Analisis Perubahan IHSG Sektor Industri Manufaktur Makanan dan Minuman dengan Resiko Saham Berdasarkan CAPM

Sukirman, - (2007) Analisis Perubahan IHSG Sektor Industri Manufaktur Makanan dan Minuman dengan Resiko Saham Berdasarkan CAPM. Dinamika SAINS, 4 (9). pp. 1-25. ISSN 1412-8489

[img] PDF - Published Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (273Kb) | Request a copy

    Abstrak

    Dalam dunia usaha hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya risiko adalah beta. Untuk menghitung beta pasar, salah satunya adalah CAPM (Capital Asset Pricing Model). Elemen pasar yang digunakan sebagai pengukur beta adalah angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perubahan IHSG atau return sektor industri manufaktur makanan dan minuman. Sedangkan variabel terikat adalah risiko saham atau beta. Rumus yang digunakan untuk mencari beta dengan menggunakan rumus CAPM, yaitu Ri = Rf + (Rm – Rf) βi, yang diaplikasikan ke dalam persamaan regresi dengan menggunakan program SPSS versi 10.0. Dari perhitungan regresi sejumlah 18 saham sektor industri manufaktur makanan dan minuman pada tahun 2006, menghasilkan 6 beta saham yang signifikan (signifikansi < 0,050), yaitu saham ADES (0,012), saham CEKA (0,010), saham MYOR (0.004), sajian MWON (0,020), saham SHDA (0,005), dan saham INDF (0,039), sedangkan 12 beta saham tidak signifikan (signifikansi > 0,05), yaitu saham AQUA (0,896), saham AISA (0,356), saham DAVO (0,556), saham DLTA (0,953), saham PSDN (0,211), saham SKLT (0,652), saham STTP (0,299), saham SMART (0,833), saham SUBA (0,820), saham TBLA (0,947), saham ULTJ (0,439), dan saham MLBI (0,128). Dari hasil perhitungan korelasi yang dilakukan terhadap enam beta saham yang signifikan menghasilkan korelasi sebesar 0,183 dan signifikansi sebesar 0,729. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perubahan IHSG sektor industri manufaktur makanan dan minuman dengan risiko saham, namun hubungan tersebut sangat rendah atau lemah (0,183 < 0,5) dan berhubungan secara tidak signifikan atau tidak nyata karena signifikansi yang dihasilkam nilainya lebih dari 0,05 (0,729 > 0,05). Perusahaan diharapkan bisa melakukan perdagangan saham secara teratur agar perusahaan tersebut dapat menentukan return yang diharapkan dan juga dapat menentukan risiko atau beta saham yang akan dihadapi.

    Tipe dokumen: Artikel
    Subjects: Ilmu-ilmu Sosial > Teori Ekonomi
    Ilmu-ilmu Sosial > Teori Ekonomi > Pendapatan. Faktor saham
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Magister Manajemen (S2)
    Depositing User: Users 2 tidak ditemukan.
    Tanggal Deposit: 05 Mar 2012 15:27
    Last Modified: 05 Mar 2012 15:40
    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/179

    Actions (login required)

    View Item