STUDI KOMPARATIF JUAL BELI TANAH WAKAF MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 DENGAN HUKUM FIQIH

-, SUKENI (2014) STUDI KOMPARATIF JUAL BELI TANAH WAKAF MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 DENGAN HUKUM FIQIH. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (438Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (201Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (201Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (148Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (305Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (106Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
              Download (184Kb)

                Abstrak

                Skripsi dengan judul “STUDI KOMPARATIF JUAL BELI TANAH WAKAF MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 DENGAN HUKUM FIQIH”, secara umum bertujuan untuk mengetahui peralihan hak atas tanah wakaf menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan hukum fiqih dan pengaturan penjualan tanah wakaf menurut Undang Undang Nomor 41 tahun 2004 dengan hukum fiqih. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, sedangkan spesifikasi penelitiannya adalah diskriptif analitis. Penelitian ini mengunakan data primer sebagai data utama dan data sekunder sebagai data pendukung. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harta wakaf pada prinsipnya adalah milik umat. Peralihan hak atas tanah menurut hukum agraria nasional selain dapat melalui jual beli, tukar menukar, hibah, wasiat dan warisan. Harta yang sudah di wakafkan menurut Undang Undang Nomor 41 tahun 2004 tidak boleh di perjual belikan, seperti diatur didalam Pasal 40 Undang Undang Wakaf.Penjualan hak atas tanah wakaf berdasarkan pada pendapat zahirnya Hadis tentang larangan penjualan, penghibahan, dan pewarisan harta wakaf, sebagai konsekuensinya tanah wakaf tersebut dibiarkan saja sebagaimana adanya, tetapi ada pengecualian dalam penjualan tanah wakaf. Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasa adalah peralihan hak atas tanah wakaf menurut Undang Undang Wakaf dan fiqih dapat melalui jual beli, tukar menukar, hibah, wasiat dan warisan , begitu juga dengan penjualan tanah diperbolehkan tetapi harus dengan alasan-alasan yang kuat dan ada dasarnya seperti yang tercantum didalam Pasal 41 Undang Undang Wakaf.

                Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                Additional Information: Pembimbing: Masmu'ah. SH, M.hum
                Uncontrolled Keywords: Jual beli tanah wakaf, Undang Undang Nomor 41 tahun 2004, fiqih Islam.
                Subjects: Hukum
                Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
                Depositing User: Unnamed user with username librarianumk1
                Tanggal Deposit: 21 Jan 2015 13:57
                Last Modified: 21 Jan 2015 13:57
                URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3941

                Actions (login required)

                View Item