Gadai Atas Tanah Pertanian Pada Suku Adat Kayuagung Sumatera Selatan

Gunawan, Edi (2016) Gadai Atas Tanah Pertanian Pada Suku Adat Kayuagung Sumatera Selatan. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (376kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (265kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (167kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (191kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (237kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (154kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (151kB) | Tinjau ulang
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Skripsi dengan judul Gadai Atas Tanah Pertanian Pada Suku Adat Kayuagung Sumatera Selatan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gadai tanah pertanian menurut hukum Adat, serta penyelesainya jika terjadi sengketa atas gadai tanah pertanian di Suku Adat Kayuagung. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Empiris dengan spesifikasi penelitian secara Deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penentuan sampling adalah purposive Non Random Sampling. Penulis mengambil sampel : 3 Desa, 3 Keluarga dari masing-masing Desa yang melakukan pergadaian tanah yaitu Desa Muaraburnai II, Muaraburnai I dan Desa Lubuk Seberuk. Hasil utama dari analisa data yang dilakukan terhadap hasil penelitian adalah tata cara pada saat melakukan gadai tanah pertanian pada Adat kayuagung, perjanjian ini hanya dibuat dalam bentuk lisan.Walaupun dibuat secara lisan masyarakat Adat Kayuagung menganggap perjanjian tersebut terdapat keabsahan bagi para pihak. Sebelum adanya kata sepakat masing-masing pihak wajib menghadirkan saksi untuk memastikan diantara mereka pernah melakukan perjanjian gadai. Kehadiran saksi dalam praktek biasanya diperoleh dari keluarga sedarah atau family jauh, peran saksi dapat digunakan sebagai alat bukti, apabila dari salah satu pihak ada yang menyimpang dari perjanjian, maka peran saksi dapat memberi dukungan kepada pihak yang lemah. Selain peran saksi yang dijelaskan di atas juga mempunyai hak untuk mewakili penebusan obyek gadai, apabila pemberi gadai belum sanggup untuk menebus tanah yang pernah dijaminkanya. Penyelesaian sengketa dilakukan secara kekeluargaan dihadapan Ketua Adat Kayuagung. Ketua Adat memberikan keputusan yang harus dipatuhi oleh para pihak.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing; Masmu'ah, M.Hum
Uncontrolled Keywords: Gadai Tanah Adat Kayuagung
Subjects: Hukum > Hukum (umum). Hukum secara umum. Yurisprudensi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 25 Jul 2016 01:34
Last Modified: 25 Jul 2016 01:34
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/5708

Actions (login required)

View Item View Item