STUDI KASUS PENERAPAN MODEL KONSELING RATIONAL EMOTIVE THERAPY UNTUK MENGATASI KESULITAN MENYESUAIKAN DIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP 3 BAE KUDUS TAHUN 2011/2012

KURNIASIH, ENDAH (2013) STUDI KASUS PENERAPAN MODEL KONSELING RATIONAL EMOTIVE THERAPY UNTUK MENGATASI KESULITAN MENYESUAIKAN DIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP 3 BAE KUDUS TAHUN 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (421Kb) | Tinjau ulang
    [img] PDF (BAB I) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (159Kb) | Request a copy
      [img] PDF (BAB II) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (261Kb) | Request a copy
        [img] PDF (BAB III) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (191Kb) | Request a copy
          [img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (297Kb) | Request a copy
            [img] PDF (BAB V) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (182Kb) | Request a copy
              [img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (137Kb) | Request a copy
                [img]
                Tinjau ulang
                PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
                Download (121Kb) | Tinjau ulang
                  [img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (2570Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Kehadiran sekolah merupakan perluasan lingkungan sosial sekaligus merupakan faktor lingkungan baru bagi remaja yang mulai mengenal adanya kelompok sosial yang lain disamping lingkungan tempat tinggal dan keluarganya untuk bertingkah laku sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kelompoknya. Dalam lingkungan sosial yang baru tidak semua siswa dapat menyesuaikan diri dengan baik. Banyak para siswa yang sering mengalami masalah dalam menyesuaikan diri.. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah apakah penerapan model konseling Rational Emotif Therapy efektif untuk mengatasi kesulitan menyesuaikan diri pada siswa kelas VIII G SMP 3 BAE Kudus semester genap tahun pelajaran 2011/2012, faktor apakah yang menyebabkan siswa kelas VIII SMP 3 BAE KUDUS semester genap tahun pelajaran 2011/2012 mengalami kesulitan dalam penyesuaian dirinya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan menyesuaikan diri pada siswa kelas VIII SMP 3 BAE Kudus Tahun Pelajaran 2011/ 2012 dan untuk mengatasi kesulitan menyesuaikan diri pada siswa kelas VIII SMP 3 BAE Kudus Tahun Pelajaran 2011 /2012 dengan menggunakan pendekatan model konseling Rational Emotive Therapy. Sedangkan yang menjadi kegunaan teoritis dalam penelitian ini adalah: (1) menambah pengetahuan baru tentang layanan konseling individual dengan menggunakan model konseling Rational Emotive Therapy dalam mengatasi kesulitan menyesuaikan diri, sedangkan kegunaan praktis dalam penelitian ini adalah:(1) sebagai pedoman bagi guru pembimbing dan menambah wawasan tentang penerapan model konseling Rational Emotive Therapy untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan menyesuaikan diri, (2)bagi kepala sekolah, untuk melakukan kebijaksanaan yang mendukung pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, setelah dianalisis dengan menggunakan metode induksi sistem bacon akan mendapatkan kesimpulan yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan menyesuaikan diri siswa. Dalam penelitian ini yang menjadi penelitian adalah 3 siswa atau klien kelas VIII SMP 3 BAE Kudus, sedangkan yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah model konseling Rational Emotive Therapy dan kesulitan menyesuaikan diri. Hasil penelitian bahwa klien 1(AM) mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri disebabkan oleh :Faktor internal (Mudah tersinggung jika ada teman yang mengejek dan mengolok - olok, sering melamun, tidak suka bermain bersama dengan teman – temannya), Faktor eksternal (tidak disukai temannya sebab AM mudah tersinggung),tapi setelah di tindak lanjuti AM yang sering mudah tersinggung sudah bisa menahan emosi, dari yang tidak aktif menjadi aktif dalam KBM, dari yang sering ngelamun menjadi jarang melamun, dan dari yang tidak suka bermain bersama teman- temannya menjadi lebih sering berkumpul dengan teman – temannya). Klien 2 (SD) mengalami masalah dalam kesulitan menyesuaikan diri disebabkan oleh: Internal (SD sering menyendiri saat jam istirahat, orangnya juga sering berbuat gaduh saat KBM berlangsung), tapi setelah ditindak lanjuti SD yang sering berbuat gaduh menjadi anak yang lebih baik, dari yang tidak aktif Sekarang dia sudah bersikap aktif dalam kelas, dan dari yang sering menyendiri sekarang lebih sering berkumpul dengan teman – temannya, dia sudah menampakkan tingkah laku yang positif. Klien 3 (TY) mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri disebabkan oleh: faktor internal (konseli TY merupakan pribadi yang introvert (tertutup), faktor eksternal (teman – temannya sering mengganggu TY), Setelah ditindak lanjuti TY sudah bisa membuang pemikiran yang negatif, dan dari yang tertutup sekarang terbuka, lebih sering bergaul dengan teman – temannyadan bersosialisasi dengan kawan – kawannya. Kesimpulannya Klien 1 (AM) mengalami kseulitan menyesuaikan diri disebebkan oleh: Faktor internal (Mudah tersinggung jika ada teman yang mengejek dan mengolok - olok, sering melamun, tidak suka bermain bersama dengan teman – temannya), Faktor eksternal (tidak disukai temannya sebab AM mudah tersinggung). Adapun teknik yang tepat untuk mengatasi masalah AM yaitu menggunakan teknik Assertif training. Klien 2 (SD) mengalami masalah dalam kesulitan menyesuaikan diri disebabkan oleh: Internal (SD sering menyendiri saat jam istirahat, orangnya juga sering berbuat gaduh saat KBM berlangsung). Adapun teknik yang tepat untuk mengatasi masalah AM yaitu menggunakan teknik Reinforcement. Klien 3 (TY) mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri disebabkan oleh: faktor internal (konseli TY merupakan pribadi yang introvert (tertutup), faktor eksternal (teman – temannya sering mengganggu TY). Adapun teknik yang tepat untuk mengatasi masalah AM yaitu menggunakan teknik Imitasi. Saran yang penulis berikan kepada kepala sekolah untuk menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa betah bagi anak didik, kepada guru pembimbing senantiasa selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya mereka yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian dirinya, kepada guru bidang studi untuk selalu membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan sosialnya dengan membiasakan diri menjaga hubungan yang baik dengan siswa dan dapat menjadi teladan bagi siswa, dan kepada siswa diharapkan dapat menyesuaiakan diri dengan lingkungannya dengan cara memperluas pergaulan dan membiasakan diri dengan perilaku yang positif.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing 1 Drs. Masturi, M.M Pembimbing II Drs. Sunardi
                    Uncontrolled Keywords: Kata Kunci:,Penerapan model Konseling Rational Emotive Therapy Kesulitan Menyesuaikan Diri
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: Ririn Mela Safitri
                    Tanggal Deposit: 24 Jul 2013 10:57
                    Last Modified: 24 Jul 2013 10:57
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1620

                    Actions (login required)

                    View Item