Perbandingan Kepemilikan Harta Waris Bagi Anak Angkat Yang Tidak Mempunyai Akta Pengangkatan

TRIANA, TRIANA (2017) Perbandingan Kepemilikan Harta Waris Bagi Anak Angkat Yang Tidak Mempunyai Akta Pengangkatan. ["eprint_fieldopt_thesis_type_engd" not defined] thesis, UMK.

[img]
Preview
PDF (halaman depan)
HALAMAN_DEPAN.pdf - Accepted Version

Download (380kB) | Preview
[img] PDF (bab 1)
BAB_I.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (248kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2)
BAB_II.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (293kB) | Request a copy
[img] PDF (3)
BAB_III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (236kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4)
BAB_IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (306kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5)
BAB_V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (113kB) | Request a copy
[img]
Preview
PDF (daftar pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (285kB) | Preview
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstract

Skripsi yang berjudul “PERBANDINGAN KEPEMILIKAN HARTA WARIS BAGI ANAK ANGKAT YANG TIDAK MEMPUNYAI AKTA PENGANGKATAN” ini secara umum bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah seharusnya yang dilakukan apabila ingin mengangkat seorang anak menjadi anak angkat dan untuk mengetahui perbandingan kepemilikan harta waris bagi anak angkat yang tidak mempunyai akta pengangkatan menurut Hukum Perdata Barat (BW), Hukum Adat dan Hukum Islam. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Dalam hal teknik pengumpulan data, penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Setelah data diperoleh, maka disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisa secara kualitatif, sehingga diperoleh kejelasan mengenai permasalahan yang dibahas dan selanjutnya disusun sebagai skripsi yang bersifat ilmiah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa yang seharusnya dilakukan apabila ingin mengangkat seorang anak menjadi anak angkat ialah harus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, sehingga anak angkat mempunyai dasar hukum yang kuat apabila ada permasalahan hukum yang timbul mengenai statusnya sebagai anak angkat. Anak angkat yang tidak mempunyai akta pengangkatan menurut Hukum Perdata Barat (BW) dan Hukum Adat bisa mendapatkan harta warisan akan tetapi bila timbul permasalahan hukum antara anak angkat dengan ahli warisnya yang sah maka anak angkat tidak akan mendapatkan warisan karena tidak mempunyai dasar hukum yang kuat. Anak angkat yang mempunyai akta pengangkatan maupun tidak mempunyai akta pengangkatan menurut Hukum Islam bisa mendapatkan harta warisan yaitu dengan menggunakan wasiat wajibah.

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_engd" not defined])
Additional Information: pembimbing 1:SUCININGTYAS,SH.M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Kepemilikan Harta Waris, Anak Angkat, Akta Pengangkatan.
Subjects: Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Date Deposited: 20 Feb 2018 08:17
Last Modified: 20 Feb 2018 08:17
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8213

Actions (login required)

View Item View Item