Menguatkan Konsep Diri Melalui Konseling Psikoanalisis Dengan Teknik Asosiasi Bebas Siswa Kelas Viii Smp 2 Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2015/2016

Wasi’ , Abdul (2016) Menguatkan Konsep Diri Melalui Konseling Psikoanalisis Dengan Teknik Asosiasi Bebas Siswa Kelas Viii Smp 2 Kaliwungu Kudus Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (1216Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (162Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (271Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (294Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (330Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (215Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (200Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (208Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (2092Kb) | Request a copy

                    Abstrak

                    individual sebanyak tiga kali menggunakan pendekatan psikoanalisis teknik asosiasi bebas sangat membantu peneliti untuk menguatkan konsep diri SA. 3. Klien berinisial SA mempunyai masalah dengan konsep dirinya yaitu sering tidak berangkat sekolah, hal tersebut disebabkan karena terpengaruh oleh temannya dan kurangnya perhatian orang tua. Dalam mengatasi permasalahan YA peneliti menggunakan pendekatan konseling individual sebanyak tiga kali menggunakan pendekatan psikoanalisis teknik asosiasi bebas sangat membantu peneliti untuk mengentaskan permasalahan yang dialami YA. Berdasarkan hasil penelitian studi kasus yang dilakukan pada siswa SMP 2 Kaliwungu Kudus yang berjumlah 3 siswa dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling individual pendekatan psikoanalisis dengan teknik asosiasi bebas dapat menguatkan konsep diri siswa SMP 2 Kaliwungu Kudus. Penelitian ini bertujuan: 1. Menguatkan konsep diri siswa kelas VIII SMP 2 Kaliwungu Kudus Tahun Ajaran 2015/2016. 2. Mendeskripsikan aktifitas peneliti layanan konseling psikoanalisis dengan teknik asosiasi bebas untuk mengetahui konsep diri siswa kelas VIII SMP 2 Kaliwungu Kudus Tahun Ajaran 2015/2016. 3. Memperoleh penguatan konsep diri dengan konseling psikoanalisis melalui teknik asosiasi bebas pada siswa kelas VIII SMP 2 Kaliwungu Kudus Tahun Ajaran 2015/2016. Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Memecahkan masalah-masalah sosial dengan melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini didesain dalam bentuk Studi Kasus. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 2 Kaliwungu Kudus sebanyak 3 siswa. Variable penelitian: layanan konseling psikoanalisis dengan teknik asosiasi bebas (variabel bebas) dan konsep diri (Variabel terikat). Metode pengumpulan data dengan metode pokok observasi dan wawancara. Data diperoleh dari wawancara dengan konselor dan observasi dilakukan secara langsung bersama guru BK. Penelitian ini melalui 4 tahapan yaitu interpretasi, resistensi, transferensi, dan follow up. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP 2 Kaliwungu Kudus dengan jumlah 3 siswa (DE, SA, dan YA). Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis penelitian dapat disimpulkan penyebab ketiga klien dalam penelitian ini mempunyai pokok permasalah yang berbeda-beda, 1. Klien berinisial DE mempunyai masalah dengan konsep dirinya, hal tersebut disebabkan karena DE tidak bisa membela dirinya dan merasa lemah ketika dijahili dan ditindas oleh temannya. Dalam mengatasi permasalahan DE peneliti menggunakan pendekatan konseling individual sebanyak tiga kali menggunakan pendekatan psikoanalisis teknik asosiasi bebas sangat membantu peneliti untuk mengentaskan permasalahan yang dialami DE. 2. Klien berinisial SA mempunyai masalah dengan konsep dirinya yaitu banyak berbicara, mengganggu teman di dalam kelas dan kurang menghargai guru saat proses pembelajaran. Saat jam pelajaran matematika SA sering tidak mendengarkan apa yang disampaikan guru dan sering mengganggu temannya, hal tersebut disebabkan karena Sakurang puas jika tidak mengganggu temannya. Dalam mengatasi permasalahan SA peneliti menggunakan pendekatan konseling

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Pembimbing: Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd., Kons
                    Uncontrolled Keywords: Menguatkan Konsep Diri. Layanan Konseling Psikoanalisis. Teknik Asosiasi Bebas.
                    Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: pustakawan umk
                    Tanggal Deposit: 23 Nov 2016 10:20
                    Last Modified: 23 Nov 2016 10:20
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6439

                    Actions (login required)

                    View Item