STUDI KASUS PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENGATASI SISWA MENYONTEK SAAT ULANGAN DI SMK MAMBAUL FALAH PIJI DAWE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

NUR ACHSIN, MOH (2013) STUDI KASUS PENERAPAN KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENGATASI SISWA MENYONTEK SAAT ULANGAN DI SMK MAMBAUL FALAH PIJI DAWE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (346kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (86kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (134kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (127kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (140kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (68kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (76kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (58kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy

Abstrak

Belajar dan mengajar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang dilakukan siswa dengan guru dalam proses belajar mengajar. Kata menyontek mungkin sudah tidak asing lagi bagi pelajar dan mahasiswa. Setiap orang pasti ingin mendapat nilai yang baik dalam ujian, dan sudah tentu berbagai macam cara dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Masalah menyontek selalu terkait dengan tes atau ujian. Salah satu teknik dimaksud adalah studi kasus, yang dalam penanganannya dapat diterapkan model konseling yang menekankan pendekatan yang berpusat pada tingkah laku (konseling behavioristik). Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah: 1. Apakah faktor penyebab timbulnya kebiasaan suka menyontek pada siswa SMK Mambaul Falah Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013?. 2. Apakah penerapan model konseling behavioristik efektif untuk mengatasi permasalahan menyontek saat ulangan di SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013?. Dan tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab timbulnya perilaku suka menyontek di SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. 2. Mengetahui efektifitas penerapan pendekatan konseling behavioristik untuk mengatasi perilaku siswa suka menyontek saat ulangan di SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Sedangkan yang menjadi manfaat Teoritis dalam penelitian ini adalah Diperoleh kontribusi teori konseling behavioristik dalam menangani siswa yang suka menyontek saat ulangan. Dengan demikian hasil penilaian ini dapat lebih memperkaya ilmu pengetahuan pada bidang bimbingan dan konseling khususnya untuk penilaian sejenis pada cakupan yang lebih luas lagi. Sesuai dengan judul penelitian, maka ruang lingkup Penelitian adalah mengenai Studi Kasus dengan penerapan Model Konseling Behavioristik dan menyontek saat ulangan. Jenis penelitian adalah studi kasus. Pendekatan penelitian dilakukan dengan cara kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Subjek penelitian adalah: 2 (dua) klien, kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus tahun pelajaran 2012/2013 yang diasumsikan menyontek saat ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh, kemudian dianalisis dan dapat disimpulkan sebagai berikut: Klien 1 menyontek disebabkan karena kurang percaya diri, malas belajar, dan sering membolos. Sedangkan klien 2 menyontek disebabkan karena kurang percaya diri, selain itu mengikuti perbuatan dari HY. Melalui pendekatan behavioristik dengan menggunakan teknik pencontohan/Modelling klien dapat menyadari tingkah lakunya yang keliru sehingga dapat terjadi perubahan tingkah laku baru yang positif, yakni tidak mencontek lagi. Disarankan kepada: 1. Kepala sekolah perlu menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi siswa. 2. Selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya mereka yang mengalami kenakalan remaja. Selain itu perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena di sanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah. 3. Membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan potensinya dalam membiasakan diri untuk selalu berbuat yang baik dan dapat menjadi teladan bagi siswa yang lain dalam bertingkah laku. 4. Siswa diharapkan terbuka dengan orang tua jika di rumah dan dengan guru jika di sekolah apabila menghadapi masalah sekecil apapun. 5. Hendaknya memberikan kasih sayang dan kepercayaan kepada anak bahwa anak mampu bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan. Selain itu perlu adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang dan orang tua juga harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak, sehingga dapat membimbingnya ketika ia sedang menghadapi masalah.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing I: Drs. Masturi, M.M. Pembimbing II: Drs. Sabar Rutoto, M.Pd.
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Menyontek; Model Konseling Behavioristik
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Ririn Mela Safitri
Tanggal Deposit: 22 Jul 2013 05:12
Last Modified: 22 Jul 2013 05:12
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1610

Actions (login required)

View Item View Item