Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban (Victim) Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia

Utomo, Arif Setio Budi (2016) Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban (Victim) Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (456kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (195kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (409kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (197kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (331kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (110kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (250kB) | Tinjau ulang
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Skripsi yang berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban (Victim) Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia” ini secara umum bertujuan untuk menjelaskan bagaimana implementasi perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban (Victim) dan untuk mengetahui hambatan yang ditemui dalam pemberian perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban (Victim) dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Dalam hal teknik pengumpulan data, penulis menggunakan data primer dan sekunder. Setelah data diperoleh, maka disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisa, sehingga diperoleh kejelasan mengenai permasalahan yang dibahas dan selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban (Victim) dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia secara garis besar telah mengacu pada Undang-Undang Nomer 11 Tahun 2012 di setiap tahap pemeriksaan. Dalam tahap penyidikan diantaranya berbentuk kerahasiaan identitas, pemberian konseling, serta bantuan hukum bila diperlukan. Dalam tahap penuntutan, bentuknya adalah pendampingan yang lebih cenderung bersifat konseling sederhana maupun psikoterapis yang sifatnya kompleks. Sedangkan dalam tahap persidangan bentuk perlindungan hukumnya adalah pendampingan oleh Orang Tua/Advokat/Pembimbing Kemasyarakatan serta dapat memberikan keterangan via telepon/ruangan tersendiri. Adapun hambatan yang ditemui dalam pemberian perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban (Victim) adalah Dalam tahap penyidikan yaitu waktu pelaporan yang terlalu lama setelah tindak pidana terjadi serta keterbatasan Sumber Daya Manusia dimana penyidik perempuan yang masih sedikit. Dalam tahap penuntutan hambatan utamanya adalah tidak adanya rasa keterbukaan baik dari anak korban/pihak anak korban dikarenakan merasa takut/tertekan/malu, sehingga membuat para Jaksa kesulitan dalam membuat tuntutan secara maksimal. Sedangkan dalam tahap persidangan, hambatan yang sering terjadi yaitu kurang keterbukaan dari anak korban dalam memberikan sebuah kesaksia/keterangan, padahal hal tersebut adalah suatu yang sangat penting yang dibutuhkan Hakim untuk menentukan berat ringannya vonis si Terdakwa.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing; Iskandar Wibawa ,SH,MH
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Victim, Sistem Peradilan Pidana Anak
Subjects: Hukum > Hukum (umum). Hukum secara umum. Yurisprudensi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 31 Aug 2016 02:37
Last Modified: 31 Aug 2016 02:37
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6082

Actions (login required)

View Item View Item