PELAKSANAAN MEDIASI PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PATI

-, KASMININGSIH (2014) PELAKSANAAN MEDIASI PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PATI. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (324kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (261kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (325kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (119kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (319kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (115kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (196kB) | Tinjau ulang
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Skripsi yang berjudul “PELAKSANAAN MEDIASI PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PATI” memilikitujuanuntukmengetahuipersoalan yang menjadidasarpenyelesaianperkaraperceraianmelaluimediasibelumdapat berhasil maksimal.Selainitutidakkalahpentingtujuanpenelitiandalamskripsiiniadalahuntukmenganalisiscaradanstartegimediasi yang selamainidijalankan di Pengadilan Agama utamanyapadaperkaraperceraian agarnantinyadapatberhasil optimal. Pendekatan penelitian yang akan peneliti gunakan adalah pendekatan yuridis empiris dengan data primeryang utama dan data secunder sebagai pendukung. Hasil pengumpulan data primer dan data secunder tersebut kemudian dianalisis secarakualitatifyaitu memperkuat analisis dengan melihat kualitas data yang diperoleh, kemudian dituangkan dalam bentuk deskripsi kualitatif yang menjelaskan jawaban atas pertanyaan. Berdasarkanhasilpenelitiandidapatkantemuanbahwaselamaini mediator yang kurangmemadaidenganditambahlagi penumpukanperkara yang semakinharijumlahnyasemakinmeningkatmenjadikanmediasikurangberperansecaramaksimal.Faktatersebutdiperparahdenganbudayamasyarakat yang cenderunglebihmemilihpenyelesaiansengketadiselesaikanmelaluijalurlitigasiataupengadilan.Kaitannyaterhadapmasalahfasilitas, padapelaksanaannya di Pengadilan Agama Pati, proses pelaksanaanmediasidilakukanpadatempat yang masihdapatdilihat orangbanyakdenganfasilitasruangan yang minim. Hal yang terpentingkemudiandalammemaksimalkanmediasiadalahmelaluijalandenganmeningkatkan kualitas terutama hakim mediator yaitu dengan cara memberikan pelatihan dalam hal ini Mahkamah Agung yang harus inisiatif agar pelatihan mediator dapat segera dilaksanakan secara lebih meluas dan sehinggakemampuanuntukmenjadipenengah yang baikakanmenjadikompetensimutlak yang dapatdimilikioleh mediator PengadilanAgama. Disisilainparapihak yang berperkaraharusdiwajibkandatingdalam proses mediasi, merekatidakbolehdiwakiliolehkuasahukum, karenadengandiwakilikuasahokum maka mediasi yang berjalanakantidakmaksimal. Minimnya sarana dan fasilitasjugaharusdirespondengancepat. Fasilitas ruang mediasi terutama di PengadilanAgama sempit hanya ada meja dan kursi seharusnya ruang ber AC dan ada proyektor untukmenjalankanmediasi, sehingganuansaparapihakdapat terasa sejuk dan nyaman, sehingga mediasi dapatlebihmaksimal

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Masmuah. SH, M.Hum
Uncontrolled Keywords: Mediasi,perkara perceraian,dan Pengadilan agama
Subjects: Hukum
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: Unnamed user with username librarianumk1
Tanggal Deposit: 21 Jan 2015 06:50
Last Modified: 21 Jan 2015 06:50
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3940

Actions (login required)

View Item View Item