Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Desensitisasi Sistematik Untuk Mengatasi Dampak Kecemasan Siswa Akibat Perceraian Orangtua Pada Siswa Kelas Viii Smp 1 Mejobo Kudus

Putri, Vidya Aria (2017) Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Desensitisasi Sistematik Untuk Mengatasi Dampak Kecemasan Siswa Akibat Perceraian Orangtua Pada Siswa Kelas Viii Smp 1 Mejobo Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (237kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (336kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (745kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (819kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (558kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (476kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (449kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (11MB) | Request a copy
[img] Microsoft PowerPoint (Sidang) - Accepted Version
Download (845kB)
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan Penelitian ini adalah: 1. Mendiskripsikan Penerapan Konseling Behavioristik dengan Teknik Desensititasi Sistematik untuk mengatasi kecemasan siswa akibat perceraian orang tua dan 2. Menemukan faktor penyebab yang mempengaruhi kecemasan akibat perceraian orang tua pada siswa SMP 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. Kecemasan adalah suatu keadaan dimana seseorang merasakan perasaan takut, khawatir, dan ketidakyakinan seseorang tentang apa yang akan dialaminya suatu saat nanti tentang suatu permasalahan yang telah terjadi. Perceraian orangtua sangat berpengaruh besar pada mental dan psikis seorang pelajar hal inilah yang mengakibatkan kecemasan terhadap perceraian orang tua. Konseling behavioristik dengan teknik Desensitisasi Sistematik adalah suatu layanan dimana pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh perilaku baru, dan membuang perilaku yang maladaptif dan memperkuat serta mempertahankan perilaku adaptif yang diinginkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan jenis kualitatif. Subyek yang diteliti adalah siswa kelas X sebanyak 3 siswa yang mengalami masalah kecemasan akibat perceraian orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan home visit. Analisis data yang digunakan adalah data kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis penelitian dapat disimpulkan penyebab ketiga konseli dalam penelitian ini mempunyai inti pokok permasalahan yang berbeda-beda. 1. Konseli berinisial AMA yang memiliki dampak kecemasan akibat perceraian orang tua, yaitu seperti sering sekali emosi (sensitif), kurang konsentrasi saat belajar, sering berlaku kasar atau tidak sopan terhadap teman sebayanya, selalu mencari perhatian, ingin menang sendiri dan kadang-kadang susah diatur, 2. Konseli berinisial AF sering sekali melamun, kurang konsentrasi saat belajar, selalu mencari perhatian, kadang-kadang ingin menang sendiri dan kadang-kadang susah diatur, 3. Konseli berinisial VN mengalami dampak mudah emosi, sering sekali melamun, kurang konsentrasi saat belajar, terkadang suka mencari perhatian, kadang-kadang ingin menang sendiri dan susah diatur. Dari hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa permasalahan dampak kecemasan siswa akibat dari perceraian orangtua yang dialami AMA, AF, dan VN adalah karena mereka: trauma di masa lalu yang menyebabkan mereka menjadi takut dan cemas. Dari permasalahan tersebut peneliti menggunakan pendekatan behavioristik untuk mengatasi dampak kecemasan siswa akibat dari perceraian orangtua. Berdasarkan penemuan di lapangan peneliti dapat memberikan saran kepada: 1. Kepala sekolah: perlu diadakan pertemuan secara periodik dengan guru BK dan wali kelas untuk membuat kebijakan dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa secara optimal, 2. Guru BK: perlu meningkatkan lagi kualitas layanan terutama konseling individu untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah yang telah dihadapinya, khususnya dalam mengatasi kecemasan siswa akibat perceraian orangtua, 3. Siswa: lebih mampu menghormati orang lain, menjadi pribadi yang rendah hati, dan mampu memberikan motivasi bagi diri sendiri, 4. Peneliti: Bagi peneliti selanjutnya perlu mengembangkan dan mengadakan penelitian lebih lanjut yang lebih komprehensif, yang terkait dengan penerapan konseling behavioristik dengan teknik desensitisasi sistematik yang dapat mengatasi kecemasan siswa akibat perceraian orangtua.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Dra. Sumarwiyah, M.Pd, Kons
Uncontrolled Keywords: Kecemasan, Perceraian Orang Tua. Konseling Behavioristik dengan Teknik Desensitisasi Sistematik
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 04 Apr 2017 02:12
Last Modified: 04 Apr 2017 02:12
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6760

Actions (login required)

View Item View Item