The Correlation Between The Listening And Speaking Competence Levels Of The Basic Class Students Of “Effective English Conversation Course” In Kudus

Listiana, Nisa (2016) The Correlation Between The Listening And Speaking Competence Levels Of The Basic Class Students Of “Effective English Conversation Course” In Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal judul) - Accepted Version
Download (852kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (187kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (253kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (429kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (281kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (169kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (165kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (166kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (678kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Effective English Conversation Course (EECC) adalah cabang kursus percakapan bahasa Inggris dari Pare-Kediri di Kudus yang memiliki tujuan bagi para siswanya untuk dapat berbahasa Inggris dengan lancar dan akurat selama percakapan. Kursus ini selalu menghubungkan mendengarkan dengan tes berbicara , itu bisa jadi mendengarkan aktif atau setiap kali mereka mendengarkan, guru langsung meminta mereka untuk menceritakan kembali isinya secara lisan atau menanggapi dan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan isi audio.Berdasarkan pengamatan di kelas dasar, peneliti menemukan bahwa siswa yang berkonsentrasi penuh dalam mendengarkan mereka bisa fasih dalam berbicara karena mereka terbiasa banyak mendengarkan sehingga mereka memahami isinya dan itu mempengaruhi dalam berbicara mereka.Dan juga mereka mencoba untuk tidak memikirkan tata bahasa dan berbicara secara spontan dengan kata-kata mereka sendiri.Tetapi jika mereka tidak berkonsentrasi dalam mendengarkan mereka mengalami kesulitan untuk berbicara karena mereka tidak memahami isinya. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti ada korelasi yang signifikan antara tingkat kemampuan mendengarkan dan berbicara pada siswa kelas dasar di "Effective English Conversation Course" di Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara tingkat kompetensi mendengarkan dan berbicara pada siswa kelas dasar di "Effective English Conversation Course" di Kudus. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasi. subjeknya adalah semua siswa kelas dasar yang terdiri dari 17 siswa. Instrumen penelitian ini adalah tes; mendengarkan dan berbicara tes. Mendengarkan tes terdiri dari 30 pertanyaan dan berbicara tes adalah meminta siswa untuk menceritakan kembali cerita pendek berdasarkan audio. Setelah mendapat nilai dan peringkat siswa, peneliti menganalisis data dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kompetensi mendengarkan dan berbicara pada siswa kelas dasar di "Effective English Conversation Course" di Kudus. Ini berdasarkan hasil dari nilai rata-rata tingkat kompetensi mendengarkan adalah 74,94 dan deviasi standar 8,55, sehingga dikategorikan sebagai kriteria baik. Dan nilai rata-rata tingkat kemampuan berbicara adalah 75,82 dan deviasi standar 7,7, sehingga dikategorikan sebagai kriteria baik. Dari data tersebut, 0,96 didapat dari rxy koefisien, dan dikategorikan korelasi sempurna. Berdasarkan hasil di atas, peneliti ingin memberikan saran sebagai (1) untuk pengajar dan guru Bahasa Inggris, melatih banyak mendengarkan untuk membuat kemampuan berbicara siswa menjadi sangat baik. (2) untuk siswa, seharusnya menyukai banyak mendengarkan paling tidak 1 jam perhari dan mendengarkan apapun dalam bentuk audio dan tidak memegang teksnya. (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan jenis tes berbicara yang lain untuk lebih memperkuat argumentasi.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Dra. Sri Endang Kusmaryati, M.Pd
Uncontrolled Keywords: correlation, listening and speaking competence level.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 14 Nov 2016 01:51
Last Modified: 14 Nov 2016 01:51
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6272

Actions (login required)

View Item View Item