Upaya Meningkatkan Kecerdasan Emosi Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012

Chusna, Niswatul (2012) Upaya Meningkatkan Kecerdasan Emosi Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (642Kb) | Tinjau ulang
    [img] PDF (BAB I) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (138Kb) | Request a copy
      [img] PDF (BAB II) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (672Kb) | Request a copy
        [img] PDF (BAB III) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (234Kb) | Request a copy
          [img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (439Kb) | Request a copy
            [img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (439Kb) | Request a copy
              [img] PDF (BAB V) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (204Kb) | Request a copy
                [img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
                Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                Download (82Kb) | Request a copy
                  [img]
                  Tinjau ulang
                  PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
                  Download (124Kb) | Tinjau ulang

                    Abstrak

                    Berdasarkan hasil wawancara dengan konselor dijumpai ada sebagian siswa kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus yang mempunyai kecerdasan emosi ‎rendah seperti; egois, mudah tersinggung, suka mengkritik, mudah putus asa saat menghadapi masalah, kurang rasa empati terhadap orang ‎lain, berkata kasar, menyelesaikan masalah dari pikiran bukan perasaan, apabila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan menghambat ‎perkembangan emosi siswa, oleh karena itu peneliti melaksanakan layanan bimbingan kelompok untuk ‎meningkatkan kecerdasan emosi siswa. Permasalahan yang diteliti: Apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus tahun pelajaran ‎‎2011/2012?. Tujuan penelitian: 1). Diperolehnya deskripsi kecerdasan emosi siswa sebelum dan setelah ‎mendapatkan layanan bimbingan kelompok pada kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 ‎Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012, 2). Diperolehnya peningkatan kecerdasan emosi siswa melalui layanan ‎bimbingan kelompok pada kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus Tahun ‎Pelajaran 2011/2012.‎ Kegunaan penelitian ini adalah: ‎1. Kegunaan Teoritik: Diharapkan dapat melengkapi referensi yang ada ‎sehingga ‎memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan di ‎sekolah khususnya dalam ‎bidang bimbingan dan konseling. 2. Kegunaan Praktis: ‎‎1) Bagi Kepala Sekolah, dapat digunakan kepala sekolah untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang mendukung pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. ‎2) Bagi Konselor, dapat digunakan sebagai pegangan atau pedoman melaksanakan layanan ‎bimbingan kelompok dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosi siswa.‎ 3). Bagi Orang Tua, dapat digunakan sebagai pedoman atau pegangan dalam membimbing putra-putrinya menjadi anak yang memiliki kecerdasan emosi yang baik. 4) Bagi Siswa, siswa memiliki kecerdasan emosi yang baik setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok. 5). Bagi Peneliti, sebagai acuan dalam membantu siswa untuk meningkatkan kecerdasan emosi. Hipotesis Tindakan ini adalah: “Melalui layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran ‎‎2011/2012”. Subjek penelitian ini siswa kelas XI Pemasaran 1, sebanyak 8 siswa yang mempunyai kecerdasan emosi yang ‎rendah yang diperoleh berdasarkan wawancara dan observasi. Variabel penelitian: bimbingan ‎kelompok (variabel bebas) dan kecerdasan emosi (variabel terikat). Metode ‎pengumpulan data metode pokok observasi, metode pendukung yaitu wawancara ‎dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Penelitian ‎dilakukan 2 siklus (siklus I dan siklus II) setiap siklus 2 pertemuan membahas 4 ‎materi dengan alokasi waktu 45 menit.‎ Berdasarkan hasil observasi sebelum tindakan bimbingan kelompok ‎kecerdasan emosi siswa rendah dan masuk dalam kategori kurang dengan hasil ‎rata-rata 44,6%. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok pada siklus I ‎pertemuan pertama kecerdasan emosi siswa meningkat dari 44,6% menjadi 47,4% dengan ‎kategori kurang, pada pertemuan kedua kecerdasan emosi siswa meningkat dari 47,4% ‎menjadi 52,1% dengan kategori cukup. Sedangkan pada siklus II pertemuan ‎pertama kecerdasan emosi siswa meningkat dari 52,1% menjadi 66,7% dengan kategori ‎cukup, pada pertemuan kedua kecerdasan emosi siswa memperoleh peningkatan dari 66,7% ‎menjadi 81% dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan layanan bimbingan ‎kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa kelas ‎XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa kelas XI Pemasaran 1 SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Dengan demikian ‎hipotesis yang diajukan dapat diterima karena telah teruji kebenarannya. Melihat ‎temuan dilapangan, peneliti memberikan saran kepada: 1. Kepala sekolah, ‎diharapkan kepala sekolah memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung agar program layanan bimbingan dan ‎konseling dapat berjalan dengan baik. 2. Konselor, ‎diharapkan agar konselor sekolah memberikan layanan bimbingan kelompok ‎konseling secara intensif sesuai dengan kebutuhan siswa agar potensi siswa dapat ‎berkembang secara optimal. 3. Orang Tua, diharapkan mampu meningkatkan kecerdasan emosi dalam mendidik anak, ‎dengan cara melatih anak utuk mengendalikan diri dalam setiap mengatasi masalah‎, ‎dan melatih anak untuk ‎‏belajar berkomunikasi secara santun‏.‏ 4. Siswa, ‎ diharapkan siswa sering berkomunikasi dengan teman-teman dan orang-orang ‎yang ada ‎dilingkungan sekitar agar semakin menanmbah keterampilan ‎komunikasi, ‎keterampilan sosial dan juga dapat meningkatkan kecerdasan ‎emosinya. 5. Peneliti, perlu diadakan penelitian lebih lanjut dan lebih lengkap yang berkaitan dengan ‎kecerdasan emosi maupun masalah lainnya dengan menggunakan layanan ‎bimbingan kelompok.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Dosen Pembimbing I Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd., dosen Pembimbing II Dra. Hj. Sutarti, SE, MM
                    Uncontrolled Keywords: Kecerdasan Emosi; Bimbingan Kelompok
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: Users 1245 tidak ditemukan.
                    Tanggal Deposit: 07 Nov 2012 12:29
                    Last Modified: 07 Nov 2012 12:29
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/492

                    Actions (login required)

                    View Item