Teaching Listening To The Eleventh Grade Students Of Ma Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus In 2014/2015 Academic Year By Using Voice And Acting Game

MUZAZIZAH, ZENI (2015) Teaching Listening To The Eleventh Grade Students Of Ma Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus In 2014/2015 Academic Year By Using Voice And Acting Game. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (467kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (236kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (310kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (501kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (514kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (220kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (206kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (155kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Mendengarkan adalah salah satu kemampuan dalam bahasa inggris dan salah satu cara mempelajari bahasa inggris. Mendengarkan tidak hanya mendengarkan kata-kata. Mendengarkan adalah proses aktif dari merespon sampai berbicara. Pengajaran kemampuan mendengarkan adalah salah satu kemampuan yang paling sulit untuk guru-guru ESL. Pengajaran kemampuan mendengarkan harus didukung dengan penggunaan tehnik yang sesuai. Faktanya, banyak siswa mempunyai kesulitan dalam kemampuan mendengarkan. Mereka tidak dapat memahami dan merespon pembicaraan bahasa inggris dengan baik khususnya pembicara asli. Seorang guru harus mempunyai tehnik yang baik dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan. Berdasarkan fakta diatas, peneliti berfikir bahwa itu akan lebih baik menggunakan permainan suara dan acting untuk menyelesaikan masalah itu. Permainan suara dan akting adalah salah satu jenis permainan drama. Permainan suara dan akting termasuk dalam tehnik bebas yang dimana siswa mendengarkan dan berakting mengikuti suara guru dan suara dubber. Tehnik ini hampir sama dengan tehnik drama dalam pengajaran mendengarkan. Peneliti sangat tertarik dalam menggunakan permainan suara dan akting karena tehnik ini sangat menyenangkan dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah unuk menemukan ada atau tidaknya perbedaan antara kemampuan mendengarkan siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tahun ajaran 2014/2015 sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan permainan suara dan akting. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Peneliti menggunakan satu kelompok pretest posttest. Jumlah subjek yang diteliti ada 38 siswa. Karena dilakukan dalam satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Tes yang digunakan adalah tes tertulis berupa close test atau melengkapi kata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mendengarkan siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tahun ajaran 2014/2015 sebelum diajarkan menggunakan permainan suara dan akting, peneliti menemukan skor maksimal siswa adalah 75, dan skor minimum siswa adalah 30. Perhitungan data menunjukkan rata-rata score adalah 54.55 and standard deviation (SD) adalah 11.2. Itu dapat dikategorikan sebagai “cukup”. Sementara , hasil kemampuan mendengarkan siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tahun ajaran 2014/2015 sesudah diajarkan menggunakan permainan suara dan akting, peneliti menemukan skor maksimal siswa adalah 95, dan skor minimum siswa adalah 60. Perhitungan data menunjukkan rata-rata score adalah 80.5 and standard deviation (SD) adalah 6.84. Itu dapat dikategorikan sebagai “bagus”. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan perhitungan t-test. Hasil dari t-observation (to) adalah 17.87. Berdasarkan (df) 37 dalam tingkatan perbedaan 0.05 t-table (tt) adalah 2.021. Itu menunjukkan bahwa t-observation lebih tinggi dari pada t-table ( to > tt ). Itu menunjukkan bahwa null hypothesisnya ada perbedaan antara kemampuan mendengarkan siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tahun ajaran 2014/2015 sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan permainan suara dan akting disangkal. Dan hypothesisnya ada perbedaan antara kemampuan mendengarkan siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tahun ajaran 2014/2015 sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan permainan suara dan akting diterima. Oleh karena itu, peneliti member saran pada pada guru untuk lebih baik menggunakan permainan suara dan akting dalam pengajaran kemampuan mendengarkan. Jadi, siswa dapat memahami apa yang orang-orang katakana dan meningkatkan kemampuan mendengarkan mereka.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing : Drs. Suprihadi, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Kemampuan Mendengarkan, Permainan Suara dan Akting
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 11 Aug 2015 05:43
Last Modified: 11 Aug 2015 05:43
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/4559

Actions (login required)

View Item View Item