Perlindungan Hukum Terhadap Siswa Sma Sebagai Korban Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh Guru Di Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Pati

L.P, Bungsu Aprilian (2016) Perlindungan Hukum Terhadap Siswa Sma Sebagai Korban Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh Guru Di Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (338Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (166Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (238Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (989Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (1068Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (103Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
              Download (149Kb)
                [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                Download (2720Kb) | Request a copy

                  Abstrak

                  Skripsi yang berjudul “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SISWA SMA SEBAGAI KORBAN PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN OLEH GURU DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PATI” ini secara umum bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap siswa SMA sebagai korban penganiayaan yang dilakukan oleh guru di wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Pati dan penyelesaian kasus penganiayaan terhadap siswa SMA yang dilakukan oleh guru di wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris atau yuridis sosiologis. Dalam tehnik pengumpulan data, penulis menggunakan data primer didukung dengan data sekunder. Setelah data diperoleh kemudian disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisis secara kualitatif, sehingga diperoleh kejelasan mengenai permasalahan yang dibahas dan selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlindungan hukum terhadap siswa SMA sebagai korban penganiayaan yang dilakukan oleh guru telah diatur lebih khusus dalam Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang terdapat dalam Pasal 54 ayat (1). Perlindungan terhadap siswa SMA dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau masyarakat sesuai dengan Pasal 54 ayat (2). Kemudian larangan melakukan kekerasan terhadap siswa telah diatur dalam Pasal 76C. Bagi yang melanggar ketentuan dalam Pasal 76C, maka dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 80 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Penyelesaian kasus penganiayaan terhadap siswa SMA yang dilakukan oleh guru di wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Pati menggunakan penyelesaian secara kekeluargaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan dibantu oleh Guru BK sebagai mediator dengan memanggil kedua belah pihak antara korban dan pelaku. Apabila penyelesaian secara kekeluargaan tidak berhasil, maka penyelesaian menggunakan jalur hukum dapat ditempuh dengan melaporkan pelaku kepada aparat penegak hukum.

                  Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                  Additional Information: Pembimbing: Iskandar Wibawa, SH. MH
                  Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Siswa SMA, Penganiayaan, Guru.
                  Subjects: Hukum > Hukum (umum). Hukum secara umum. Yurisprudensi
                  Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
                  Depositing User: pustakawan umk
                  Tanggal Deposit: 30 Nov 2016 11:32
                  Last Modified: 30 Nov 2016 11:32
                  URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6612

                  Actions (login required)

                  View Item