Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD 2 Wergu Kulon Kudus

Mas'ud, - (2014) Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD 2 Wergu Kulon Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman Judul) - Accepted Version
Download (2MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (592kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (828kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (759kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (585kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (545kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (85kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (78MB) | Request a copy

Abstrak

Hasil observasi di SD 2 Wergu Kulon ditemukan permasalahan rendahnya hasil belajar IPA kelas IV. Masalah ini disebabkan oleh rendahnya aktivitas belajar siswa dan kurang variatifnya keterampilan guru dalam proses pembelajaran IPA. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) bagaimana penerapan metode Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPA?; (2) seperti apa penerapan metode Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA?; (3) Apakah penerapan metode Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan keterampilan guru pada pembelajaran IPA?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah; (1) untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa melalui metode Inkuiri Terbimbing pada pembelajaran IPA; (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui metode Inkuiri Terbimbing pada pembelajaran IPA; (3) untuk menjelaskan peningkatan keterampilan guru melalui metode Inkuiri Terbimbing pada pembelajaran IPA. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suatu pengetahuan yang tersusun secara sistematik, dan penggunaannya secara umum, terbatas pada gejala-gejala alam dan tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, namun disertai metode ilmiah dan sikap ilmiah. Inkuiri Terbimbing merupakan salah satu metode pembelajaran yang menempatkan siswa untuk menyelidiki gejala-gejala alam dengan metode dan sikap ilmiah. Penelitian ini menggunakan model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 2 pertemuan setiap siklusnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD 2 Wergu Kulon Kudus. Jumlah siswa sebanyak 17 siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Variabel penelitian ini meliputi: aktivitas dan hasil belajar siswa, serta keterampilan guru dalam pembelajaran IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik tes. Teknik tes digunakan untuk melihat hasil belajar kognitif siswa setelah tindakan. Hasil pengamatan/observasi dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan hasil belajar kognitif siswa dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan metode Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD 2 Wergu Kulon Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Kondisi awal sebelum tindakan, siswa yang tuntas 2 siswa (11,76%) dengan rata-rata 62. Setelah dilakukan tindakan, siklus I ketuntasan hasil belajar kognitif siswa meningkat menjadi 12 siswa (70,59%) dengan rata-rata 73,18. Siklus II ketuntasan hasil belajar kognitif siswa meningkat menjadi 15 siswa (88,24%) dengan rata-rata 74,24 dalam kualifikasi baik. Hasil belajar afektif siswa pada siklus I menujukkan persentase klasikal sebesar 65,43% dalam kualifikasi cukup, sedangkan pada siklus II mengalami perkembangan menjadi 81,53% dengan kualifikasi baik. Hasil belajar psikomotorik siswa pada siklus I menujukkan persentase klasikal sebesar 93,75% dengan kualifikasi sangat baik, sedangkan siklus II mengalami perkembangan menjadi 95,96% dalam kualifikasi sangat baik. Aktivitas belajar siswa menunjukkan persentase klasikal siklus I sebesar 66,5% dalam kualifikasi baik, sedangkan pada siklus II mengalami perkembangan 78,5% dengan kualifikasi baik. Selain siswa, keterampilan guru dalam pembelajaran IPA dikelas juga mengalami perkembangan. Pada siklus I diperoleh 97,17% dalam kualifikasi sangat baik, sedangkan pada siklus II mengalami perkembangan menjadi 97,73% dalam kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri terbimbing teruji dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA serta keterampilan guru pembelajaran IPA. Penulis menyarankan pada guru agar berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Alternatifnya dengan menerapkan metode Inkuiri Terbimbing sebagai metode pembelajaran. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran di kelas menjadi menarik, menyenangkan, dan dapat meningkatkan keaktifan siswa, sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajar IPA.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing I: Drs. Sucipto, MPd.,Kons
Uncontrolled Keywords: Aktivitas Belajar IPA, Hasil Belajar IPA, Metode Inkuiri Terbimbing
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Pendidikan dasar
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: asih winarti
Tanggal Deposit: 16 Aug 2014 04:08
Last Modified: 16 Aug 2014 04:08
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3147

Actions (login required)

View Item View Item