Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Latihan Asertif Untukmengatasi Kesulitan Berinteraksi Sosialdi Panti Asuhan Nurul Jannah Kudus 2017

AMIMATUN, AULA (2017) Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Latihan Asertif Untukmengatasi Kesulitan Berinteraksi Sosialdi Panti Asuhan Nurul Jannah Kudus 2017. Tugas Akhir Diploma thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (halaman depan) - Accepted Version
Download (956kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (216kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (315kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (328kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (358kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (220kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (132kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (193kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (631kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Interaksi merupakan hubungan sosial antara beberapa individu yang bersifat alami yang individu-individu itu saling memengaruhi satu sama lain secara serempak. Interaksi sosial sangat diperlukan karena dengan interaksi sosial maka akan terbentuk suatu hubungan sosial yang dinamis. Manusia adalah makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Manusia berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain demi kelangsungan hidupnya, karena pada dasarnya manusia memiliki keterbatasan dan sejak lahir telah dibekali naluri untuk berhubungan dengan orang lain. Manusia mempunyai banyak kebutuhan hidup yang hanya dapat dipenuhi melalui hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya, UntukmengatasiKesulitanBerinteraksisosialpenelitimenerapkanKonselingBehavioristikdenganTeknikLatihan Asertif. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untukmengetahuifaktor-faktorpenyebabkesulitanberinteraksisosial di pantiasuhanNurulJannah Kudus tahun 2017, 2. Untukmendeskripsikanpenerapankonselingbehavioristikdengantekniklatihanasertifuntukmengatasikesulitanberinteraksisosia di pantiasuhanNurulJannah Kudus tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang ditelitiyaituNS, UK dan MKSdariPantiAsuhanNurulJannah Kudus yang mengalamikesulitanberinteraksisosial. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: 1). Wawancara, 2) Observasi, 3). Dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif. Adapun cara menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklarifikasi, mendeskripsikan dan menginterpretasikan masing-masing bagian. Berdasarkan hasil penelitian tentang kesulitan berinteraksi sosial dapat disimpulkan bahwa penyebab dari kesulitan berinteraksi sosial adalah individu yang pendiam, tidak percaya diri, introvert, kurangnya kematangan diri dalam mengendalikan emosi, dan tidak bisa menyesuaikan diri. Untuk membantu individu dalam mengatasi kesulitan berinteraksi sosial diberikan konseling behavioristik dengan teknik latihan asertif. Dengan menggunakan konseling behavioristik teknik latihan asertif ada perubahan tingkah laku pada klien untuk menjadi pribadi yang mampu berinteraksi sosial dengan baik dikehidupan sehari-harinya. Saran: 1) Kepada pengasuh panti asuhan, Pengasuh panti asuhan dapat menggunakan hasil pertemuan dengan peneliti untuk lebih memperhatikan konseli dan mengenali permasalahan-permasalahan anak-anak di panti asuhan secara lebih mendalam. Pengasuh panti asuhan juga dapat memberikan motivasi dan perhatian yang lebih depada konseli dalam mengatasi kesulitan berinteraksi social. 2) Konseli, Konseli diharapkan mampu mengatasi masalah yang sedang dialaminya, agar dapat melaksanakan tugas perkembangannya dengan baik sesuai dengan prosedurnya. 3) Peneliti selanjutnya, Peneliti selanjutnya agar lebih memperdalam mengenai konseling behavioristik, bahwa konseling behavioristik teknik latihan asertif mampu merubah tingkah laku individu

Tipe dokumen: Skripsi (Tugas Akhir Diploma)
Additional Information: Pembimbing 1:Drs.Masturi,MM.
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: KonselingBehavioristik, TeknikLatihanAsertif, danKesulitanBerinteraksisosial
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 19 Feb 2018 02:44
Last Modified: 19 Feb 2018 02:44
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8148

Actions (login required)

View Item View Item