Studi Kasus Mengatasi Kecemasan Berkomunikasi (Apprehensive Communication) Melalui Konseling Behavioral Dengan Teknik Desensitisasi Sistematis Pada Siswa Kelas VII B SMP 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013

Baiduri, Dyahrani Gebyar (2014) Studi Kasus Mengatasi Kecemasan Berkomunikasi (Apprehensive Communication) Melalui Konseling Behavioral Dengan Teknik Desensitisasi Sistematis Pada Siswa Kelas VII B SMP 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal Sampul) - Accepted Version
Download (612Kb) | Tinjau ulang
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (142Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (227Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (130Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (236Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (77Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (63Kb) | Request a copy
                [img]
                Tinjau ulang
                PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (66Kb) | Tinjau ulang
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (584Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya masalah kecemasan berkomunikasi yang dialami pada siswa kelas VII B SMP 1 Mejobo Kudus yang mengakibatkan siswa mengalami gejala-gejala kecemasan berkomunikasi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan konselor di sekolah tersebut pada tanggal 16 Oktober 2013 ada 3 siswa yang mengalami kecemasan berkomunikasi dengan gejala merasa takut, tidak tenang, khawatir, jantung brdetak tidak teratur dan panik saat berbicara di depan kelas. Penelitian ini menggunakan konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis. Penerapan model konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis dapat memberikan bantuan untuk mengatasi kecemasan berkomunikasi pada siswa kelas VII-B di SMP 1 Mejobo Kudus tahun pelajaran 2012/2013?. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan faktor-faktor penyebab kecemasan berkomunikasi dan mengetahui keefektifan melalui penerapan konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis pada siswa kelas VII-B SMP 1 Mejobo Kudus tahun pelajaran 2012/2013. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian eksperimen. Karena peneliti sengaja menggunakan konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis untuk mengatasi kecemasan berkomunikasi siswa dan peneliti ingin mengetahui bagaimana akibat yang ditimbulkan Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif studi kasus, sumber data yaitu siswa yang mengalami kecemasan berkomunikasi pada kelas VII B SMP 1 Mejobo Kudus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Observasi, metode Interview dan Dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis induktif, dan cara menganalisa data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menginterpretasikan. Kegunaan penelitian ini antara lain: 1. Kegunaan Teoritis Model Konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis. 2. Kegunaan Praktis : a. Bagi Siswa, dapat menghindari/memecahkan masalah kecemasan berkomunikasi b. Bagi Konselor Sekolah, memperoleh alternatif pemecahan masalah siswa dengan penerapan model konseling behavioral dengan teknik desensitisasi sistematis. c. Bagi Kepala Sekolah, dapat menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta dalam memperhatikan setiap perkembangan peserta didik memberikan manfaat bagi para guru menjadi masukan dalam membantu menyelesaikan masalah siswa, d. Bagi Peneliti, memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai cara mengatasi masalah kecemasan berkomunikasi. Ruang lingkup penelitian ini ditetapkan di SMP 1 Mejobo Kudus, SMP tersebut merupakan salah satu sekolah di kota Kudus yang letaknya di desa jepang pakis, Kecamatan mejobo, Kabupaten kudus. Penulis ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Subjek penelitian ada 3 (tiga) : HAN,SWN, dan DN. Metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik pokok wawancara, observasi. Teknik analisis menggunakan sistem bacon yang dapat digunakan dengan penelitian yang bersifat kualitatif. Dari hasil pembahasan dan analisis diketahui, penyebab masalah yang dialami klien I (HAN) : a. Kurang bisa menghafal rumus-rumus IPA, b. Merasa panik saat berbicara di depan kelas. Klien II (SWN): a. Merasakan jantung berdetak tidak teratur saat maju di depan kelas, b. Kurang bisa mengahafal rumus-rumus Matematika. Klien III (DN): a. Merasa takut saat maju di depan kelas, b. Kurang bisa menghafal kosa kata dalam pelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisi, penulis menyimpulkan setelah diadakan konseling tiga kali dengan klien HAN yang awalnya merasa panik saat berbicara di depan kelas dengan adanya konseling behavioral menggunakan teknik desensitisasi sistematis klien tidak merasa panik saat berbicara di depan kelas. Klien SWN yang awalnya merasakan jantung berdetak tidak teratur dengan adanya konseling behavioral menggunakan teknik desensitisasi sistematis klien sudah merasakan jantungnya berdetak dengan teratur saat maju di depan kelas. Klien DN yang awalnya mesa takut saat maju di depan kelas dengan adanya konseling behavioral menggunakan teknik desensitisasi sistematis klien sudah tidak merasa takut dan menjadi berani saat maju di depan kelas. Tiga klien tersebut sudah tidak mengalami kecemasan berkomunikasi saat di depan kelas atau berbicara di depan kelas. Memberikan saran kepada: a) Pihak sekolah hendaknya memperhatikan perilaku siswa yang mengalami kecemasan berkomunikasi, b) Konselor hendaknya memotivasi siswa agar mengikuti layanan bimbingan konseling khususnya layanan konseling individu sebagai upaya untuk mencegah kecemasan berkomunikasi, c) Siswa lebih pro aktif untuk mengatasi gejala kecemasan berkomunikasi yang dialami dengan memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing 1:Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd., Pembimbing 2:Drs. Arista Kiswantoro.
                    Uncontrolled Keywords: Konseling behavioral, kecemasan berkomunikasi.
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Aspek profesional administasi dan pengajaran di sekolah. Bimbingan vokasional
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
                    Tanggal Deposit: 26 Apr 2014 10:40
                    Last Modified: 26 Apr 2014 10:40
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2849

                    Actions (login required)

                    View Item