Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Behaviorcontract Untuk Mengatasi Perilaku Konsumtif Pada Siswa Kelas Xi Administrasi Perkantoran Smk Tamansiswa Kudus

NADA, RANI AFRIKA (2017) Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Behaviorcontract Untuk Mengatasi Perilaku Konsumtif Pada Siswa Kelas Xi Administrasi Perkantoran Smk Tamansiswa Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (halaman depan) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (229kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (340kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (348kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (495kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (217kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (208kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (201kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (9MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menemukan faktor- faktor yang menyebabkan perilaku konsumtif pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus, 2. Untuk mendeskripsikan penerapan konseling behavioristik teknik behavior contract dalam mengatasi perilaku konsumtif pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus. Konseling Behavioristik adalah proses pemberian bantuan kepada konseli oleh konselor untuk mengubah perilaku bermasalah menjadi perilaku baru yang sesuai dengan lingkungan. Dalam penelitian ini perilaku bermasalah adalah perilaku konsumtif, di mana siswa memiliki gejala-gejala perilaku konsumtif dalam kesehariannya seperti siswa sering membeli makanan secara berlebihan, memakai aksesoris berlebihan ke sekolah dan memakai make up ke sekolah. Dengan menggunakan Konseling Behavioristikdiharapkan ada perubahan perilaku konsumtif menjadi tidak konsumtif lagi. Dalam penelitian ini penggunaan konseling behavioristik juga dibantu dengan Behavior contract, yaitu kesepakatan yang dibuat dan disetujui antara konseli dan konselor untuk mengubah perilaku tertentu pada konseli. Melalui behavior contract siswa diharapkan memenuhi komitmen-komiten yang ada pada kontrak yang telah dibuat sebelumnya bersama peneliti untuk menampilkan perilaku yang diinginkan. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Tamansiswa Kudus yang memiliki perilaku konsumtif sebanyak 3 orang. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil dari mengumpulkan data oleh peneliti yaitu pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan kunjungan rumah secara mendalam sehingga nantinya mendapatkan data yang akurat terhadap permasalahan yang diteliti yaitu permasalahan tentang perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada ketiga konseli terdiri dari faktor internal dan eksternal. Pada konseli I (FA), faktor internal yang mempengaruhi FA berperilaku konsumtif yaitu kepribadian konseli FA, adanya motivasi, harga diri yang tinggi, dan persepsi. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumtif FA yaitu tingkat pendidikan dan penghasilan atau uang saku yang diperoleh FA relatif banyak. Pada konseli II (DDW), faktor internal yang mempengaruhi perilaku konsumtif yaitu adanya motivasi, harga diri yang tinggi, dan persepsi. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu kelompok sosial, tingkat pendidikan dan keluarga yang mendukung. Pada konseli III (TO), faktor internal yaitu adanya motivasi, harga diri yang tinggi, dan persepsi. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumtif TO yaitu tingkat pendidikan, kelompok sosial dan penghasilan atau uang saku yang diperoleh TO relatif banyak. Setelah dilakukan proses konseling behavioristik teknik behavior contractterhadap masing-masing konseli, terjadi perubahan di mana perilaku maladaptif konseli yaitu perilaku konsumtif menjadi perilaku yang adaptif. Dengan adanya hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa konseling behavioristik teknik behavior contract mampu mengatasi perilaku konsumtif yang dialami oleh konseli FA, DDW, dan TO. Berdasarkan penemuan penelitian di atas, peneliti dapat memberikan saran kepada: 1) Siswa hendaknya mengatur keuangan pribadi dengan belajar menabung dan berperilaku hemat. 2) Orang tua sebaiknya membimbing dan mengarahkan anak-anaknya, terutama dalam hal pengaturan keuangan pribadi anak. 3) Guru BK hendaknya menindaklanjuti yang sudah dilakukan oleh peneliti dan dapat menerapkan konseling behavioristik teknik behavior contractkepada siswa yang berperilaku konsumtif. 4) Penliti sebaiknya dapat menindaklanjuti penelitian ini berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian ini, sehingga kedepannya penerapan konseling behavioristik teknik behavior contract dapat digunakan dalam mengatasi perilaku konsumtif siswa.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbng 1:Dr.Santoso,M.Pd.
Uncontrolled Keywords: Kata kunci:Konseling Behavioristik Teknik Behavior Contract, Perilaku Konsumtif
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 15 Feb 2018 04:09
Last Modified: 15 Feb 2018 04:09
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8096

Actions (login required)

View Item View Item