Analisis PertumbuhanTanaman Kacang dan Pergeseran Komposisi Gulma pada Frekuensi Penyiangan dan Jarak Tanah yang Berbeda

Murrinie, Endang Dewi (2011) Analisis PertumbuhanTanaman Kacang dan Pergeseran Komposisi Gulma pada Frekuensi Penyiangan dan Jarak Tanah yang Berbeda. Sains dan Teknologi, 4 (1). ISSN 1979-6870

[img]
Tinjau ulang
PDF - Published Version
Download (243Kb) | Tinjau ulang

    Abstrak

    ABSTRACT: The objective of the study is to analyze roundnut growth and weeds composition change on different weeding frequencies and spacings of groundnut. An experiment was conducted at Field Experiment of Agriculture Faculty of Muria Kudus University from March up to July, 2010. The 3 x 3 factorial field experiment was conducted with a Randomized Completed Block Design (RCBD) of three replications. The first factor is the weeding frequency (P) consisting of three levels: no weeding (p0), one weeding at 3 weeks after planting (p1), two weedings at 3 and 6 weeks after planting (p2). Spacing is the second factor (J) consisting of three levels: 20 cm x 20 cm (j1), 20 cm x 30 cm (j2) dan 20 cm x 40 cm (j3). The observation includes weed, growth component and yield of groundnut. Analysis of variance (ANOVA) was used for all data observed and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5%. The findings of the study show the following conclusions. First, weeding frequency and spacing affected the weed composition at 3 weeks after planting and before harvest. Second, 20 cm x 30 cm and 20 cm x 40 cm spacing affected the weed domination, changing from sedges to gramineae. Third, weeding frequency and spacing had no effect on nett assimilation rate, plant growth rate and leaf area index. ABSTRAK: Penelitian bertujuan menganalisis pertumbuhan tanaman kacang tanah dan pergeseran komposisi gulma pada frekuensi penyiangan dan jarak tanam yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus, di Desa Gondang Manis, Bae pada bulan Maret sampai Juli 2010. Penelitian faktorial 3 x 3 disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) terdiri tiga ulangan. Sebagai faktor pertama adalah frekuensi penyiangan (P) yang terdiri dari tiga level, yaitu tanpa penyiangan (p0), penyiangan 1 kali pada 3 MST (p1) dan penyiangan 2 kali pada 3 dan 6 MST (p2). Sebagai faktor kedua adalah jarak tanam kacang tanah (J) terdiri dari tiga level, yaitu 20 cm x 20 cm (j1), 20 cm x 30 cm (j2) dan 20 cm x 40 cm (j3). Pengamatan dilakukan terhadap gulma, komponen pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam dan bila terdapat beda nyata selanjutnya diuji dengan Uji Jarak Ganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perlakuan frekuensi penyiangan dan jarak tanam menyebabkan perbedaan komposisi gulma pada umur 3 minggu setelah tanam dengan sebelum panen kacang tanah; (2) perlakuan jarak tanam 20 cm x 30 cm dan 20 cm x 40 cm menyebabkan perbedaan dominansi gulma, dari golongan tekian Cyperus rotundus L. berubah menjadi golongan rumputan Eleusine indica L.; (3) perlakuan frekuensi penyiangan dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan tanaman 3 – 5 MST, serta terhadap indeks luas daun 3 dan 5 MST, demikian pula tidak ada interaksi antara kedua perlakuan.

    Tipe dokumen: Artikel
    Uncontrolled Keywords: weed, groundnut, weeding frequency, spacing gulma, kacang tanah, frekuensi penyiangan, jarak tanam
    Subjects: Pertanian > Pertanian (umum)
    Pertanian > Kultur tumbuhan
    Teknologi > T1 Teknologi (Umum)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi (S1)
    Depositing User: Users 388 tidak ditemukan.
    Tanggal Deposit: 28 Feb 2012 08:32
    Last Modified: 28 Feb 2012 08:32
    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/118

    Actions (login required)

    View Item