mengetahui pergeseran gulma dan hasil kacang tanah pada tumpanggilir kacang tanah dan jagung. Percobaan dilakukan di lapang menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan empat perlakuan yang diulang tiga kali. Perlakuan yang dicoba terdiri dari p0 (monokultur kacang tanah), p1 (100% kacang tanah + 25% jagung), p2 (100% kacang tanah + 50% jagung) dan p3 (100% kacang tanah + 75% jagung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tumpanggilir kacang tanah dan jagung menyebabkan terjadinya pergeseran gulma, yang semula lahan didominasi golongan rerumputan Paspalum vasginatum Sw. bergeser menjadi gulma tekian (Cyperus rotundus L.) pada umur 3 MSTK (minggu setelah tanam kacang tanah), gulma daun lebar Basilicum polystachyon (L.) Moench pada umur 6 MSTK dan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn. pada umur 9 MSTK; (2) terjadi perbedaan komunitas gulma pada umur 6 dan 9 MSTK (nilai C < 75%) antara perlakuan monokultur dan tumpanggilir; (3) sistem penanaman tumpanggilir akan menurunkan bobot polong kering dan bobot biji kering kacang tanah per hektar sebesar 12,5% dan 11,34%, tetapi meningkatkan pemanfaatan lahan dan pemanfaatan waktu lahan sebesar 68% dan 64% dibanding monokultur.

    Tipe dokumen: Artikel
    Subjects: Pertanian > Kultur tumbuhan > Ladang pertanian. Termasuk sereal, makanan ternak, semak-semak, rerumputan, kacang-kacangan, tanaman untuk pembuatan gula, tekstil, alkaloidal dan obat-obatan
    Pertanian > Kultur tumbuhan
    Teknologi > T1 Teknologi (Umum)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi (S1)
    Depositing User: Users 388 tidak ditemukan.
    Tanggal Deposit: 14 May 2012 14:47
    Last Modified: 14 May 2012 14:47
    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/115

    Actions (login required)

    View Item