Studi Kasus Penerapan Model Konseling Client Centered untuk Mengatasi Siswa yang Sering Menyontek pada Siswa Kelas X SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun pelajaran 2011/2012

Yusuf, Ahmad (2012) Studi Kasus Penerapan Model Konseling Client Centered untuk Mengatasi Siswa yang Sering Menyontek pada Siswa Kelas X SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara Tahun pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (191kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (99kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (448kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (141kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (269kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (178kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (126kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (34kB) | Tinjau ulang
[img] Other (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (5MB) | Request a copy
[img] Microsoft PowerPoint (Presentasi Ujian) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (403kB) | Request a copy

Abstrak

Pada dasarnya siswa yang telah terbiasa melakukan perilaku menyontek akan sangat sulit meninggalkannya. Sebaliknya, siswa lain yang tidak menyontek namun melihat perilaku siswa lain yang menyontek maka seperti masuk dalam pusaran angin dan terjebak didalamnya. Siswa tidak dapat sepenuhnya disalahkan dalam masalah ini. Pada saat peneliti melakukan observasi dengan guru mapel di SMA Islam Sultan agung 2 Kalinyamatan Jepara, ditemukan fenomena prilaku siswa menyontek. Ada beberapa bentuk prilaku menyontek yang dilakukan siswa seperti menyalin hasil pekerjaan orang lain pada saat tes dilakukan dan menggunakan catatan kecil pada saat tes dilaksanakan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diteliti dirumuskan : 1. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan siswa sering menyontek? 2. Apakah model konseling Client Centered bisa mengatasi kebiasaan menyontek pada siswa kelas X di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara tahun pelajaran 2012?. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Menemukan faktor-faktor penyebab menyontek pada siswa kelas X di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara tahun pelajaran 2012. 2. Mendeskripsikan keefektifan model konseling Client Centered untuk mengatasi kebiasaan menyontek pada siswa kelas X di SMA Islam Sultan Agung 2 Kalinyamatan Jepara tahun pelajaran 2012. Kegunaan penelitian ini yaitu bagi: siswa, dapat memecahkan masalah yang selama ini dialami yaitu kebiasaan menyontek. Guru Pembimbing, dapat digunakan untuk memperoleh alternatif pemecahan masalah siswa dengan penerapan model konseling Client Centered untuk mengatasi siswa yang menyontek. Penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian tiga siswa yang sering menyontek. yaitu AN, NW, DA. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, wawancara, observasi, dan kunjungan rumah. Pembahasan faktor-faktor penyebab siswa menyontek sebagai berikut: Klien 1 (AN) motivasi belajar yang kurang, dan kurang perhatian dari orangtua. Klien 2 (NW) motivasi belajar yang kurang, belum bisa membagi waktu antara belajar dengan membantu orangtua jualan. Klien 3 (DA) motivasi belajar yang kurang, belum bisa membagi waktu antara belajar dengan bermain. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Klien 1 (AN) mengalami kebiasaan menyontek disebabkan karena motivasi belajar yang kurang, dan juga kurang perhatian dari orangtua. Klien 2 (NW) mengalami kebiasaan menyontek disebabkan karena motivasi belajar yang kurang, belum bisa membagi waktu antara belajar dengan membantu orangtua jualan. Klien 3 (DA) mengalami kebiasaan menyontek disebabkan karena motivasi belajar yang kurang, belum bisa membagi waktu antara belajar dengan bermain. Melaui pendekatan Client Centered dengan menggunakan teknik reflection yaitu dengan cara konselor merespon perasaan dalam pernyataan klien sebagai upaya Cheking persepsi setelah konseling agar klien mengetahui dan memahami perasaannya sendiri. Sesuai dengan teknik ini adalah memberi kebebasan klien dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab yaitu Siswa yang semula malas belajar dan malas berpikir sendiri setelah diberikan layanan konseling client centered, klien menjadi tidak menyontek. Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti memberikan saran Kepada : 1. Kepala sekolah perlu memberikan penegasan agar siswa tidak menyontek. 2. Konselor selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya mereka yang sering menyontek atau malas berpikir sendiri. Selain itu perlunya bimbingan kepribadian di sekolah. 3. Wali Kelas hendaknya lebih peka terhadap siswa yang kebiasaan menyontek 4. Siswa diharapkan bisa belajar lebih rajin sehingga kalau ulangan tidak menyontek. 5. Orangtua hendaknya selalu memperhatikan siswa agar selalu belajar.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing I: Dra. Sumarwiyah, M.Pd., Pembimbing II : Drs. Sunardi
Uncontrolled Keywords: Menyontek; Model Konseling Client Centered.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Sekolah menengah atas (SMA)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Users 2 tidak ditemukan.
Tanggal Deposit: 10 Nov 2012 04:41
Last Modified: 10 Nov 2012 04:41
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/520

Actions (login required)

View Item View Item