Mengatasi Kecanduan Merokok Melalui Layanan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Desensitisasi Sistematik Pada Siswa Kelas Xii Ipa Ma Tarbiyatul Banin

Asmu’i , Muhammad (2017) Mengatasi Kecanduan Merokok Melalui Layanan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Desensitisasi Sistematik Pada Siswa Kelas Xii Ipa Ma Tarbiyatul Banin. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (670kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (292kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (436kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (356kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (494kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (294kB)
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (204kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (279kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB)
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendiskripsikan faktor-faktor apakah yang menjadi penyebab kecanduan merokok pada siswa kelas XI IPA MA Tarbiyatul Banin Tahun Pelajaran 2016/2017. 2) Mengetahui keefektifan penerapan konseling behavioristik dengan teknik desensitisasi sistematik untuk mengatasi kecanduan merokok pada siswa kelas XI IPA MA Tarbiyatul Banin Tahun Pelajaran 2016/2017. Kecanduan merokok merupakan ketergantungan fisik dan ketergantungan psikologis terhadap zat psikoaktif yang terkandung dalam rokok seperti nikotin yang dihisap dan dihembuskan oleh individu yang melakukan kegiatan merokok sebanyak lima kali atau lebih dalam sehari yang sudah menjadi kebiasaan yang sangat kuat dan merasa terhukum apabila tidak memenuhi hasrat kebiasaannya yaitu merokok. Untuk mengatasi kecanduan merokok peneliti akan melakukan penerapan melalui layanan konseling behavioristik dengan teknik desensitisasi sistematik pada siswa kelas XI IPA MA Tarbiyatul Banin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Studi Kasus Bimbingan dan Konseling dengan metode penelitian kualitatif. Subjek yang teliti sebanyak 3 (tiga) siswa MA Tarbiyatul Banin yaitu MNM, AW dan MAR kelas XI IPA yang memiliki permasalahan kecanduan merokok. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif, agar dapat diperoleh pemahaman tentang kecanduan merokok yang dialami subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kecanduan merokok yang dialami siswa berasal dari faktor internal dan eksternal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kecanduan merokok AW, MNM dan KDC antara lain : pengaruh teman pergaulan, pengaruh lingkungan dan rasa penasaran ingin mencoba yang mengakibatkan AW, MNM dan KDC kecanduan merokok. Hal tersebut membuat AW, MNM dan KDC berperilaku mal adaptif serta sering melanggar tata tertib sekolah, sering membolos karena ingin merokok dan merokok di lingkungan sekolah di kantin ketika istirahat maupun di luar lingkungan sekolah. Setelah dilakukan konseling dengan pendekatan konseling behavioristik teknik desensitisasi sistematik mampu menghilangkan perilaku mal adaptif dengan bersikap adaptif. Itu berarti konseling behavioristik dengan teknik desensitisasi sistematik sangat tepat untuk mengatasi kecanduan merokok yang dialami oleh AW, MNM dan KDC. xi Berdasarkan penelitian di atas, peneliti menyampaikan saran kepada: 1. Bagi siswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara berperilaku yang positif dan selalu mentaati tata tertib sekolah yang telah ditetapkan oleh sekolah. 2. Guru BK memberikan perhatian positif khususnya terhadap anak yang memiliki masalah dalam hal pemberian layanan bimbingan dan konseling terutama pada layanan konseling individu. Penerapan model konseling behavioristik (tingkah laku) sangat cocok dalam menangani masalah kecanduan merokok. 3. Kepala sekolah hendaknya menyelenggarakan pertemuan dengan guru BK untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru BK. Selain itu untuk mengetahui pelayanan-pelayanan apa saja yang telah diberikan guru BK kepada siswa. 4. Bagi peneliti diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik dari ilmu bimbingan dan konseling yang telah didapat selama di bangku perkuliahan khususnya mengenai upaya mengatasi kecanduan merokok dengan menggunakan konseling behavioristik teknik desensitisasi sistematik serta pendekatan dan layanan bimbingan dan konseling yang ada di masyarakat dengan baik serta diharapkan dapat lebih bisa melatih kesabaran dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling untuk menyelesaikan permasalahan siswa.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing (I) Drs. Susilo Rahardjo, MPd., Kons
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Kecanduan Merokok, Konseling Behavioristik, Teknik Desensitisasi Sistematik
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 17 Feb 2018 03:29
Last Modified: 17 Feb 2018 03:29
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8121

Actions (login required)

View Item View Item