Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengatasi Bangun Kesiangan Pada Siswa Kelas Xi Ap1 Smk Negeri 3 Jepara

Astri, Dewi Zuni (2017) Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Cognitive Restructuring Untuk Mengatasi Bangun Kesiangan Pada Siswa Kelas Xi Ap1 Smk Negeri 3 Jepara. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal judul) - Accepted Version
Download (3MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (296kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (798kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (419kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (129kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (130kB) | Tinjau ulang
[img] Microsoft PowerPoint (Sidang) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Mendenskripsikan faktor-faktor penyebab bangun kesiangan pada siswa kelas XI AP1 SMK Negeri 3 Jepara Tahun Pelajaran 2016/2017. 2. Mendeskripsikan penerapan Konseling Behavioristik teknik Cognitive Restructuring dalam mengatasi masalah bangun kesiangan pada siswa kelas XI AP1 SMK Negeri 3 Jepara Tahun Pelajaran 2016/2017. Behavioristik merupakan konseling yang memandang seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar, belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Cognitive Restructuring adalah proses menemukan dan menilai kognisi siswa memahami dampak negatif pemikiran tertentu terhadap perilaku dan belajar mengganti kognisi tersebut dengan pemikiran yang lebih realistik dan lebih cocok. Bangun kesiangan adalah pola tidur yang tidak sesuai dengan pola tidur manusia pada umumnya yang mengakibatkan terhambatnya aktivitas di pagi hari. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (studi kasus). Jumlah subjek penelitian: AFK dan MS. Teknik pengumpulan data: Wawancara, Observasi dan Home Visit. Analisis data yang digunakan adalah analisis data sistem bacon. Hasil penelitian: 1. Konseli I AFK: 1) Faktor internal: Tidak bisa tidur nyenyak, 2) Ketergantungan dengan benda kesayangan. 2. Konseli II MA: 1) Faktor internal: Mimpi Buruk, 2) Faktor eksternal: Memiliki hobi membaca cerita horor dan mendengarkan cerita horor di stasiun radio. Simpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Konseli I AKF: Setelah pelaksanaan konseling AKF telah memiliki perubahan sikap yang lebih baik dari sebelum dilaksanakan konseling oleh peneliti, AKF telah mampu mengetahui bahwa kebiasaanya bangun kesiangan yang dimiliki karena konseli tidak bisa jauh dari bantal dan selimutnya, dan konseli sudah tidak lagi memiliki ketergantungan dengan bantal dan selimutnya karena konseli sudah mampu mengusai keinginan dirinya untuk dekat dengan bantal dan selimut konseli. 2. Konseli II MA: Setelah pelaksanaan konseling terhadap MS telah memiliki perubahan yang lebih baik dari sebelum dilaksanakannya konseling oleh peneliti, MS telah mengetahui kebiasaan bangun kesiangan yang dimilikinya karena konseli takut kalau dengan mimpi buruk yang akan dialami konseli setelah membaca cerita horor dan siaran radio yang didengarkan konseli setiap malam Jum’at yang bertema horor. Saran yang disampaikan peneliti antara lain: 1. Kepala sekolah: Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual sangat membantu siswa dalam mengatasi kebiasaan bangun kesiangan pada siswa. Sehingga diharapkan kepala sekolah dapat mendukung adanya layanan konseling individual ini dengan memfasilitasi guru pembimbing dalam memberikan layanan konseling individual. 2. Guru Bimbingan dan Konseling: Diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat menjadikan hasil penelitian sebagai acuan dalam memberikan pelayanan konseling individual dengan konseling Behaviorstik secara umum dan teknik Cognitive Restructuring secara khusus. 3. Wali Murid: Diharapkan wali murid memperhatikan permasalahan yang dialami oleh siswa dan memberikan pendekatan secara personal untuk mengatasi kebiasaan bangun kesiangan yang dialami oleh siswa. 4. Siswa: Diharapkan siswa dapat mengentaskan bangun kesiangan yang dialami oleh siswa, dan siswa mampu mengatur pola tidur agar dapat menyesuaikan dengan kegiatan sekolah di pagi harinya.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Drs. Arsita Kiswantoro, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Behavioristik Teknik Cognitive Restructuring, Bangun Kesiangan
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 25 Apr 2017 01:44
Last Modified: 25 Apr 2017 01:44
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6833

Actions (login required)

View Item View Item