Meningkatkan Perkembangan Kecerdasan Moral Anak Usia Prasekolah Dengan Metode Dongeng

Ahyani, Latifah Nur (2012) Meningkatkan Perkembangan Kecerdasan Moral Anak Usia Prasekolah Dengan Metode Dongeng. Seminar Nasional Psikologi Islam. ISSN 978-602-96633-1-0

[img]
Tinjau ulang
Image (JPEG) (Cover) - Published Version
Download (91Kb) | Tinjau ulang
    [img]
    Tinjau ulang
    PDF (Hal. Depan) - Published Version
    Download (268Kb) | Tinjau ulang
      [img]
      Tinjau ulang
      PDF (Artikel) - Published Version
      Download (1051Kb) | Tinjau ulang

        Abstrak

        Anak-anak tumbuh dan berkembang dalam kehidupan yang diwarnai oleh pelanggaran terhadap hak orang lain, kekerasan, pemaksaan, ketidakpedulian, kerancuan antara benar dan salah, baik dan tidak baik, perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dan hal tersebut dapat terjadi karena dalam semua aspek telah terjadi pengabaian terhadap bagian yang sangat mendasar yaitu nilai-nilai moral. Membangun kecerdasan moral sangat penting dilakukan agar suara hati anak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga mereka dapat menangkis pengaruh buruk dari luar. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak usia dini adalah dengan mendongeng. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui metode dongeng dalam meningkatkan perkembangan kecerdasan moral anak usia prasekolah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah hipotesis pertama ada perbedaan tingkat pencapaian kecerdasan moral anak usia prasekolah antara yang mendapatkan penyampaian nilai-nilai moral melalui metode dongeng dengan yang tidak mendapatkan penyampaian nilai-nilai moral melalui metode dongeng, hipotesis kedua ada perbedaan tingkat pencapaian kecerdasan moral anak usia prasekolah sebelum mendapatkan penyampaian nilai-nilai moral melalui metode dongeng dan setelah mendapatkan penyampaian nilai-nilai moral melalui metode dongeng. Subjek penelitian adalah siswa TK B berusia 5 tahun. Jumlah subjek pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama yaitu masing-masing 17 anak, 8 anak berjenis kelamin laki-laki dan 9 anak berjenis kelamin perempuan. Rancangan penelitian ini menggunakan model The Untreated Control Group Design with Pretest and Posttest. Desain ini menggunakan dua kelompok yang diamati yang terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Pengukuran dilakukan dua kali dengan menggunakan instrumen pengukuran kecerdasan moral yaitu sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan sesudah diberikan perlakuan (post-test). Hasil analisis dengan menggunakan teknik analisis covariance (anacova) menunjukkan hipotesis pertama dinyatakan diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan post-test yang signifikan pada level 0,05 antara kelompok yang mendapatkan metode dongeng dengan kelompok yang tidak mendapatkan metode dongeng dengan p = 0,00 (p < 0,05). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa hipotesis kedua dinyatakan diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan nilai pre-test dan pos-test yang signifikan pada level 0,05 pada kelompok yang mendapatkan metode dongeng dengan p = 0,00 (p < 0,05). Hasil analisis menunjukkan besarnya sumbangan metode dongeng terhadap kecerdasan moral anak usia prasekolah adalah 34 %.

        Tipe dokumen: Artikel
        Uncontrolled Keywords: kecerdasan moral, metode dongeng, anak usia prasekolah
        Subjects: FIlsafat. Psikologi. Agama > Psikologi
        FIlsafat. Psikologi. Agama > Psikologi > Psikologi terapan
        Divisions: Fakultas Psikologi > Ilmu Psikologi (S1)
        Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
        Tanggal Deposit: 13 Jul 2015 09:45
        Last Modified: 16 Feb 2017 22:50
        URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/4483

        Actions (login required)

        View Item