Penerapan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Operant Conditioning Untuk Mengatasi Ketergantungan Terhadap Media Sosial Pada Siswa Kelas X Jasa Boga 2 Smk N 3 Pati Tahun Ajaran 2015/2016

Ulfa, Ari Erviana (2016) Penerapan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Operant Conditioning Untuk Mengatasi Ketergantungan Terhadap Media Sosial Pada Siswa Kelas X Jasa Boga 2 Smk N 3 Pati Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (598Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (79Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (244Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (184Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (294Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (84Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (68Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (62Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (2672Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menemukan faktor penyebab ketergantungan terhadap media sosial, 2) Membantu mengatasi masalah ketergantungan terhadap media sosial pada siswa kelas X Jasa Boga 2 SMK N 3 Pati dengan konseling behavioristik dengan teknik operant conditioning. Ketergantungan terhadap media sosialadalah penggunaan media sosial yang bersifat berlebihan dan tidak normal, yang ditandai dengan ketidakmampuan individu untuk mengontrol waktu menggunakan media sosial, merasa dunia maya lebih menarik dibandingkan kehidupan nyata, dan mengalami gangguan dalam hubungan sosialnya. Konseling behavior adalah suatu model yang dapat menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli. Operant conditioning Merupakan pengkondisian karakteristik perilaku tertentu terhadap anak, individu, atau peserta didik dengan kebutuhan khusus. Konseling behavioristik teknik operant conditioning sangat tepat untuk mengatasi masalah ketergantunjgan terhadap media sosial yang dialami siswa yang merupakan tingkah laku maladaptif (perilaku yang salah penyesuaian). Karena teknik operant conditioning telah dipakai dalam berbagai keadaan yang berhubungan dengan perilaku hiperaktif. Penelitian studi kasus ini akan di laksanakan di kelas X jasa boga 2 SMK N 3 Pati dengan subyek penelitian 3 siswa (DS, NA, dan MDP) yang mengalami masalah ketergantungan terhadap media sosialMetode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi sebagai metode pokok, serta metode dokumentasi sebagai metode pelengkap. Analisis data yang di gunakan analisis data penelitian kualitatif deskriptif yang terjadi secara bersamaan yaitu induksi sempurna, induksi sistem francis bacon, induksi tidak komplit atau tidak sempurna. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, setelah diberikan layanan konseling behavioristik teknik operant conditioning sebanyak tempat kali, DS yang awalnya mengalami ketergantungan terhadap media sosial dengan sikap yang ditunjukan sering menghabiskan waktunya hanya untuk bermain smartphone dan aktif di media sosial, merasa cemas dan belum puas apabila belum membuka postingan yang ada di media sosial, cenderung sibuk sendiri dengan smartphone yang dimilikinya dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, serta banyak menghabiskan waktu untuk bermain media sosial dibandingkan dengan belajar dan memprioritaskan media sosial dari pada belajar, sekarang dapat mengondisikan dirinya untuk tidak ketergantungan terhadap media sosial dengan rajin belajar dan melakukan kegiatan positif seperti olahraga voli yang menjadi hobinya. NA sering menunjukan sikap perilaku yang sering menghabiskan waktu hanya untuk aktif di media sosial, NA merasa bahwa dirinya selalu ingin tahu informasi terbaru yang ada di media sosial dan NA cenderung sibuk sendiri dengan smartphone yang dimilikinya, sekarang NA dapat mengkondiskan dirinya dengan baik yaitu NA dapat lebih rajin belajar dalam memanfaatkan waktu luangnya serta berusaha meningkatkan sosialisasinya secara nyata dbandingkan di dunia maya, sedangkan MDP sering menggunakan media sosial sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati dan keluh kesah yang sedang dialaminya, selain itu menjadi kepuasan tersendiri baginya, apabila dia bisa aktif di media sosial, MDP juga menggunakan media sosial sebagai alat komunikasinya dengan keluarga, teman dan pacar,MDP sering menunjukan sikap yang sibuk sendiri dengan smartphone yang dimilikinya dengan aktif di media sosial. Setelah mendapat layanan konseling individu dengan teknik operant conditioning, maka MDP dapat mengkondisikan dirinya untuyk tidak mengalami ketergantungan terhadap media sosial dengan lebih giat belajar dan menekuni hobinya sehingga dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Berdasarkan penelitian ini peneliti memberikan saran: 1 Kepala Sekolah perlu menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan menyenagkan yang dapat membuat siswa merasa senang untuk saling berkominikasi dan saling membaur satu sama lain. 2 Konselor sekolah harus selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya bagi siswa yang sedang memiliki masalah ketergantungan terhadap media sosial yang perlu adanya penanganan segera agar masalah yang dialami siswa dapat segera teratasi dengan baik.3 Siswa diharapkan mampu mengatasi masalah yang sedang dialami dengan baik, agar siswa dapat melaksanakan tugas perkembanganya dengan baik dan mampu meningkatkan interaksi sosialnya dilingkungan sekolah maupun luar sekolah.4 Peneliti diharapkan kedepanya peneliti dapat melatih kesabaran dan kemapuanya dalam memeberikan layanan konseling individu untuk membantu mengatasi masalah yang dialami oleh siswa, dengan menerapkan berbagai teknik yang ada dalam konseling individu.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing: Drs. Masturi, MM
                    Uncontrolled Keywords: Ketergantungan Media Sosial.Konseling Behavioristik, Teknik Operant Conditioning,
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: pustakawan umk
                    Tanggal Deposit: 22 Nov 2016 15:19
                    Last Modified: 22 Nov 2016 15:19
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6413

                    Actions (login required)

                    View Item