Pemberian Izin Poligami Oleh Pengadilan Agama Kudus Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam

Fanani, Mohammad Nurrizal (2017) Pemberian Izin Poligami Oleh Pengadilan Agama Kudus Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (hal judul) - Accepted Version
Download (671Kb)
    [img] PDF (bab 1) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (206Kb) | Request a copy
      [img] PDF (bab 2) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (439Kb) | Request a copy
        [img] PDF (bab 3) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (197Kb) | Request a copy
          [img] PDF (bab 4) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (317Kb) | Request a copy
            [img] PDF (bab 5) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (97Kb) | Request a copy
              [img] PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
              Download (244Kb)

                Abstrak

                Skripsi dengan judul “Pemberian Izin Poligami Oleh Pengadilan Agama Kudus di tinjau dari Perspektif Hukum Islam”ini secara umum untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberian izin poligami dilihat dari persepektif hukum islam. Berdasarkan kegunaan secara teoritis maka diharapkan Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan masukan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, serta dapat membantu pembaca agar dapat lebih mengerti dan memahami konsep pelaksanaan poligami yang terjadi di Indonesia secara hukum perundang-undangan dan hukum Islam. Apabila dilihat dari kegunaan praktis bagi objek penelitian, setelah adanya hasil penelitian ini diharapkaan dapat membantu sebagai bahan pertimbangan dalam proses pemberian izin dalam pelaksanaan poligami khususnya di kabupaten Kudus. Dalam hal teknik pengumpulan data, penulis menggunakan data primer dan data sekunder yaitu selain menggunakan data yang diperoleh dari lapangan digunakan juga sumber data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari, dan memahami melalui media lain yang bersumber dari literatur, buku-buku, serta dokumen perusahaan yang berhubungan dengan pokok permasalahan, yang digunakan sebagai landasan pemikiran yang bersifat teoritis. Setelah data diperoleh, maka disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisa secara kualitatif, sehingga diperoleh kejelasan mengenai permasalahan yang dibahas untuk selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa dalam pemberian izin poligami oleh Pengadilan Agama di Kabupaten Kudus bahwa sesungguhnya Undang-Undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan memperbolehkan adanya poligami, namun ada beberapa syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang suami terlebih dahulu, sehingga terkadang syarat-syarat yang ada ini dapat memberatkan dan menjadi hambatan dalam pelaksanaan poligami. Alasan yang melatar belakangi suami mengajukan izin poligami juga karena istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri dalam hal hubungan biologis suami istri, dan istri juga sudah tidak dapat hamil lagi karena mempunyai penyakit dalam rahim. Prosedur permohonan ijin poligami sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada Pasal 3, 4 dan 5 dan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan Pasal 40 s.d. pasal 44. Yang mana berisi isi dari surat permohonan izin, syarat-syaratnya, prosedur pelaksanaan, hingga pelaksanaan. Dalam pelaksanaan perijian poligami terdapat hambatan yang biasa ditemui seorang suami. Hambatan tersebut seperti seorang suami yang tidak mendapatkan ijin untuk mengajukan poligami dari pihak istri. Adapun hal lain yang menjadi penyebab dari hambatan tersebut dapat berasal dari adanya tuntutan kesamaan derajat sosial antara pria dan wanita, sehingga perempuan sekarang tidak mau dimadu. Akibatnya yaitu seorang istri tidak mau memberikan ijin kepada suaminya untuk melakukan poligami. Hal ini dapat muncul dari pengaruh adanya nilai-nilai sosial masyarakat, seperti hubungan perkawinan yang dipahami sebagai ikatan lahir dan bathin bertujuan untuk memelihara ketentraman, kehidupan rumah tangga dan memberi perempuan kedudukan sosial yang tinggi setelah perkawinan. Sehingga hal ini menciptakan tuntutan kesetaraan kedudukan bagi suami dan istri.

                Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                Additional Information: Pembimbing: Iskandar Wibawa, SH.,MH
                Uncontrolled Keywords: Poligami, pemberian, ijin
                Subjects: Hukum
                Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
                Depositing User: pustakawan umk
                Tanggal Deposit: 26 May 2017 09:52
                Last Modified: 26 May 2017 09:52
                URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/7263

                Actions (login required)

                View Item