Studi Kasus Penerapan Model Konseling Behavior untuk Mengatasi Siswa yang Tidak Disiplin Dalam Tata Tertib Kelas V SD N 2 Blimbing Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012

Puspitowardani, Heri (2012) Studi Kasus Penerapan Model Konseling Behavior untuk Mengatasi Siswa yang Tidak Disiplin Dalam Tata Tertib Kelas V SD N 2 Blimbing Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (499kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (114kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (204kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (166kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (189kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (115kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (76kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (72kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] Microsoft PowerPoint (Presentasi Ujian) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (465kB) | Request a copy

Abstrak

Munculnya pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa akan menghambat belajarnya di sekolah. Akan tetapi hal itu tidak disadari bahkan t diabaikan oleh sebagian siswa. Terlebih jika hal tersebut tidak mendapatkan penanganan yang cukup serius dari pihak sekolah. Pelanggaran disiplin dalam tata tertib yang sering dilakukan siswa SD 2 Blimbing Kidul Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012 khususnya dikelas 5 adalah sering tidur di dalam kelas, terlambat berangkat ke sekolah dan tidak berangkat ke sekolah tanpa surat keterangan atau membolos. Salah satu pelanggaran disiplin dalam tata tertib yang harus segera diatasi adalah seringnya terlambat masuk sekolah. Perbuatan terlambat masuk sekolah akan mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu diperlukan bantuan khusus yaitu layanan konseling individu agar permasalahan siswa terlambat masuk sekolah dapat teratasi. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengubah perilaku siswa yang tidak disiplin dalam tata tertib sekolah adalah teknik konseling behavior dengan harapan bisa mengubah perilaku yang tidak sesuai dan harus menjadi perilaku sesuai dengan norma kehidupan sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diteliti dirumuskan : Apakah dengan penerapan model konseling Behavior dapat mengatasi siswa yang tidak disiplin dalam tata tertib kelas V SD Negeri 2 Blimbing Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012? Tujuan penelitian ini adalah 1. Mendeskripsikan penyebab siswa tidak disiplin dalam tata tertib sekolah 2. Mengatasi siswa yang tidak disiplin dalam tata tertib kelas V SD 2 Negeri Blimbing Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian tiga siswa yang tidak disiplin dalam tata tertib sekolah yaitu DI, SK, SN. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, dan kunjungan rumah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan faktor penyebab kurangnya sikap disiplin dalam tata tertib sekolah sebagai berikut: 1. Kasus Konseli I (DI) a) Faktor penyebab (DI) sering tidur dalam kelas, (DI) sering keluar malam untuk bermain dengan temannya, (DI) merasa kesepian kalau berada di dalam rumah semenjak kakaknya pergi bekerja di jakarta. b) Hasil penerapan konseling behavior. Dari hasil penerapan layanan konseling individu yang menggunakan model pendekatan konseling behavior, maka dapat dihasilkan beberapa kesepakatan perjanjian atau kontrak terhadap (DI) serta perubahan tingkah laku pada diri (DI) sehingga(DI) tidak sering tidur dalam kelas serta tidak sering keluar malam hingga larut malam.2.Kasus Konseli II (SK) a) Faktor penyebab SK sering datang terlambat kesekolah : (SK) sering mengurusi adiknya kalau setiap pagi, (SK) kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya. b) Dari hasil pelaksanaan layanan konseling individu yang menggunakan pendekatan konseling behavior, maka dapat dihasilkan beberapa kesepakatan perjanjian atau kontrak terhadap (SK) serta perubahan tingkah laku pada diri SK sehingga SK tidak sering datang terlambat masuk sekolah. 3.Kasus Konseli III (SN) a) Faktor penyebab (SN) sering menggangu temannya dan sering tidak berangkat ke sekolah tanpa surat keterangan: Orang tua (SN) bekerja sebagai komite sekolah jadi (SN) seenaknya sendiri. (SN) terlalu dimanja oleh kedua orang tuannya. b) Hasil dari penerapan pendekatan konseling behavior maka dapat dihasilkan beberapa kesepakatan perjanjian atau kontrak terhadap SN serta perubahan tingkah laku pada diri SN sehingga SN tidak sering mengganggu temannya serta tidak sering tidak berangkat kesekolah tanpa surat keterangan yang jelas. Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti memberikan saran Kepada (1) Kepala sekolah hendaknya memberikan sarana dan prasarana untuk menunjang setiap guru kelas di dalam tercapainya proses pembelajaran di sekolah dengan lancar.(2) Kepada Guru kelas memberikan perhatian yang positif khusunya terhadap anak yang memiliki masalah dalam hal ketidak disiplinan dalam tata tertib sekolah,Tingkatan pemantauan perkembangan baik akademik maupun siswa yang behubungan dengan kedisiplinan,Penerapan model konseling behavior atau terapi tingkah laku sangatlah cocok dalam menangani masalah kedisiplinan siswa. (3) Kepada Orang tua peran orang tua sangatlah penting didalam membentuk karakter anak didalam rumah maupun diluar rumah, memberikan perhatian yang postif terhadap perkembangan anak dan memantau dengan siapa saja sehari-hari anak bermain atau bergaul serta menjalin kerja sama dengan sekolah dengan cara saling memberikan informasi mengenai perkembangannya baik di rumah maupun di sekolah.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Dosen Pembimbing : 1. Dra. Hj. Sutarti, SE.MM, 2. Drs. Masturi, MM.
Uncontrolled Keywords: Konseling Behavior; Tidak Disiplin dalam Tata tertib Sekolah
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Pendidikan dasar
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Kehidupan sekolah. Perilaku dan kebiasaan siswa
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Users 2 tidak ditemukan.
Tanggal Deposit: 10 Nov 2012 06:12
Last Modified: 10 Nov 2012 06:12
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/527

Actions (login required)

View Item View Item