STUDI KASUS PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENANGANI PERILAKU EGOIS SISWA DI SMK WISUDA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2113

NAILA HUSNA, SITI (2013) STUDI KASUS PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENANGANI PERILAKU EGOIS SISWA DI SMK WISUDA KARYA KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2113. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (91kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (393kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (289kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (373kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (104kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (56kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (38kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (426kB) | Request a copy

Abstrak

Dalam proses sosialisasi di kehidupan pasti tidak lepas dari sifat-sifat manusia baik yang positif maupun negetif. Salah satu sifat manusia yang negetif adalah sifat egois. Orang yang egois adalah orang yang biasanya memiliki sifat serakah meskipun tidak selalu nampak bahwa itu serakah. Orang yang egois sebetulnya menyimpan ketakutan dan kekhawatiran akan kehilangan apa yang menjadi miliknya atau haknya. Dan sebetulnya orang tersebut memiliki kebutuhan yang besar akan ketenteraman atau keamanan. Di SMK Wisuda Karya sendiri para siswa bernteraksi seperti siswa dan individu pada umumnya, tetapi ketika sifat-sifat egois para siswa di SMK Wisuda Karya itu muncul menjadi suatu ke khawatiran sendiri bagi kelangsungan proses sosialisasi antar siswa di SMK Wisuda Karya itu tersebut. Permasalah dalam penelitian ini dirumuskan: “Apakah Penerapan model konseling Behavioristik efektif untuk mengatasi sikap egois di SMK Wisuda karya Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013? Tujuan penelitian ini untuk 1. Mengetahui faktor penyebab sikap egois siswa SMK Wisuda Karya Tahun Pelajaran 2012/2013. 2. Mengetahui efektifitas layanan konseling Behavioristik untuk mengatasi siswa egois. Manfaat penelitian ini sebagai berikut: 1. Manfaat teoritis: diperloleh Diperoleh kontribusi teori konseling behavioristik dalam menagani siswa yang memiliki sikap egois. Dengan demikian hasil penilaian ini dapat lebih memperkaya ilmu pengetahuan pada bidang bimbingan dan konseling khususnya untuk penilaian sejenis pada cakupan yang lebih luas lagi. 2. Manfaat Praktis: a. bagi guru pembimbing menambah wawasan tentang penerapan model konseling Behavioristik untuk membantu peserta didik yang memiliki sikap egois di SMK Wisuda Karya Kudus, b. Bagi peserta didik, dapat memecahkan masalah yang salama ini dialami yang berhubungan dengan sikap egois yang mereka miliki dalam kaitanya pergaulan sehari-hari dengan lingkungan sekolah dan masyarakat luas pada nantinya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 3 (tiga) siswa yaitu MNA, LJT dan ANR yang memilki sikap egois. Teknik pengumpulan data yang digunakan: Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa sikap egois klien 1 antara lain: kurang mempunyai sikap mengalah dan menghargai orang lain, faktor dari orang tua yang menyebabkan klien memiliki sikap egois, tidak mau menerima pendapat orang lain. Klien 2 antara lain: kurang memiliki sikap berbagi, sikap toleransi yang dimiliki klien sangat kurang, tidak mau bekerja sama dengan orang lain. Klien 3 antara lain: klien kurang memiliki sikap berbagi, sikap selalu menganggap dirinya lebih baik dari yang lain, tidak mau membantu teman yang lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan faktor yang menyebabkan klien memiliki sikap egois antara lain: klien 1: siswa merupakan anak tunggal, sikap tidak mau mengalah. Klien 2: tidak mau berbagi. Klien 3: tidak mau berbagi kesenangan, Hasil konseling dengan metode konseling behaviour memberikan hasil sebagai berikut: 1. Dapat diterimanya kembali klien dalam bersosialisasi dengan teman-temannya di sekolah yang dulunya klien adalah seorang pribadi yang dianggap oleh teman-teman sebagai pribadi yang tidak menyenangkan karena sikap egois yang dimilikinya selama ini. 2. Perubahan sikap klien yang dulunya egois menjadi pribadi yang dapat berempati dengan orang lain. Peneliti menyarankan bagi kepala sekolah agar menciptakan suasana sekolah yang dapat menimbulkan rasa nyaman bagi para siswa sehingga para siswa dapat mengembangkan proses sosialisasi dengan baik, untuk konselor sekolah agar Selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya siswa yang memiliki sikap dan perhatian khusus agar dapat mengembangkan diri dalam bersiosialisasi antar teman di sekolah. Untuk wali kelas supaya Membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan teman lain di sekolah dan dapat menjadi pribadi yang baik dan perlu memperhatikan siswa dalam berinteraksi dengan sesama teman di sekolah.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: . Pembimbing: (i) Drs. H. Sucipto, M.Pd. Kons., (ii) Dra. Sumarwiyah, M.Pd, Kons.
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Studi Kasus, Konseling Behavioristik, Egois.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: TIDAK DITENTUKAN
Depositing User: Ririn Mela Safitri
Tanggal Deposit: 22 Jul 2013 04:01
Last Modified: 22 Jul 2013 04:01
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1597

Actions (login required)

View Item View Item