Jaringan Sosial dalam Pemiskinan Perempuan

Sukirman, - (2009) Jaringan Sosial dalam Pemiskinan Perempuan. Dinamika SAINS, 5 (11). pp. 108-124. ISSN 1412-8489

[img] PDF - Published Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (131Kb) | Request a copy

    Abstrak

    Salah satu indikator yang senantiasa ada dalam kantong kemiskinan dan jumlahnya selalu bertambah adalah perempuan. Fenomena lebih miskinnya perempuan dibanding laki-laki dalam kelompok miskin bukanlah suatu hal yang baru. Sehingga kenaikan persantase kemiskinan senantiasa berkorelasi dengan kenaikan persentase perempuan miskin. Berarti telah terjadi feminisasi kemiskinan dimana kemiskinan perempuan merupakan penyumbang terbesar pada peningkatan kemiskinan. Analisa yang memikirkan sumbangan lingkungan sosial (kelompok sosial, nilai-nilai dan organisasi) dan tingkat ketergantungannya. Perbedaan jenis lingkungan sosial mungkin akan berpengaruh secara signifikan pada hasil yang berhubungan dengan masa depan mereka. Isu Gender dengan melihat bagaimana peran perempuan, hambatan yang dihadapi perempuan dan juga kepentingan perempuan. Akses dan kontrol terhadap sumberdaya baik melalui institusi formal maupun informal. Fenomena lain yang menarik adalah asset keluarga. Karena perempuan senantiasa dihadapkan pada persoalan mendesak yang menyangkut kelangsungan hidup anak dan keluarga, maka asset atas nama atau yang terkait dengan perempuan, seperti perhiasan, perkakas rumah tangga, alat dapur dan sebagainya, relatif lebih cepat terjual atau habis digunakan untuk konsumsi keluarga. Sehingga dalam kondisi krisis dan kritis, perbedaan kekuatan, keluasan jaringan serta besaran asset yang dimiliki, menjadi faktor penentu keberhasilan untuk memperkecil dampak yang terjadi. Kelompok perempuan miskin yang memiliki jaringan lebih luas dan asset lebih banyak cenderung lebih bisa bertahan. Hal ini membuktikan bahwa kuatnya jaringan sosial yang dibangun perempuan menghindarkan keluarga miskin dari keterpurukan yang lebih dalam. Jaringan Informal memang tidak bisa diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin disatu sisi, tapi disisi lain menyimpan potensi untuk pengorganisasian kelompok perempuan miskin, karena adanya ikatan yang terbentuk secara alamiah dan sudah terbukti dapat bertahan dalam berbagai kondisi.

    Tipe dokumen: Artikel
    Uncontrolled Keywords: Pemberdayaan Perempuan, Kemiskinan
    Subjects: Ilmu-ilmu Sosial > Patologi sosial. Kesejahteraan publik dan sosial > Perlindungan, bantuan dan keringanan > Kelompok khusus > Anak-anak > Fakir miskin. Anak terabaikan. Anak terlantar. Anak jalanan
    Ilmu-ilmu Sosial > Sosiologi
    Ilmu-ilmu Sosial > Komunitas. Kelas masyarakat. Ras
    Ilmu-ilmu Sosial > Patologi sosial. Kesejahteraan publik dan sosial > Perlindungan, bantuan dan keringanan > Kelompok khusus > Perempuan
    Ilmu-ilmu Sosial > Keluarga. Pernikahan. Perempuan > Perempuan. Feminisme
    Ilmu-ilmu Sosial > Patologi sosial. Kesejahteraan publik dan sosial > Perempuan dan pengumpulan dana
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Magister Manajemen (S2)
    Depositing User: Users 2 tidak ditemukan.
    Tanggal Deposit: 05 Mar 2012 15:07
    Last Modified: 05 Mar 2012 15:41
    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/177

    Actions (login required)

    View Item