Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Melalui Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Problem Solving

ANGGRAINI, EVI TRI (2015) Upaya Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Melalui Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Problem Solving. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (589Kb)
    [img] PDF (Bab1 ) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (151Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (258Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (335Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (530Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (167Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (106Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (108Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (3112Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilaksanakan di SMK Wisudha Karya Kudus dengan guru mapel dan guru BK bahwa permasalahan yang ada di kelas X TKR 1 yaitu ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Hal ini di tandai dengan adanya beberapa siswa yang mengalami penurunan nilai pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan, siswa banyak yang tidak minat dalam menerirna pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Siswa tidak mampu mempresentasikan hasil praktek yang telah di lakukan. Berpijak dari latar belakang diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah melalui layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di kelas X TKR 1 SMK Wisudha Karya Kudus Tahun Pelajaran 2014/2015?. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu: Teratasinya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan melalui layanan konseling kelompok dengan menggunakan teknik problem solving di kelas X TKR 1 SMK Wisudha Karya Kudus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori kesulitan belajar pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dan teori tentang layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses ,belajar yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tetentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan-hambatan ini mungkin disadari dan mungkin juga tidak disadari oleh orang yang mengalaminya, dan dapat bersifat sosiologis, psikologis, ataupun fisiologis dalam keseluruhan proses belajarnya. Koseling kelompok adalah layanan bimbingan kelompok dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh kesempatan untuk pembahasan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok, masalah yang dihadapi itu adalah masalah pribadi yang dialami masing-masing kelompok. Prblem Solving adalah upaya mengatasi atau cara menangani sesuatu tindakan yang dilakukan peneliti terhadap peserta didik sehingga menjadikan peserta didik dapat memecahkan persoalan dan masalahnya. Penelitian ini berbentuk PTBK yang dalam pelaksanaannya 2 siklus (siklus I dan siklus II) setiap siklus 3 pertemuan dan terdiri dari 4 tahapan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 SMK Wisudha Karya Kudus sebanyak 8 siswa. Variabel penelitian: layanan konseling kelompok dan teknik proplem solving (Variabel Bebas) dan kesulitan belajar pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan (Variabel Terikat). Metode pengumpulan data berupa metode observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan data kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi kesulitan belajar. Hal ini terbukti sebelum pemberian layanan, siswa mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan mendapat nilai rata-rata 17 (34%) dalam kategori sangat kurang (SK), pada siklus I mendapat nilai rata-rata 24 (49%) dalam kategori kurang (K), dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu mendapat nilai rata-rata 37 (75%) dalam kategori baik (B). Kesimpulannya bahwa kedelapan siswa sebelum diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving, siswa mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Namun setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving, siswa mampu mengatasi kesulitan belajar. Jadi dari hasil penelitian tersebut maka hipotesis tindakan “layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving dapat diterima karena telah memenuhi kriteria keberhasilan. Berdasarkan penelitian ini peneliti memberikan saran kepada: 1.) Bagi Kepala Sekolah, Dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang mendukung pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling di sekolah. 2.) Bagi Guru BK, Guru BK diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan pelayanan bimbingan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa. 3.) Bagi peserta didik, Bagi peserta didik, dapat memecahkan masalah yang selama ini dialami dan mampu meminimalisir perilaku dirinya sendiri agar kedepannya bisa diperbaiki. 4.) Bagi Peneliti Selanjutnya, Peneliti menyadari masih ada kekurangan pada beberapa bagian yang digunakan untuk membantu proses konseling kelompok Untuk itu diharapkan bagi para peneliti yang berkenan meianjutkan pengembangan pemberian tindakan berupa layanan konseling kelompok dengan teknik problem solving agar lebih selektif dan lebih sempurna untuk diberikan pada siswa. 5.) Wali kelas, dapat melakukan upaya deteksi kondisi siswa khususnya siswa yang mengalami kesulitan belajar, untuk kemudian bekerjasama dengan guru bimbingan konseling agar dapat melakukan upaya penanganan yang tepat. 6.) Orang tua diharapkan dapat ikut berperan dengan memberikan motivasi terhadap anaknya agar anak mampu mencapai hasil belajar yang baik.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing :Drs. Masturi, MM.
                    Uncontrolled Keywords: Kesulitan Belajar, Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Problem Solving.
                    Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: pustakawan umk
                    Tanggal Deposit: 16 Mar 2015 12:38
                    Last Modified: 16 Mar 2015 12:38
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/4296

                    Actions (login required)

                    View Item