STUDI KASUS PENDEKATAN MODEL KONSELING BEHAVIOR UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs WALISONGO KAYEN PATI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

KHAMDANI, ALI (2013) STUDI KASUS PENDEKATAN MODEL KONSELING BEHAVIOR UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs WALISONGO KAYEN PATI TAHUN PELAJARAN 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas muria kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (284kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (111kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (320kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (116kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (211kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (90kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (36kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (32kB) | Tinjau ulang
[img] Archive (ZIP) (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (6MB) | Request a copy

Abstrak

Pada umumnya peserta didik sekolah MTs Walisongo Kayen Pati dalam mengikuti pembelajaran matematika kurang antusias terutama pada kelas VII B dan VIII U. berdasarkan wawancara peneliti terhadap wali kelas dan guru pembimbing dan berdasar dari nilai raport semester genap 2010/2011 di kelas tersebut terdapat nilai matematika di bawah KKM. Peneliti untuk mengatasi kesulitan belajar matematika di sekolah tersebut dan peserta didik tersebut yaitu sesuai dilakukan peneliti dengan diberikan konseling behavior. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Rumusan masalah : 1. Apakah faktor – faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Wali Songo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2011/2012, dan 2. Apakah pendekatan model konseling behavior efektif untuk mengatasi kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Wali Songo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2011/2012. Tujuan penelitian : 1. Menemukan faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Wali Songo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2011/2012, dan 2. Untuk membantu peserta didik dalam menyelesaikan kesulitan belajar matematika dengan pendekatan model konseling behavior di kelas VIII MTs Walisongo Kayen Pati. Adapun kegunaan penelitian : 1.Kegunaan teoritis: a. Sebagai salah satu bahan acuan penelitian di bidang bimbingan dan konseling, b.Tambahan khasanah pengetahuan khususnya dibidang bimbingan dan konseling tentang pelaksanaan penerapan pendekatan model konseling behavior efektif untuk mengatasi kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Walisongo Kayen Pati . 2. Kegunaan Praktis: a. Peserta didik, dapat mengatasi kesulitan belajar matematika, b. Guru, untuk menambah wawasan tentang faktor – faktor penyebab kesulitan belajar matematika, dan c. Kepala sekolah sebagai input untuk menentukan bantuan terhadap peserta didik. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk memaparkan studi kasus pendekatan model konseling behavior untuk mengatasi kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Wali Songo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2011/2012. Subyek penelitian 3 peserta didik yaitu MA (Nomor Induk 7381), DNR(Nomor Induk 7527), dan RTN (Nomor Induk 7645) yang memiliki kasus prestasi rendah mata pelajaran matematika. Metode pengumpulan data wawancara, observasi home visit, dan dokumentasi. Sumber datanya, dari klien, teman dekat, dan wali kelas. Teknik analisis data menggunakan analisis komparasi konstan (Grounded Theory Research). Hasil penelitian : 1. Faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Wali Songo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2011/2012 adalah : Kasus 1. Klien 1 MA adalah faktor internal malas mengerjakan tugas matematika, dan tidak dapat membagi waktu untuk belajar. Faktor eksternal ekonomi keluarga yang kurang mampu. Kasus 2. Klien 2 DNR adalah faktor internal yaitu malas belajar matematika, dan tidak dapat menggunakan waktu untuk belajar dengan baik. Faktor eksternal perhatian orang tua terhadap peserta didik kurang. Kasus 3. Klien 3 RTN adalah faktor internal yaitu tidak bisa mandiri dalam mengerjakan tugas matematika, dan tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Faktor eksternal perhatian orangtua yang sangat kurang. Setelah dilakukan konseling behavior selama tiga kali pertemuan. 1. klien MA sudah mampu merubah sikapnya maenjadi lebih baik dan mampu membagi waktu dengan baik. 2. Klien DNR tidak lagi malas belajar matematika dan sudah dapat menggunakan waktunya dengan baik. 3. Klien RTN sudah menjadi mandiri dalam mengerjakan tugas matematika dan waktunyapun dimanfaatkan untuk belajar. 2. Pendekatan model konseling behavior untuk mengatasi kesulitan belajar matematika pada peserta didik kelas VIII MTs Wali Songo Kayen Pati Tahun Pelajaran 2011/2012, yang dilaksanakan secara, sistematis sangat efektif melalui teknik Desensitisasi. Berdasarkan hasil penelitian hasil analisis data dapat peneliti simpulkan sebagai berikut; klien 1: MA faktor internal malas mengerjakan tugas matematika, dan tidak dapat membagi waktu untuk belajar. Faktor ekternal ekonomi keluarga kurang mamapu. setelah diadakan konseling selama tiga kali dengan konseling behavior ternyata sikap MA dapat berubah menjadi tidak malas mengerjakan tugas matematika dan sudah bisa membagi waktu untuk belajar. Klien 2: DNR faktor internal malas belajar matematika, dan tidak dapat menggunakan waktu untuk belajar dengan baik. Faktor ekternal perhatian orang tua terhadap klien kurang. Setelah klien diberikan konseling behavior selama tiga kali ada perubahan, klien bisa merubah sikapnya menjadi rajin sekolah, rajin belajar, tidak lagi bermain-main dengan teman-temanya sampai melupakan belajarnya, waktunya digunakan untuk belajar dan tidak lagi mengalami kesulitan belajar matematika. Klien 3 : RTN faktor internal yaitu tidak bisa mandiri dalam mengerjakan tugas matematika dan tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik . faktor ekternal perhatian orang tua yang sangat kurang. Setelah klien diberikan konseling behavior selama tiga kali, sikap klien mampu berubah menjadi rajin mengerjakan tugas matematika sendiri dan waktunya dimanfaatkan dengan baik untuk belajar. Saran: 1. Kepada kepala sekolah, hendaknya memberikan fasilitas guru BK, seperti ruang yang layak agar program layanan bimbingan dan konseling dapat terlaksana dengan baik, khususnya dalam pelaksanaan layanan konseling individu. 2. Kepada guru BK hendaknya guru BK dapat lebih banyak memprogamkan layanan konseling individu untuk membentuk penyesuain diri peserta didik dan memotivasi peserta didik agar memanfaatkan layanan konseling individu sebagai tempat untuk mengembangkan penyesuain diri peserta didik secara positif. 3. Kepada guru matematika, lebih memperhatikan peserta didik yang nilainya rendah sehingga peserta didik lebih termotifasi terhadap prestasi belajarnya.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Dosen Pembimbing: 1. Dra. Sumarwiyah, M.Pd.Kons 2. Drs. Masturi, M.M
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Studi Kasus Pendekatan Model Konseling Behavior, Kesulitan Belajar Matematika.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Ririn Mela Safitri
Tanggal Deposit: 23 Jul 2013 05:02
Last Modified: 23 Jul 2013 05:02
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1616

Actions (login required)

View Item View Item