PENERAPAN KONSELING EKSISTENSIAL HUMANISTIK UNTUK MENANGANI SIKAP PERCAYA DIRI RENDAH PADA SISWA KELAS X SMA 2 KUDUS TAHUN AJARAN 2012/2013

Lasmi, Lasmi (2013) PENERAPAN KONSELING EKSISTENSIAL HUMANISTIK UNTUK MENANGANI SIKAP PERCAYA DIRI RENDAH PADA SISWA KELAS X SMA 2 KUDUS TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (110kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (105kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (151kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (403kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (79kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (18kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (17kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (4MB) | Request a copy

Abstrak

Latar belakang dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil PPL selama 3 bulan di SMA 2 Kudus ditemukannya 3 siswa kelas X SMA 2 Kudus yang tingkat kepercayaan dirinya rendah, dengan tanda-tandanya siswa mengalami kesulitan mengutarakan pendapat di kelas, ragu-ragu jika bertanya kepada guru, mengalami kesulitan berbicara dalam melakukan presentasi di depan kelas, ragu-ragu jika ingin menjawab pertanyaan dari guru, dan sulit bergaul dengan teman sekelompoknya.Rumusan masalah penelitian ini adalah; Apakah Penerapan Konseling Eksistensial Humanistik dapat membantu Menangani Sikap Percaya Diri RendahPada Siswa Kelas X SMA 2 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013? Tujuan penelitian ini adalah menggali fakta-fakta yang menyebabkan kepercayaan diri siswa rendah, dan teratasinya sikap percaya diri siswa yang rendah melalui layanan konseling eksistensial humanistik pada siswa kelas X SMA 2 Kudus TahunPelajaran 2012/2013. Kegunaan penelitian ini secara teoritis dapat memperluas dan memperdalam pengetahuan, menerapkan model konseling eksistensial humanistik yang digunakan dan sekaligus sebagai acuan guna penelitian lebih luas lagi. Sedangkan secara praktis, Bagi Kepala Sekolah: Memberikan masukan tentang pentingnya bersikap percaya diri pada siswa. Bagi Konselor: Menambah wawasan dalam layanan bimbingan dan konseling khususnya yang berkaitan dengan penerapan model konseling eksistensial humanistik menangani siswa yang bersikap percaya diri rendah, Bagi Siswa: Membantu menumbuhkan kepercayaan diri yang lebih baik dan bersikap percaya diri lebih baik pula. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data induktif system bacoon, yaitu peneliti mengumpulkan faktor-faktor tentang kondisi konseli, kemudian baru dapat ditarik kesimpulan tertentu atau pemecahan masalah.Subjek penelitian siswa klas XSMAN 2 Kudus Tahun Ajaran 2012/2013. Terdapat tiga siswa yang mengalamisikap tidak percaya diri yaitu SMN, MNA dan FW yang ditentukan berdasarkan data penelitian yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian: Pelaksanaan Penerapan Model Konseling Eksistensian Humanistik untuk menangani sikap tidak percaya diri siswa kelas X SMAN 2 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 telah dilaksanakan dengan hasil sebagai berikut: Klien I (SMN) mengalami kurang percaya diri karena kondisi perekonomian orang tua kurang mampu sehingga klien merasa rendah diri tidak memiliki semangat belajar dan menutup diri dari pergaulan dengan teman sekelompoknya. Setelah dilaksanakan konseling eksistensial humanistik SMN menyadari kesalahannya, SMN membuka diri untuk bergaul dengan teman sekelompoknya, klien juga menerima keadaan perekonomian orang tua.Klien II (MNA) mengalami kurang percaya diri karena perceraian orang tua dan pola asuh over protective sehingga merasa tertekan, semangat belajar menurun, dan menutup dari dari pergaulan dengan teman sekelompoknya.Setelah dilaksanakan konseling eksistensial humanistik MNA menyadari kesalahanya, MNA membuka diri untuk bergaul dengan teman sekelompoknya, dan tumbuhnya motivasi belajar. Klien III (FW) mengalami kurang percaya diri karena kondisi fisiknya warna kulit yang hitam dan berkacamata minus.Sehingga klien merasa malu dengan penampilannya untuk bergaul dengan teman sekelompoknya, semangat belajar FW menurun.Setelah dilaksanakan konseling eksistensial humanistik klien menyadari bahwa perbuatanya kurang benar. FW membuka diri dan bergaul dengan teman-temannya untuk menutupi kekurangannya FW menggunakan soflens semangat belajar FW juga membaik. Kesimpulan dari penelitian adalah: Klien I (SMN) mengalami kurang percaya diri karena faktor ekonomi keluarga yang kurang mampu, namun setelah diberikan konseling eksistensial humanistik SMN menyadari kesalahannya dan mau memperbaikinya sehingga FW menjadi lebih percaya diri. Klien II (MNA) mengalami kurang percaya diri karena perceraian orang tua dan pola asuh yang over protective.Setelah diberikan konseling eksistensial humanistik MNA mau memperbaiki kesalahan sikapnya sehingga MNA menjadi lebih peraya diri.Klien III (FW) mengalami kurang percaya diri karena kondisi fisiknya, setelah diberikan konseling eksistensial humanistik FW menyadai kekeliruannya dan mau memperbaiki sikapnya tersebut sehingga sekarang FW menjadi lebih percaya diri.Adapun saran ditujukan kepada, Sekolah:Perlu adanya monitoring dan evaluasi terhadap perilaku siswa, sehingga kemungkinan untuk melihat seberapa besar perubahan tingkah laku siswa terhadap hasil belajar.Konselor:memberikanpendampingan dan lebih memperhatikan kepercayaan diri siswa, salah satu caranya dengan mengadakan layanan konseling eksistensial humanistik. Siswa yang memiliki sikap tidak percaya diri, hendaknya bersikap terbuka dan kooperatif terhadap permasalahan yang dihadapi untuk dicarikan pemecahan masalahnya melalui konseling eksistensial humanistik. Orang tua: Memberikan dorongan dan bimbingan agar siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat untuk menumbuhkan rasa percaya diri secara positif.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Dosen Pembimbing I Dra. Hj. Sutarti, SE. MM.Pembimbing II Drs. Masturi, M.M
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Konseling Eksistensial Humanistiik; Sikap Tidak Percaya Diri.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Ririn Mela Safitri
Tanggal Deposit: 24 Jul 2013 04:29
Last Modified: 24 Jul 2013 04:29
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1624

Actions (login required)

View Item View Item