Peningkatan Disposisi Matematis Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Penerapan Model Pembelajaran Thinking Aloud Pairs Problem Solving (Tapps) Di Sd Nu Nawa Kartika

-, Sucipto and Wanabuliandari, Savitri and Purwaningrum, Jayanti Putri (2017) Peningkatan Disposisi Matematis Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Penerapan Model Pembelajaran Thinking Aloud Pairs Problem Solving (Tapps) Di Sd Nu Nawa Kartika. [Experiment] (Submitted)

[img]
Preview
PDF (Hal Judul)
cover.pdf - Accepted Version

Download (226kB)
[img] PDF (Bab 1)
BAB_1.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (285kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2)
BAB_II.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (168kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3)
BAB_III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (139kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4)
BAB_IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (216kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5)
BAB_V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (88kB) | Request a copy
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (204kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstract

Rendahnya Disposisi matematis dan kemampuan pemecahan masalah disebabkan karena rendahnya minat belajar, merasa matematika sulit, kurang aktif, guru belum menciptakan pembelajaran kreatif, menyenangkan, dan aktif, serta guru belum mengenal macam-macam model pembelajaran. Padahal disposisi matematis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar matematika peserta didik. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan disposisi matematis agar kemampuan pemecahan masalah menjadi lebih baik. Model TAPPS merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan dua orang peserta didik bekerjasama menyelesaikan suatu masalah. Setiap peserta didik memiliki tugas masing-masing dan guru dianjurkan untuk mengarahkan peserta didik sesuai prosedur yang telah ditentukan. Satu pihak peserta didik menjadi Problem Solver dan yang lain menjadi Listener. Penggunaan model TAPPS memungkinkan peserta didik dapat saling berinteraksi sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematisnya serta secara individu dan klasikal mencapai KKM yang ditetapkan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil tes kemampuan pemecahan masalah yang menggunakan model TAPPS mencapai KKM; (2) hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan model TAPPS mencapai ketuntasan klasikal 75%.; (3) mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui model TAPPS; dan (4) mengetahui disposisi matematis melalui model TAPPS. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode pre experimental design. Hal ini dikarenakan penelitian yang dilakukan hanya menggunakan satu kelompok eksperimen yaitu kelompok peserta didik yang menggunakan model pembelajaran TAPPS. Teknik penggambilan sampel menggunakan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil tes kemampuan pemecahan masalah yang menggunakan model TAPPS mencapai KKM; (2) hasil tes kemampuan pemecahan masalah melampaui ketuntasan klasikal 75%; (3) terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui model TAPPS; dan (4) terjadi peningkatan disposisi matematis melalui model TAPPS. Luaran penelitian ini berupa artikel jurnal ilmiah “Refleksi Edukatika” Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus.

Item Type: Experiment
Uncontrolled Keywords: Disposisi Matematika, Kemampuan Pemecahan Masalah, TAPPS
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Date Deposited: 12 Jan 2017 07:49
Last Modified: 12 Jan 2017 07:49
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6712

Actions (login required)

View Item View Item