Mengatasi Kecanduan Menonton Sinetron Melalui Layanan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Operant Conditioning Pada Siswa Kelas X Tkj 3 Smk Numa’arif Kudus Tahun Ajaran 2016/2017

AIMAN , MUHAMMAD NURUL (2017) Mengatasi Kecanduan Menonton Sinetron Melalui Layanan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Operant Conditioning Pada Siswa Kelas X Tkj 3 Smk Numa’arif Kudus Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (halaman judul) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (305kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (331kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (429kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (490kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (276kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (196kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (122kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Menemukan faktor penyebab kecanduan menonton sinetron, 2. Membantu mengatasi masalah kecanduan menonton sinetron pada siswa kelas X TKJ SMK NU MA’ARIF Kudus dengan konseling behavioristik dengan teknik operant conditioning. Kecanduan menonton sinetron adalah perilaku selalu menyaksikan tayangan sinetron yang bersifat berlebihan dan tidak normal, yang ditandai dengan ketidakmampuan individu untuk mengontrol waktu dalam menyaksikan tayangan sinetron, senang untuk bermalas-malasan didepan televisi sehingga mengabaikan tanggung jawab yang penting, dan mengalami gangguan dalam perilaku yang mengikuti perilaku negatif yang ada didalam tayangan sinetron. Konseling behavioristik adalah suatu model yang dapat menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli. Operant conditioning merupakan pengkondisian karakteristik perilaku tertentu terhadap anak, individu atau peserta didik dengan kebutuhan khusus. Konseling behavioristik teknik operant conditioning sangat tepat untuk mengatasi masalah kecanduan menonton sinetron yang dialami siswa, yang merupakan tingkah laku maladaptif (perilaku yang salah sesuai). Karena teknik operant conditioning telah diterapkan dalam berbagai keadaan yang berhubungan dengan perilaku yang salah sesuai. Penelitian studi kasus ini akan dilaksanakan di kelas X TKJ 3 SMK NU MA’ARIF Kudus dengan subyek penelitian tiga siswa (WD, AB, TF) yang mengalami masalah kecanduan menonton sinetron. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi sebagai metobe pokok. Analisis data yang digunakan adalah analisis data penelitian kualitatif diskriptif yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa, setelah diberikan layanan konseling behavioristik teknik operant conditioning sebanyak tiga kali, WD yang awalnya mengalami kecanduan menonton sinetron dengan sikap yang ditunjukan sering menghabiskan waktu hanya untuk menonton sinetron sehingga mengabaikan tanggung jawabnya sebagai siswa, selalu merasa penasaran apabila belum menonton sinetron yang membuat mudah mengalami stres, mudah berimajinasi negatif akibat dari tayangan sinetron yang membuat siswa sulit untuk berkonsentrasi terhadap pelajaran, sering bermalas-malasan didepan televisi dan kemudian gaya bahasa atau gaya hidupnya mengikuti artis yang ada disinetron, sekarang dapat mengkondisikan dirinya untuk tidak kecanduan atau berlebihan menonton sinetron dengan rajin belajar dan melakukan kegiatan positif seperti mulai mengikuti les privat dan memanfaatkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga. AB yang awalnya sering menunjukan perilaku selalu menonton tayangan sinetron dimanapun membuat jarang bersosialisasi dengan lingkungannya, emosi mudah marah saat menonton tayangan sinetron, gaya bahasa menunjukan mengikuti yang ada didalam sinetron, sekarang AB dapat mengkondisikan dirinya dengan baik yaitu AB dapat memanfaatkan waktunya dengan kegiatan positif dengan belajar menekuni membuat blog yang sesuai dengan jurusan sekolah menengah kejuruan di teknik komputer jaringan. Sedangkan TF yang awalnya sering bermalas-malasan hanya untuk menonton sinetron kemudian mengabaikan tugasnya sebagai pelajar dengan sering membolos jam pelajaran, dan sulit untuk berkonsentrasi terhadap pelajaran karena membayangkan cerita dalam sinetron. Menjadi semangat dalam belajar kemudian dapat memanfaatkan waktu secara efektif dengan kegiatan positif seperti membuat kesepakatan waktu untuk kegiatan sehari-hari dengan anggota keluarga, mengaji, sering membaca diperpustakaan sekolah dan belajar membuat desain. Berdasarkan penelitian ini peneliti memberikan saran: 1. Kepala sekolah, perlu menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan menyenangkan yang membuat siswa dapat mengembangkan interaksi sosial dan komunikasi satu sama lain dengan baik. 2. Konselor, harus memperhatikan perkembangan siswa khususnya bagi siswa yang memiliki permasalahan kecanduan menonton sinetron yang memerlukan penanganan segera agar permasalahan yang dialami siswa dapat teratasi dengan baik. 3. Siswa, diharapkan mampu mengatasi masalah yang sedang dialami dengan baik, agar siswa mencapai tugas perkembangan dengan baik serta mampu menigkatkan interaksi sosial disekolah, keluarga dan masyarakat. 4. Peneliti, diharapkan untuk kedepannya bisa melatih kesabaran dan kemampuannya dalam memberikan layanan konseling individu dengan menggunakan berbagai teknik untuk membantu mengatasi permasalahan siswa.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Drs. Sunardi, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kecanduan Menonton Sinetron, Konseling Behavioristik, Teknik Operant Conditioning.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: TIDAK DITENTUKAN
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 15 Feb 2018 04:23
Last Modified: 15 Feb 2018 04:23
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8100

Actions (login required)

View Item View Item