Implementasi Pengangkatan Anak Dan Kedudukan Anak Angkat Dalam Mewarisi Harta Orang Tua Angkat Menurut Hukum Adat Di Kecamatan Kota Kudus

GABRIEL WIGATI, ELROY (2015) Implementasi Pengangkatan Anak Dan Kedudukan Anak Angkat Dalam Mewarisi Harta Orang Tua Angkat Menurut Hukum Adat Di Kecamatan Kota Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (398kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (380kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (184kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (268kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (109kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (157kB) | Tinjau ulang
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Pelaksanaan Pengangkatan anak di setiap daerah di Indonesia berbeda sesuai dengan hukum adat yang berlaku,salah satu daerah itu adalah Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Di daerah ini pengangkatan anak dilakukan dengan cara terang dan tunai, terang artinya pengangkatan anak dilakukan sepengetahuan Kepala Desa, sedangkan tunai adalah pengangkatan anak harus dilengkapi dengan upacara adat yaitu berupa selametan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan mewaris dari anak angkat menurut hukum adat serta tata cara pengangkatan anak di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Empiris dengan spesifikasi penelitian secara Deskriptif analitis dengan menggunakan data primer di samping data sekunder,Metode penentuan sampling adalah Non Random purposive sampling, penulis mengambil sampel : 2 desa,2 keluarga dari masing-masing desa yang melakukan pengangkatan anak Hasil utama dari analisa data yang dilakukan terhadap hasil penelitian adalah sebagai berikut : 1. Tata cara pengangkatan anak di Kabupaten Kudus lebih banyak dilakukan menurut hukum adat yaitu secara terang dan tunai, dimana pengangkatan dilakukan dengan adanya persetujuan kedua belah pihak dan disaksikan Kepala desa serta adanya upacara adat yaitu Selametan. 2. Dengan adanya pengangkatan anak maka menimbulkan akibat hukum terhadap anak angkat tersebut yaitu : a. Kedudukan dalam Hukum Kekeluargaan. Dalam hal ini timbul hak dan kewajiban secara timbal balik antara anak yang diangkat dengan orang tua yang mengangkat. b. Kedudukan dalam Hukum Waris Adat. Dalam hal ini anak angkat di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus memiliki dua kedudukan sekaligus yaitu kedudukan terhadap orang tua angkat, dimana ia berhak untuk mewarisi dari harta gono-gini atau harta pencaharian orang tua angkatnya sedangkan terhadap harta asal atau harta pusaka ia tidak berhak. Sedangkan kedudukannya terhadap orang tua kandung pengangkatan anak tidak mengakibatkan putusnya hubungan antara anak angkat dengan orang tua kandung, maka dalam hal ini anak angkat masih tetap mendapatkan bagian warisan dari orang tua kandungnya.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Masmu'ah, SH.M.Hum
Uncontrolled Keywords: Pengangkatan Anak Adat,Kedudukan Mewaris Anak Angkat.
Subjects: Hukum > Hukum (umum). Hukum secara umum. Yurisprudensi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 12 Sep 2015 05:56
Last Modified: 12 Sep 2015 05:56
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/4802

Actions (login required)

View Item View Item