PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENGATASI SISWA MEMBOLOS KELAS XI SMK ASSA’IDIYYAH KIRIG MEJOBO KUDUS TAHUNAJARAN 2012/2013

KOLIS, NOR (2013) PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENGATASI SISWA MEMBOLOS KELAS XI SMK ASSA’IDIYYAH KIRIG MEJOBO KUDUS TAHUNAJARAN 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (372kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (126kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (208kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (238kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (214kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (112kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (109kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (73kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB) | Request a copy

Abstrak

Penelitian ini dilator belakangi oleh beberapa siswa yang sering membolos tidak masuk sekolah. Akibat dari sering membolos menyebabkan ketinggalan pelajaran dan prestasi yang kurang. Konseling Behavioristik merupakan bentuk layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang dapat digunakan untuk mengatasi siswa membolos. Melalui layanan konseling Behavioristik diharapkan dapat membantu siswa mengubah perilaku membolos menjadi rajin masuk sekolah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah konseling Behavioristik dapat mengatasi siswa membolos kelas X1 SMK Assa’idiyyah Kirig Mejobo Kudus”.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menemukan factor penyebab siswa suka membolos dan membantu mengatasi siswa membolos melalui pendekatan konseling Behavioristik. Manfaat dari penelitian ini: secara teoritis, hasil penelitian ini dapat lebih memperkaya ilmu pengetahuan pada bidang bimbingan dan konseling dalam mengatasi siswa sering membolos dengan penerapan model konseling Behavioristik. Secarapraktis, memberi kontribusi kepada kepala Sekolah untuk mendukung prosesbimbingandankonseling di sekolah, masukan bagi konselor dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam rangka membantu siswa yang menjadi masalah dengan konseling behavioristik. Ruanglingkup dan metode penelitian ini adalah untuk mengungkap perilaku siswa yang suka membolos dengan menerapkan model konseling Behavioristik pada tiga siswa agar kehadirannya lebihrajin. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode wawancara, observasi, home visit, dan dokumentasi. Hasil penelitian untuk kasus PA, setelah diberikan bantuan layanan konseling Behavioristik dapat dihasilkan kesanggupan dan terjadi perubahan tingkah laku pada PA untuk menemukan arahnya sendiri secara bertanggung jawab, kesadaran akan perbuatan yang merugikan diri sendiri. Sementara AB setelah diberikan bantuan layanan konseling Behavioristik dapat dihasilkan kesanggupan dan terjadi perubahan tingkahlaku pada AB untuk menemukan arahnya sendiri secara bertanggung jawab, kesadaranakan perbuatan yang akan merugikan diri sendiri. Dan sementara ZR diberikan bantuan layanan konseling Behavioristik dapat dihasilkan kesanggupan dan terjadi perubahan tingkahlaku pada ZR untuk menemukan arahnya sendiri secara bertanggung jawab, kesadaran akan perbuatan yang akan merugikan diri sendiri. Saran peneliti kepada Kepala sekolah agar selalu memberikan dukungan dan menyediakan fasilitas belajar yang dibutuhkan untuk menunjang semangat belajar siswa, waktu luwang (istirahat). Bagi Guru pembimbing hendaknya dalam membantu mengatasi permasalahan siswa membolos dilakukan secara sistematis dengan teknik konseling behavioristik, dimulai dengan langkah mengidentifikasi masalahsiswa, mendiagnosis, mengadakan prognosis, melakukan treatment dan melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Untuk wali kelas hendaknya mencermati dan segera menindak lanjuti dengan tindakan preventif apabila menemukan gejala-gejala siswa bersifat membolos.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing I : Drs. Masturi, MM Pembimbing II : Dra. Sumarwiyah, M,Pd.
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci :Konseling Behavioristik Siswa Membolos
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Ririn Mela Safitri
Tanggal Deposit: 22 Jul 2013 04:54
Last Modified: 22 Jul 2013 04:54
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1606

Actions (login required)

View Item View Item