Penerapan Model Konseling Reality Therapy dalam Mengatasi Siswa Suka Berkelahi di Kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012

Sudarsono, - (2012) Penerapan Model Konseling Reality Therapy dalam Mengatasi Siswa Suka Berkelahi di Kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (344kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (110kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (204kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (111kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (261kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (60kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (40kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (33kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (850kB) | Request a copy
[img] Microsoft PowerPoint (Presentasi Ujian) - Accepted Version
Download (3MB)

Abstrak

Prestasi belajar siswa kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus ada kecenderungan di bawah kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah. Rendahnya prestasi belajar siswa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya siswa yang suka berkelahi. Salah satu bentuk bantuan guru pembimbing kepada konseli adalah mengubah perilaku suka berkelahi menjadi perilaku normal dan baik hati. Di antara teknik bimbingan dan konseling untuk mengubah perilaku siswa yang suka berkelahi yaitu dengan memberikan layanan konseling individu dengan pendekatan konseling reality therapy. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah: Apakah penerapan model konseling Reality Therapy dapat mengatasi siswa yang suka berkelahi di kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus tahun pelajaran 2011/2012? Dan tujuan dari penelitian ini adalah : 1.Untuk mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan siswa suka berkelahi di kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus tahun pelajaran 2011/2012. 2.Untuk membantu mengatasi siswa yang suka berkelahi di kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus tahun pelajaran 2011/2012 dengan penerapan model konseling Reality Theraphy. Sedangkan yang menjadi manfaat Teoritis dalam penelitian ini adalah: 1. Memberikan wawasan keilmuan khususnya yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling, lebih khusus wawasan ini menyangkut tentang upaya penanganan siswa suka berkelahi, melalui penerapan konseling Reality Therapy. 2. Menjadi dasar pijakan untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Dan manfaat praktis adalah: 1. Dapat menerapkan teori model konseling Reality Theraphy dalam layanan konseling, khususnya dalam penanganan perilaku suka berkelahi siswa di MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus. 2. Membantu kepada guru mata pelajaran/wali kelas tentang penanganan perilaku siswa yang suka berkelahi di VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus. 3. Membantu orang tua siswa dalam membimbing putra putrinya yang memiliki perilaku suka berkelahi. 4. Membantu siswa untuk mengenali potensi dirinya termasuk kelebihan dan kekurangannya sehingga tidak berperilaku suka berkelahi. Sesuai dengan judul penelitian, maka ruang lingkup penelitian adalah penerapan konseling reality therapy dan perkelahian siswa. Jenis penelitian studi kasus. Pendekatan penelitian dilakukan dengan cara kualitatif deskriftif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian adalah: 3 (tiga) konseli, kelas VIII MTs.NU Sunan Muria Dawe Kudus tahun pelajaran 2011/2012 yang mengalami atau punya masalah suka berkelahi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: konseli 1 mengalami suka berkelahi disebabkan kontrol diri kurang, kurang disiplin, sulit memusatkan perhatian, suka mengejek temannya, sering tidak mengikuti petunjuk bapak/ibu guru di sekolah. Konseli 2 mengalami suka berkelahi disebabkan karena kontrol diri kurang sehingga mudah mendapat pengaruh dari luar, sering membuat keributan di kelas, motivasi belajar rendah dan suka memaksa teman-temannya. Sedangkan Konseli 3 Kontrol diri kurang, kurang disiplin, suka mengejek temannya, sering tidak mengikuti petunjuk bapak/ibu guru di sekolah.Melalui penerapan model konseling Reality Therapy dengan memakai pendekatan prosedur WDEP, maka konseli menyadari dan memahami bahwa selama ini sikapnya salah yang dapat merugikan dirinya sendiri dan merugikan orang lain. Konseli berkomitmen untuk merubah tingkah lakunya dari yang suka berkelahi menjadi prilaku yang sopan, santun, ramah tamah serta menjunjung tinggi persaudaraan serta pertemanan. Hasil pembahasan dari konseli 1 dari suka berkelahi karena kurang bisa mengontrol emosi, malas belajar, menjadi siswa yang baik, sopan dan menjunjung tinggi persahabatan dan tumbuhnya motivasi belajar Konseli 2 kontrol diri yang kurang, suka membuat keributan di kelas, menjadi anak yang sopan, menghargai bapak/ibu guru, teman, dan tumbuhnya motivasi belajar Konseli 3 dari suka berkelahi karena tidak bisa kontrol diri, kurang disiplin, suka mengejek teman, menjadi siswa yang sopan, hormat dengan bapk/ibu guru, teman, dan tumbuhnya motivasi belajar. Disarankan kepada:1. Kepala Sekolah hendaknya turut mendeteksi secara dini gejala-gejala yang mengarah kepada perilaku siswa yang suka berkelahi sehingga dapat menentukan langkah-langkah untuk menangani siswa yang suka berkelahi. Di samping itu memberi kesempatan kepada guru pembimbing/konselor untuk mengikuti penataran dan pelatihan tentang bimbingan dan konseling supaya dapat menambah wawasan dan pengalaman serta mampu melaksanakan tugas secara professional. 2. Guru pembimbing hendaknya dapat mendeteksi secara dini siswa-siswi yang memiliki gejala suka berkelahi serta memberikan layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan pendekatan reality therapy. 3. Orang tua/wali murid hendaknya turut mendeteksi anak-anaknya di rumah yang memiliki gejala perilaku suka berkelahi sehingga dapat terdeteksi sejak dini dan dapat bersama-sama sekolah untuk membantu dalam memecahkan dan menangani permasalahannya dengan efektif dan efisien. 4. Siswa-siswi yang merasa memiliki perilaku suka berkelahi dapat meminta layanan bimbingan konseling agar perilaku suka berkelahinya dapat berubah menjadi perilaku yang sopan, santun, ramah tamah, baik hati, cinta perdamaian, serta menjunjung tinggi rasa persaudaraan.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing I: Drs. Masturi, M.M, Pembimbing II:Drs. Arista Kiswantoro
Uncontrolled Keywords: Siswa Berkelahi; Model Konseling Reality Therapy
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Kehidupan sekolah. Perilaku dan kebiasaan siswa
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Users 2 tidak ditemukan.
Tanggal Deposit: 08 Nov 2012 05:15
Last Modified: 08 Nov 2012 05:15
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/501

Actions (login required)

View Item View Item