Penerapan Model Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Siswa Kelas V Sd 1 Cendono

Kumala Devi , Swastantika (2016) Penerapan Model Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Siswa Kelas V Sd 1 Cendono. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal. Judul)
Download (918Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (261Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (393Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (525Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (1604Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (369Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (259Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (193Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (5Mb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mendeskripsikan Peningkatan Keterampilan Guru, Aktivitas Siswa, Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD 1 Cendono Pada Pembelajaran Berbicara Materi Persoalan Faktual Dengan Menerapkan Model Mind Mapping Berbantuan Audio Visual. Berdasarkan Uraian Tersebut, Peneliti Akan Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas Dengan Judul “Penerapan Model Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Bencana Untuk Meningkatkan Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Siswa Kelas V SD 1 Cendono”. Model Pembelajaran Mind Mapping Adalah Model Pembelajaran Yang Melibatkan Semua Siswa Untuk Mencabangkan Ide Pokok Pikiran. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Yaitu (1) Guru Menyiapkan Video Yang Akan Ditampilkan, (2) Guru Meminta Siswa Membuat Center Masalah Di Kertas, (3) Guru Meminta Siswa Mencabangkan Center Masalah Dengan Cabang-Cabang Fakta Yang Terdapat Dalam Masalah, (4) Masing-Masing Siswa Mencabangkan Fakta Dengan Pendapat Dan Saran, (5) Setelah Selesai Siswa Mempresentasikan Di Depan Kelas Secara Spontan Tanpa Kertas, (6) Guru Dan Siswa Memberikan Kesimpulan Dan (7) Evaluasi. Model Ini Akan Diterapkan Dalam Pembelajaran Berbicara Materi Persoalan Faktual Siswa Kelas V. Berbicara Merupakan Salah Satu Aspek Keterampilan Di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam Pembelajaran Berbicara Di Kelas 5 SD Terdapat Materi Persoalan Faktual. Persoalan Faktual Merupakan Persoalan Yang Mengandung Fakta, Benar-Benar Terjadi Di Masyarakat Dan Diselesaikan Dengan Tanggapan Serta Saran Yang Logis. Hipotesis Tindakan Dalam Penelitian Ini Adalah Penerapan Model Mind Mapping Dapat Meningkatkan Keterampilan Guru, Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Berbicara Materi Persoalan Faktual Siswa Kelas V SD 1 Cendono. Jenis Penelitian Ini Adalah Penelitian Tindakan Kelas Dengan Subjek Siswa Kelas V SD 1 Cendono Kudus Yang Dilaksanakan Pada Oktober 2015 Sampai Juni 2016. Penelitian Ini Dilaksanakan Dalam 2 Siklus Dengan Menggunakan Metode Pengumpulan Data Berupa Wawancara, Tes, Observasi Dan Dokumentasi. Instrumen Yang Digunakan Berupa Lembar Wawancara, Soal Evaluasi Dan Lembar Observasi. Teknik Analisis Yang Digunakan Yaitu Teknik Analisis Data Kualitatif Dan Kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan Dengan Menggunakan Model Mind Mapping Dapat Meningkatkan Keterampilan Guru Mengelola Pembelajaran, Aktivitas Belajar Siswa, Dan Hasil Pembelajaran Berbicara Siswa. Hal Ini Dapat Dilihat Dari Terpenuhinya Indikator Keberhasilan Sebagai Berikut. (1) Peningkatan Keterampilan Guru Mengelola Pembelajaran Pada Siklus I Ke Siklus II Meningkat Dari Persentase 71,2% Menjadi 89,4%. (2) Aktivitas Siswa Juga Meningkat Dilihat Dari Persentase Peningkatan Nilai Ketuntasan Pada Siklus I Ke Siklus II Yaitu Dari 67% Menjadi 88%. (3) Pembelajaran Berbicara Juga Meningkat Dilihat Dari Persentase Peningkatan Nilai Ketuntasan Kelas Pada Siklus I Ke Siklus II Yaitu Dari 55,6% Menjadi 94%. Simpulan Dalam Penelitian Ini Yaitu Terdapat Peningkatan Dalam Pembelajaran Berbicara Materi Persoalan Faktual Dengan Menerapkan Model Mind Mapping Berbantuan Audio Visual. Saran Dalam Penelitian Ini, Siswa Hendaknya Bisa Menanamkan Rasa Senang Pada Pembelajaran Terutama Pembelajaran Berbicara, Karena Pembelajaran Berbicara Dapat Melatih Siswa Untuk Menjadi Pembicara Yang Bertutur Baik. Bagi Guru Hendaknya Menggunakan Model Pembelajaran Inovatif Yang Sesuai Dengan Karakteristik Siswa Dan Dapat Merangsang Siswa Agar Mau Belajar. Bagi Sekolah Hendaknya Memberikan Kesempatan Kepada Guru-Guru Agar Aktif Mengikuti Kegiatan-Kegiatan Yang Dapat Menambah Wawasan Dan Pengetahuan Guru, Baik Dari Materi Pelajaran Maupun Model Pembelajaran. PENDAHULUAN Penelitian Tindakan Kelas Ini Diawali Dari Kurang Semangatnya Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Di Kelas Dikarenakan Kurangnya Variasi Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Sehingga Berpengaruh Pada Hasil Belajar Siswa Yang Rendah. Akibatnya, Siswa Tidak Terbiasa Untuk Berbicara Di Depan Kelas. Hal Ini Terlihat Dari Nilai Siswa Yang Masih Tergolong Rendah Atau Tidak Mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), Yaitu 70. Sebanyak 7 Dari 18 Siswa Atau Sekitar 38.85% Siswa Sudah Mendapatkan Nilai Di Atas Batas Minimal Sedangkan 11 Dari 18 Siswa Atau Sekitar 61.15% Belum Mendapatkan Nilai Mencapai Batas Minimal Atau KKM Untuk Keterampilan Berbicara Mereka. Rumusan Masalah Dalam Penelitian Ini Yaitu (1) Bagaimanakah Penerapan Model Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Dapat Meningkatkan Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD 1 Cendono? (2) Bagaimanakah Penerapan Model Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Dapat Meningkatkan Aktivitas Siswa Pada Pembelajaran Persoalan Faktual Di Kelas V SD 1 Cendono? (3) Bagaimanakah Peningkatan Pembelajaran Berbicara Tentang Persoalan Faktual Melalui Penerapan Model Mind Mapping Berbantuan Audio Visual Di Kelas V SD 1 Cendono. LANDASAN TEORI Slameto (2010: 2) Menyatakan, “Belajar Adalah Suatu Proses Usaha Yang Dilakukan Individu Untuk Memperoleh Suatu Perubahan Tingkah Laku Yang Baru Secara Keseluruhan, Sebagai Hasil Pengalaman Individu Itu Sendiri Dalam Interaksi Dengan Lingkungannya”. Bagi Seorang Behavioris, Belajar Pada Dasarnya Adalah Menghubungkan Sebuah Respons Tertentu Pada Sebuah Stimulus Yang Tadinya Tidak Berhubungan. Gagne (Dalam Ratna, 2011: 2) Mengungkapkan Pengertian Belajar Yaitu Suatu Proses Dimana Suatu Organisasi Berbuah Perilakunya Sebagai Akibat Pegalaman. Berdasarkan Pendapat Pakar, Belajar Dapat Dikatakan Sebagai Suatu Proses Berfikir Yang Sangat Kompleks Yang Ditandai Dengan Adanya Tahapan Perubahan Tingkah Laku Individu Agar Menjadi Lebih Baik Dari Sebelumnya Sebagai Hasil Pengalaman Dan Interaksi Dengan Lingkungannya Yang Menyangkut Aspek Kognitif, Afektif, Dan Psikomotorik. Pembelajaran Terdiri Dari Beberapa Unsur-Unsur Berupa Peserta Didik, Pendidik, Sarana Dan Prasarana Serta Prosedur Yang Semuanya Saling Berkaitan Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Pembelajaran Pada Hakekatnya Adalah Suatu Proses Interaksi Antara Anak Dengan Anak, Anak Dengan Sumber Belajar, Dan Anak Dengan Pendidik (Asep, Dkk. 2010: 19). Dalam Penelitian Ini, Peneliti Akan Meneliti Pada Keterampilan Berbicara Kelas V SD 1 Cendono. Keterampilan Berbicara Adalah Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Atau Pikiran Dan Perasaan Kepada Seseorang Atau Kelompok Secara Lisan, Baik Secara Berhadapan Ataupun Dengan Jarak Jauh (Jailani, 2011: 40). Menurut Larry (2015: 63) Beberapa Persamaan Yang Dimiliki Oleh Para Konversasionalis Terbaik, Yaitu: (A) Mereka Memandang Suatu Hal Dari Sudut Pandang Yang Baru, Mengambil Titik Pandang Yang Tak Terduga Pada Hal-Hal Yang Umum, (B) Mereka Mempunyai Cakrawala Luas Dan Memikirkan Serta Membicarakan Isu-Isu Dan Beragam Pengalaman Di Luar Kehidupan Mereka Sehari-Hari, (C) Mereka Antusias, Menunjukan Minat Besar Pada Apa Yang Mereka Perbuat Dalam Kehidupan Mereka, Maupun Pada Apa Yang Anda Katakan, (D) Mereka Tidak Pernah Membicarakan Diri Mereka Sendiri, (E) Mereka Sangat Ingin Tahu Lebih Banyak Mengenai Apa Yang Anda Katakan, (F) Mereka Menunjukan Empati, Berusaha Memahami Apa Yang Anda Katakan, (G) Mereka Mempunyai Selera Humor, (H) Mereka Punya Gaya Bicara Sendiri. Pembelajaran Yang Menarik Dan Diminati Oleh Siswa Tidak Jauh Dari Kreativitas Seorang Guru Dalam Melakukan Pembelajaran Menggunakan Variasi Model Pembelajaran. Peneliti Menggunakan Model Mind Mapping Dalam Penelitian Ini, Peneliti Memilih Model Mind Mapping Karena Model Ini Dapat Melatih Siswa Untuk Berpikir Kritis Selain Itu, Semua Siswa Akan Terlibat Aktif Dalam Pembelajaran. Menurut Buzan (2007: 4) Mind Mapping Merupakan Cara Termudah Untuk Menempatkan Informasi Ke Dalam Otak Dan Mengambil Informasi Ke Luar Dari Otak. De Porter Dan Hernacki (2007: 152) Mengungkapkan Bahwa Mind Mapping Menggunakan Pengingat Ingat Visual Dan Sensorik Dalam Suatu Pola Dari Ide-Ide Yang Berkaitan, Seperti Peta Jalan Yang Digunakan Untuk Belajar, Mengorganisasikan, Dan Merencanakan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Ini Dilaksanakan Pada Siswa Kelas V SD 1 Cendono Dengan Subjek Penelitian Kelas V Dan Peserta Didik Yang Berjumlah 18 Yang Terdiri Atas 10 Peserta Didik Laki-Laki Dan 8 Peserta Didik Perempuan. Penelitian Ini Dilaksanakan Pada Oktober 2015 Sampai Juni 2016 Dari Tahap Observasi Prasiklus Sampai Penyusunan Laporan Penelitian. Variabel Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Ada Dua Yaitu Variabel Bebas Dan Variabel Terikat. Variabel Bebas Atau Variabel Yang Mempengaruhi Dalam Penelitian Ini Yakni Model Mind Mapping. Variabel Terikat Atau Variabel Yang Dipengaruhi Dalam Penelitian Ini Yakni Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Kelas V SD 1 Cendono Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Penelitian Ini Menggunakan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model Siklus Penelitian Tindakan Dalam Penelitian Ini Menggunakan Penelitian Tindakan Model Kemmis & Mc Taggart. Penelitian Model Kemmis & Mc. Taggart Ini, Pada Hakikatnya Berupa Perangkat Atau Untaian-Untaian Dengan Satu Perangkat Terdiri 4 Komponen Yaitu Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, Dan Refleksi. Ke Empat Komponen Yang Berupa Untaian Tersebut Dipandang Sebagai 1 Siklus. Oleh Karena Itu, Pengertian Siklus Pada Kesempatan Ini Adalah Suatu Putaran Kegiatan Yang Terdiri Dari Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, Dan Refleksi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tindakan Kelas Menunjukkan Bahwa Melalui Penerapan Model Mind Mapping Dapat Mendeskripsikan Keterampilan Guru Dalam Mengelola Kegiatan Pembelajaran, Dan Meningkatkan Pembelajaran Siswa Kelas V SD 1 Cendono Kudus. Pada Siklus I, Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Memperoleh Persentase 71% Dengan Kriteria Baik, Sedangkan Pada Siklus II Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Persentasenya Meningkat Menjadi 89% Dengan Kriteria Sangat Baik. Dengan Kata Lain Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Dengan Menggunakan Model Mind Mapping Sudah Mencapai Indikator Keberhasilan Yang Ingin Dicapai Oleh Peneliti, Yaitu > 70%. Aktivitas Belajar Berbicara Persoalan Faktual Siswa Yang Menerapkan Model Mind Mapping Berbantuan Audio Visual Dapat Dilihat Dari Aspek Bagaimana Siswa Menyimak Dan Memperhatikan Penjelasan Guru Serta Bagaimana Siswa Aktif Berdiskusi Kelompok Memcahkan Persoalan Faktual Didalam Video. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I Diperoleh Skor Dengan Persentase 67% Dengan Kategori Cukup. Sedangkan Pada Siklus 2 Diperoleh Skor Dengan Persentase 94% Dengan Kategori Baik. Pada Siklus 1 Dan Siklus 2 Mengalami Peningkatan Sebanyak 27%. Pada Siklus I, Persentase Rata-Rata Aktivitas Siswa Paling Rendah Adalah FAD Dan MAN. Aktivitas Siswa Pada Siklus I Belum Terlihat Nampak, Karena Siswa Masih Merasa Malu Untuk Berinteraksi Dengan Peneliti. Sehingga Pada Saat Peneliti Memberikan Pertanyaan Atau Memberikan Kesempatan Kepada Siswa Untuk Menjawab Ataupun Bertanya, Siswa Hanya Diam Saja, Dan Hanya Beberapa Siswa Yang Berani. Pada Saat Mengungkapkan Persoalan Faktual Di Kehidupan Sehari-Hari Menerapkan Mind Mapping, Siswa Masih Menjawab Dengan Ragu. Hal Ini Dikarenakan Siswa Masih Asing Dalam Pembelajaran Dengan Bentuk Seperti Yang Sedang Dilaksanakan. Aktivitas Siswa Pada Siklus II Meningkat Dengan Lebih Banyak Siswa Yang Mendapat Skor Tinggi Dikarenakan Motivasi Yang Diberikan Guru Agar Selalu Aktif Dalam Pembelajaran Karena Nantinya Di Akhir Pertemuan Akan Diumumkan Dan Mendapat Penghargaan Bagi Siswa Yang Paling Tinggi Dan Paling Aktif Dalam Pembelajaran Di Kelas Sehingga Siswa Lebih Bersemangat Dan Bersaing Dengan Teman-Temannya, Terbukti Ketika Guru Memberikan Pertanyaan Maupun Meminta Siswa Untuk Maju, Tiap Siswa Saling Berebut Agar Ditunjuk. Model Mind Mapping Merupakan Salah Satu Model Pembelajaran Yang Penting Dalam Ruang Kelas, Pada Model Pembelajaran Mind Mapping Siswa Dilatih Untuk Berani Mengemukakan Pendapat, Serta Berpikir Kritis Dalam Mengembangkan Ide-Ide Pokok. Hasil PTK Menunjukkan Adanya Peningkatan Hasil Belajar Keterampilan Berbicara Siswa. Peningkatan Tersebut Terbukti Dengan Data Hasil Penelitian, Siklus I Dan Siklus II. Kondisi Awal Hasil Penelitian Diketahui Bahwa Hasil Belajar Siswa Pada Semester I Masih Sangat Rendah Yaitu Dengan Ketuntasan 39%. Hal Ini Menunjukkan Bahwa Hasil Belajar Siswa Masih Jauh Dari Yang Diharapkan, Oleh Karena Itu Perlu Diadakan Penelitian Tindakan Kelas Guna Memperbaiki Proses Pembelajaran Agar Hasil Belajar Siswa Meningkat. Hasil Pada Siklus I Dapat Disimpulkan Bahwa Persentase Ketuntasan 55.60%. Pada Proses Pembelajaran Siklus I Mengalami Kendala Yaitu Kurangnya Keaktifan Siswa. Pada Siklus II Dapat Disimpulkan Bahwa Persentase Ketuntasan 94% Dengan Peningkatan Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Proses Pembelajaran. Penilaian Hasil Belajar Diambil Dari 50% Penilaian Keterampilan Berbicara Siswa, 35% Penilaian Tes Akhir Siklus Dan 15% Penilaian Membuat Mind Mapping Yang Kemudian Dijumlah. Hasil Uraian Diketahui Bahwa Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal Siswa Mengalami Peningkatan Dari Prasiklus Ke Siklus I Dan Dari Siklus I Ke Siklus II Juga Terjadi Peningkatan Sebesar 39%. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Yang Dilakukan Pada Siswa Kelas V SD 1 Cendono Kudus Dapat Disimpulkan Bahwa Terdapat Peningkatan Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual. Peningkatan Ini Dapat Dilihat Sebagai Berikut. (1) Keterampilan Mengajar Guru Dalam Mengelola Kelas Pada Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Mengalami Peningkatan. (2) Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Mengalami Peningkatan. (3) Pembelajaran Berbicara Persoalan Faktual Siswa Pada Ranah Kognitif Dan Psikomotorik Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Audio Visual Mengalami Peningkatan. Saran Bagi Siswa Dalam Penelitian Yaitu. (1) Sebaiknya Siswa Tidak Mudah Bosan Dan Harus Bisa Menanamkan Rasa Senang Dalam Pembelajaran Agar Bisa Semangat Dalam Mengikuti Pembelajarannya. (2) Sebaiknya Siswa Terbiasa Untuk Mengadakan Belajar Kelompok, Agar Lebih Mudah Memecahkan Suatu Permasalahan. (3) Sebaiknya Kelompok Yang Sudah Selesai Dalam Mengerjakan, Seharusnya Mereka Mengoreksi Kembali Pekerjaannya Sehingga Tidak Mengganggu Kelompok Lain Yang Belum Selesai Mengerjakan. (4) Siswa Hendaknya Berlatih Untuk Meningkatkan Keberanian Maju Di Depan Kelas Ketika Diminta Guru Mempresentasikan Hasil Diskusi Kelompoknya. Sedangkan Bagi Guru Yaitu. (1) Sebaiknya Dalam Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran Guru Hendaknya Jangan Terpaku Dengan Menggunakan Metode Ceramah Yang Lebih Mudah Digunakan, Melainkan Guru Hendaknya Harus Menggunakan Model Pembelajaran Inovatif Yang Sesuai Dengan Karakteristik Siswa Dan Dapat Merangsang Siswa Agar Mau Belajar. (2) Model Mind Mapping Dapat Digunakan Guru Sebagai Model Pembelajaran Dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran, Karena Model Tersebut Dapat Melatih Siswa Berani Mengemukakan Pendapat Dan Berpikir Kritis. (3) Guru Sebaiknya Lebih Mengoptimalkan Perannya Sebagai Motivator Dan Fasilitator Dengan Memberikan Motivasi Belajar, Pengelolaan Kelas Yang Baik, Dan Memberikan Kesempatan Siswa Untuk Mengembangkan Cara Berpikir Dan Kreativitas Dalam Memecahkan Suatu Permasalahan. Terakhir Bagi Sekolah Yaitu (1) Sebaiknya Sekolah Lebih Banyak Lagi Memberikan Kesempatan Kepada Guru-Guru Agar Aktif Dalam Mengikuti Kegiatan-Kegiatan Yang Dapat Menambah Wawasan Dan Pengetahuan Guru, Baik Dari Materi Pelajaran Maupun Model Pembelajaran. (2) Sebaiknya Pihak Sekolah Mengizinkan Dan Mendukung Adanya Mahasiswa Yang Ingin Mengadakan PTK Di Sekolah Tersebut, Agar Salah Satu Permasalahan Yang Terjadi Di Kelas Dapat Terselesaikan Sehingga Hasil Belajar Siswa Lebih Meningkat.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing:Dr. Murtono, M. Pd.
                    Uncontrolled Keywords: Pembelajaran, Keterampilan Berbicara, Mind Mapping.
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
                    Depositing User: pustakawan umk
                    Tanggal Deposit: 27 Aug 2016 09:41
                    Last Modified: 27 Aug 2016 09:41
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6059

                    Actions (login required)

                    View Item