Balloon Face Game: An Innovative Game In Listening Teaching Process (A Classroom Action Resaerch Of Tenth 1 Graders Of Sman 1 Nalumsari Jepara In 2014/2015 Academic Year

SARI, ISTIQOMAH WULAN (2016) Balloon Face Game: An Innovative Game In Listening Teaching Process (A Classroom Action Resaerch Of Tenth 1 Graders Of Sman 1 Nalumsari Jepara In 2014/2015 Academic Year. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (654Kb)
    [img] PDF (BAB 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (218Kb) | Request a copy
      [img] PDF (BAB 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (263Kb) | Request a copy
        [img] PDF (BAB 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (385Kb) | Request a copy
          [img] PDF (BAB 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (671Kb) | Request a copy
            [img] PDF (BAB 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (283Kb) | Request a copy
              [img] PDF (BAB 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (176Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (162Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (1290Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Mendengarkan adalah segala tindakan tetapi suatu aktifitas yang pasif. Mendengarkan merupakan hal yang komplek, proses keaktifan yang mana pendengar harus membedakan antara berbagai suara, memahami kosa kata, dan struktur tata bahasa, menafsirkan tekanan dan intonasi, mengumpulkan semuanya dan menafsirkan secara langsung pada konteks ucapannya. Agar para siswa tidak menganggap bahwa mendengarkan itu sulit, suatu pengetahuan tentang strategi yang efektif dari pemahaman mendengarkan dapat membantu para siswa pada pemakaian bahasa yang mereka terima. Strateginya adalah menggunakan permainan di dalam proses pengajaran mendengarkan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kejadian yang dihasilkan oleh para siswa di dalam proses belajar mengajar dari mendengarkan dengan menggunakan permainan wajah balon. Tujuan khususnya adalah bagaimana permainan Balloon Face digunakan oleh guru di dalam proses belajar mengajar dari mendengarkan. Penulis merancang penelitian ini dengan model penelitian tindakan kelas. Penulis melakukan penelitian ke dalam model siklus berdasarkan Kemmis dan Mc Taggart (rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi). Penelitian ini ada dua jenis data. Data quantitatif (data angka/numerik) dan data qualitatif (data non-numerik). Data numerik didapatkan dari skor daftar pertanyaan dan data non-numerik dikumpulkan melalui observasi. Penulis menganalisis data non-numerik (qualitatif) dengan cara penggambaran. Di dalam menganalisis data numerik (quantitatif) penulis menggunakan metode statistik. Untuk menganalisis jawaban dari daftar pertanyaan, penulis menggunakan skala Guttman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keefektifan dari permainan Balloon Face yang diterapkan dalam proses belajar mengajar mendengarkan siswa kelas X1 SMAN 1 Nalumsari Jepara tahun ajaran 2014/2015 dapat dikatakan sukses. Tujuan atau target telah dicapainya yaitu beberapa kriteria yang ditentukan untuk mengukur keefektifan. Dapat dilihat dari respon siswa setelah implementasi permainan Balloon Face. Respon siswa di siklus 1 menunjukkan respon yang sangat baik. Di atas 85% siswa sangat menyukai belajar Bahasa Inggris melalui permainan yaitu permainan Balloon Face. Di siklus 2, hasil kuesioner menunjukkan pula respon yang sangat baik. Selain respon siswa melalui kuesioner, keefektifan permainan Balloon Face dapat dilihat pula dari tes yang diberikan guru dan kenyataannya nilai para siswa mencapai kriteria KKM. Dari rekapitulasi nilai di siklus 1 dan 2 yaitu nilai rata-rata siswa naik dari 78,4375 menjadi 92,06. Peneliti menemukan kelebihan dan kekurangan yang terjadi ketika siswa melaksanakan permainan Balloon Face. Siklus 1 ada kelemahan dari media. Tetapi dari hasil siklus 2 guru dan peneliti tidak menemukan kelemahan. Malahan kekurangan di siklus 1 menjadi kelebihan di siklus 2. Dari observasi siklus 2 peneliti menemukan beberapa kondisi dan fakta yang mana semuanya berbeda dengan siklus sebelumnya. Penulis menemukan ada respon yang baik terhadap guru. Peneliti menemukan perbedaan dalam beberapa aspek. Pertama, para siswa lebih antusias dalam proses belajar mengajar. Itu dapat dilihat dari para siswa yang ingin menjadi partisipan untuk melakukan instruksi di depan kelas. Guru selalu memberikan semangat dan motivasi agar siswa dapat berpartisipasi dengan baik selama permainan. Kedua, guru memberikan instruksi yang sama dalam melakukan permainan. Maka mereka dapat dikontrol dengan mudah. Mereka juga terlihat fokus pada instruksi guru sebab mereka ingin menjadi grup pemenang dan memperbaiki kesalahan mereka pada siklus sebelumnya.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Drs. Suprihadi, M.Pd
                    Uncontrolled Keywords: Mendengarkan dan permainan
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
                    Depositing User: pustakawan umk
                    Tanggal Deposit: 20 Jun 2016 11:34
                    Last Modified: 20 Jun 2016 11:34
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/5143

                    Actions (login required)

                    View Item