PENGARUH DIAMETER CHILLER PENDINGIN PADA PROSES PEMBEKUAN SEARAH PADA PENGECORAN KUNINGAN PROPELLER KAPAL TERHADAP PENGUJIAN STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN

CAHYO K, ANDREAS (2014) PENGARUH DIAMETER CHILLER PENDINGIN PADA PROSES PEMBEKUAN SEARAH PADA PENGECORAN KUNINGAN PROPELLER KAPAL TERHADAP PENGUJIAN STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN. Tugas Akhir Diploma thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (141kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (334kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (290kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (743kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (113kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (93kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Permintaan pasaran produk logam cor yang prospektif dan luas ini, kurang di imbangi dengan peningkatan kualitas produk. Ironisnya walaupun banyak industry cor di tanah air, produk logam cor dari pengrajin local masih kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi kualitas dan harga. Itu karena produkcor yang di buat industry kita masih dengan cara konvensional atau tanpa rekayasa. Pengujian struktur mikro di sini menggunakan kamera digital dengan pembesaran 50 X dan bahan etsa yang di gunakan adalah HN03, sedangkan pengujian kekerasan menggunakan metode Brinel (Hb) dimana pembebanan yang digunakan adalah 187,5 kg dengan menggunakan penetrator bola baja berdiameter 1/16”. Hasil pengujian kekerasan tanpa menggunakan chiller bahwa rata-rata pengujian kekerasan metode Brinell di titik 1 menggunakan chiller 1/8” menghasilkan kekerasan 21,375 Hb Sedangkan untuk pengujian kekerasan metode Brinell dititik 1 menggunakan chiller 2/8” menghasilkan 21,813 Hb untuk chiller 3/8” nilainya lebih keras lagi yaitu 357,861 Hb,. Sedangkan untuk pengujian kekerasan metode Brinell dititik 2 menggunakan chiller 1/8” menghasilkan 21,375 Hb untuk chiller 2/8” nilainya lebih keras lagi yaitu 21,8 Hb, sedangkan chiller 4/8” mempunyai nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 357,861 Hb, Sedangkan untuk pengujian kekerasan metode Brinell dititik 3 menggunakan chiller 1/8” menghasilkan 28,827 Hb untuk chiller 2/8” nilainya lebih selisih agak lunak yaitu 21,818 Hb, sedangkan chiller 4/8” mempunyai nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 357,861 Hb.Hal ini menunjukan bahwa perubahan chiller yang digunakan dalam pengujian sangat memperngaruhi nilai kekerasan suatu material.

Tipe dokumen: Skripsi (Tugas Akhir Diploma)
Uncontrolled Keywords: chiller, kekerasan, kuningan, pengecoran, propeler, struktur mikro
Subjects: Teknologi > Teknik mesin dan mekanik
Divisions: Fakultas Teknik > D3 Teknik Mesin
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 17 Nov 2014 07:07
Last Modified: 17 Nov 2014 07:07
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3605

Actions (login required)

View Item View Item