Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas Vi Mi Nu Miftahul Ulum Loram Kulon Jati Kudus

Kurniawan, Budi (2016) Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas Vi Mi Nu Miftahul Ulum Loram Kulon Jati Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (2932Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (290Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (1264Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (412Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (1235Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (332Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (127Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (88Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (1311Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Tujuan dalam penelitian sebagai berikut: 1. Menemukan faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada siswa kelas VI MI NU Miftahul Ulum Jati Kudus tahun pelajaran 2014/2015. 2. Mendeskripkan penerapan konseling behavioristik untuk menanggani kesulitan belajar matematika siswa kelas VI MI NU Miftahul Ulum Jati Kudus tahun pelajaran 2014/2015. Behavior berasumsi pada tingkah laku manusia diperoleh melalui belajar dan kepribadian adalah hasil proses belajar. Belajar merupakan suatu perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil dari latihan atau pengalaman. Belajar matematika pada hakekatnya adalah aktivitas mental untuk memahami arti dari struktur-struktur, hubungan-hubungan, simbol-simbol yang ada dalam materi pelajaran matematika sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku pada diri siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, subjek dalam penelitian yaitu dua siswa yang memiliki kesulitan dalam belajar matematika. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain: wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa faktor klien I DI mengalami kesulitan belajar antara lain: 1. Faktor internal: Malas belajar. DI lebih sering menghabiskan waktu untuk menonton TV di siang hari setelah pulang sekolah, waktu belajar DI pada malam hari dan hanya dalam waktu yang relatif singkat yaitu selama 30 menit. 2. Eksternal: Tertekan dengan harapan yang berlebih dari orangtua. DI sering dinasehati agar bisa kelak bisa seperti kakak DI yang pandai dan bisa kuliah di perguruan tinggi negeri, rupanya nasihat tersebut dianggap sebagai beban oleh DI yang menyebabkan DI menjadi terbebani dalam proses belajarnya terutama pelajaran matematika. Setelah melaksanakan konseling berhavioral dengan teknik Relaxation Training sebanyak 3 kali terhadap klien I DI, klien I DI akhirnya mampu untuk mengatasi ketegangan yang dialaminya akibat dari tuntutan orangtuanya agar DI bisa memiliki kompetensi dan kecerdasan seperti yang dimiliki oleh kakaknya DI. Klien II (MHF) faktor yang melatar belakangi klien II mengalami kesulitan belajar antara lain: 1. Faktor internal: Sikap apatis terhadap pelajaran matematika. Sikap apatis yang ditunjukan oleh klien 2 (MHF) adalah ketika pelajaran matematika MHF tidak antusias dan tidak merespon dengan baik setiap materi yang disampaikan oleh Guru, dan MHF merasa bahwa tidak ada gunanya MHF belajar matematika karena MHF sendiri mengalami sakit amandel yang menyebabkan MHF tidak mampu meningkatkan kemampuan berpikirnya. 2. Faktor eksternal: Persepsi yang keliru tentang penyakit amandel yang menyababkan MHF tidak mampu meningkatkan kemampuan berpikirnya didapatkan sejak Ibu MHF mengatakan bahwa MHF tidak akan mampu menjadi siswa yang pandai, hal ini yang menyebabkan MHF menjadi malas dan merasa kegagalanya dalam pelajaran terutama matematika disebabkan oleh sakit amandel yang dialaminya. Setelah melaksanakan konseling berhavioral dengan teknik Cognitif Restructuring, MHF memahami bahwa penyakit amandel yang pernah dialaminya bukan penyebab dia mengalami kesulitan dalam belajar matematika, tetapi karena persepsi yang salah yang diberikan oleh Ibu MHF yang mengatakan bahwa seseorang yang pernah mengidap amandel menjadi lemah dalam berpikir. Klien sekarang memiliki keyakinan bahwa amandel tidak menyebabkan menjadi anak yang lemah berpikir. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah: Menciptakan iklim sekolah yang dinamis dan memperhatikan perkembangan peserta didik, serta memfasilitasi guru pembimbing dalam melaksanakan layanan konseling individual untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh siswa terutama siswa yang mengalami kesulitan belajar. 2. Konselor: Diharapkan konselor dapat memaksimalkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, terutama layanan individual. Agar pelayanan bimbingan dan konseling dapat membantu siswa dalam mengatasi permasalahan dalam belajar. 3. Guru Kelas: Diharapkan guru kelas dapat siswa mengelola kelas dan mengetahui aspek-aspek perkembangan siswa yang menjadi anak didiknya serta memberikan. 4. Penelitian selanjutnya: Diharapkan peneliti mampu menerapkan layanan konseling behavioristik dengan lebih baik dan dalam jangkauan yang lebih luas, serta menambah wawasan ke-BKan demi mewujudkan konselor yang professional. Sebelum penelitian alangkah baiknya untuk mengumpulkan data terlebih dahulu dengan baik agar penyebab permasalahan klien bisa terungkap. Dan ketika melakukan penelitian, penelitian harus dilakukan sampai masalah klien benar-benar terentaskan.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing: Drs. H. Sucipto, M.Pd., Kons.
                    Uncontrolled Keywords: Behavioristik, Kesulitan Belajar Matematika.
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: pustakawan umk
                    Tanggal Deposit: 08 Nov 2016 15:33
                    Last Modified: 08 Nov 2016 15:33
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6220

                    Actions (login required)

                    View Item