Penguatan Self Esteem Anak Akibat Pengabaian Orangtua Melalui Konseling Realitas Pada Siswa Kelas Vii Smp 1 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017

Suyanti, Riska (2017) Penguatan Self Esteem Anak Akibat Pengabaian Orangtua Melalui Konseling Realitas Pada Siswa Kelas Vii Smp 1 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal judul) - Accepted Version
Download (2902Kb)
    [img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (327Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (1309Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
        Restricted to hanya untuk Staf Repositori

        Download (660Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (1504Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (408Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (127Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar pustaka) - Accepted Version
                Download (128Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

                  Download (663Kb) | Request a copy
                    [img] Microsoft PowerPoint (Sidang) - Accepted Version
                    Download (2380Kb)

                      Abstrak

                      Peneliti menyusun tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan penerapan konseling Realitas dalam memberikan penguatan Self Esteem pada siswa kelas VII SMP 1 Bae Kudus tahun pelajaran 2016/2017. 2. Mendeskripsikan perubahan Self Esteem pada siswa kelas VII SMP 1 Bae Kudus setelah pemberian layanan konseling Realitas. Self esteem adalah evaluasi diri yang dibuat oleh setiap individu, sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dalam rentang dimensi postif-negatif. Pengabaian diartikan sebagai ketiadaan perhatian baik sosial, emosional dan fisik yang memadai, yang sudah selayaknya diterima oleh sang anak. Konseling Realitas adalah suatu model konseling yang berusaha untuk memberikan pertolongan secara praktis, relative sederhana melalui bentuk bantuan langsung pada klien yang difokuskan kepada tingkah laku sekarang dengan mempedulikan peristiwa dimasa lalu sehingga mampu menghadapi masa depannya dengan penuh optimis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, subjek dalam penelitian yaitu dua siswa yang tidak diperhatikan dalam kesehariannya baik di rumah dan di sekolah, siswa menjadi tidak terkendali, siswa menjadi pesimis terhadap masa depan, siswa tidak memiliki motivasi dalam menjalani kehidupan. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain: wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis induktif, dan cara menganalisa data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menginterpretasikan. Hasil penelitian pada konseli I (KNH) a. Faktor internal: Rendah diri yang dialami oleh konseli I KNH berasal dari ketidak puasan akan perhatian yang diberikan oleh kedua orangtua konseli terutama sang ibu, ibu konseli yang bekerja sejak pagi sampai sore hari tidak sempat meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan konseli walau hanya untuk mendengarkan aktivitas konseli di sekolah. Konseli dalam hati menginginkan sosok ibu yang bisa memperhatikan konseli dan menyayangi konseli seperti ibu pada umumnya. b. Faktor eksternal: Kesibukan orangtua konseli, konseli memiliki orangtua yang masing-masing sibuk untuk bekerja. Ayah konseli yang bekerja sebagai buruh bangunan dan ibu konseli yang bekerja sebagai buruh lepas menyebabkan konseli jarang mendapatkan kasih sayang yang selayaknya didapatkan oleh seorang anak dari orangtuanya. Konseli II (MAK) a. Faktor internal: Konseli merasakan tidak ada penghargaan dari ayah konseli atas apa yang telah dilakukannya selama ini, baik itu dalam pelajaran ataupun dari kegiatan konseli sehari-hari di rumah. b. Faktor eksternal: Memiliki ayah yang sibuk dengan pekerjaannya, sejak ibu konseli meninggal konseli tidak ada sosok yang sering diajak untuk berbincang-bincang dan memperhatikan setiap perkembangan dari konseli. Simpulan penelitian: 1. Setelah dilakukan konseling sebanyak tiga kali konseli KNH mengalami perubahan yang lebih baik, konseli berhasil mengatakan semua keinginannya, tetapi tidak semua keinginan konseli dapat diwujudkan oleh ibu konseli, ibu konseli mengatakan bahwa perhatian dan kasih sayang yang tulus orangtua bukan hanya dalam bentuk senyuman dan ciuman, karena semua orang berbeda, ibu dan ayah konseli mengasihi konseli dengan cara yang berbeda yaitu dengan bekerja keras dan menginginkan konseli dapat memiliki kehidupan yang lebih baik dari kedua orangtuanya saat ini. Dan akhirnya konseli dapat bangkit dalam realitas yang ada bahwa orangtua konseli sangat menyayangi konseli dan tidak ingin konseli menjadi orang yang lemah. 2. Setelah dilakukan konseling sebanyak tiga kali konseli MAK mengalami perubahan yang lebih baik, konseli berhasil mengatakan semua keinginannya, dan ayah konseli berubah yang dulunya jarang menemani konseli untuk belajar dan memperhatikan konseli, sekarang ayah konseli banyak meluangkan menemani konseli ketika tidak berada di kantor. Saran yang diberikan oleh peneliti: 1. Kepala sekolah: Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual sangat membantu siswa dalam memberikan penguatan self esteem siswa sebagai akibat dari pengabaian orangtua. Sehingga diharapkan kepala sekolah dapat mendukung adanya layanan konseling indivual ini dengan memfasilitasi guru pembimbing dalam memberikan layanan konseling individual. 2. Guru pembimbing: Diharapkan guru pembimbing dapat menjadikan hasil penelitian sebagai acuan dalam memberikan pelayanan konseling individual dengan Konseling Realitas. 3. Wali murid: Diharapkan wali murid selalu memberikan perhatian, kasih dan sayang kepada siswa walau dengan kesibukan yang dimiliki. Sehingga anak dapat merasakan kehadiran orangtua dalam masa perkembangan fisik dan psikis. 4. Anak: Diharapkan anak dapat menerima semua keadaan yang dialaminya dan mampu berpikir dewasa dalam menyikapi keadaan keluarga dan mampu mengoptimalkan semua potensi diri yang dimiliki. 5. Peneliti selanjutnya: Diharapkan penelit selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang sejenis dengan menggunakan layanan konseling yang lebih varatif, sehingga didapatkan komparasi yang berbeda dengan penelitian ini.

                      Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                      Additional Information: Pembimbing: Dr. Santoso, M.Pd
                      Uncontrolled Keywords: Self Esteem Anak, Pengabaian Orangtua, Konseling Realitas
                      Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                      Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                      Depositing User: pustakawan umk
                      Tanggal Deposit: 27 Apr 2017 13:11
                      Last Modified: 27 Apr 2017 13:11
                      URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6851

                      Actions (login required)

                      View Item