PENGARUH KERAPATAN GULMA TEKI TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogaea L.)

SETIYANI, ENGGAL FAJAR (2017) PENGARUH KERAPATAN GULMA TEKI TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogaea L.). Skripsi Sarjana thesis, umk.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal Depan) - Accepted Version
Download (752kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (202kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (212kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (214kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (125kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (203kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (650kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pengaruh Kerapatan Gulma Teki terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L.) Penelitian ini dilaksanakan di desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak dengan ketinggian tempat± 16 dpl, tanah Ultisol pH 6-7dan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 November 2016 – 13Februari2017. Penelitian lapang menggunakan rancangan acak kelompok lengkap yang terdiri atas 1 faktor yaitu : Faktor pertama, kerapatan gulma teki terdiri atas T0 : Tanpa perlakuan gulma teki, T1 :2 gulma/polybag (25 rumpun gulmateki/m2), T2 : 4 gulma/polybag (50 rumpun gulmateki/m2), T3 :6 gulma/polybag (75 rumpun gulmateki/m2). Sehingga dari satu faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi dengan 3 kali ulangan dan ditambah 6 kali untuk tanaman korban tiap perlakuan. Pemberian perlakuan kerapatan gulma teki berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pada berbagai umur pengamatan mulai dari umur 15, 30, 45, 60, 75dan 90 HST. Pada tinggi tanaman menunjukkan beda nyata pada berbagai umur pengamatan, dan hasil tertinggi pada umur pengamatan 90 HST pada T0 yaitu 60,55 cm dan terendah pada T3 sebesar 42,95 cm. Pengamatan bobot segar menunjukkan beda nyata pada umur pengamatan 45,60, 75 dan 90 HST, sedangkan pada bobot kering tanaman menunjukkan beda nyata pada umur pengamatan 15, 30, 40, dan 60 HST. Pada bobot segar gulma, bobot kering gulma, bobot segar umbi, dan bobot kering umbi gulma juga menunjukkan beda nyata semua pada berbagai umur pengamatan. Sedangkan pada bobot segar akar tanaman tidak menunjukkan beda nyata pada umur pengamatan 30, 45 da 60 HST dan bobot kering akar tanaman juga tidak menunjukkan beda nyata pada umur pengamatan 30, 45, 60 dan 75 HST. Pada bobot segar akar gulma tidak menunjukkan beda nyata pada umur 75 HST dan bobot kering menunjukkan beda nyata semua pada berbagai umur pengamatan. Sedangkan pada bobot segar polong hasil tertinggi pada perlakuan T0 sebesar 16,93 g dan terndah pada T3 yaitu 10,11 g. Bobot kering polong hasil tertinggi pada T0 yaitu 8,18 g dan terendah T3 sebesar 5,01. Untuk jumlah polong hasil tertinggi ditunjukkan pada perlakuan T0 sebesar 20,00 g dan terendah pada perlakuan T3 yaitu 9,33 g. Sedangkan pada jumlah anakan gulma tertinggi pada perlakuan T3 sebesar 11,33 dan terendah T1 yaitu 10,17.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Ir.HADI SUPRIYO,MS
Subjects: Ilmu-ilmu Sosial > Industri. Pemanfaatan lahan. Perburuhan > Industri dan perdagangan khusus > Industri pertanian
Ilmu-ilmu Sosial > Industri. Pemanfaatan lahan. Perburuhan > Agrikultura. Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi (S1)
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 19 Apr 2018 09:24
Last Modified: 19 Apr 2018 09:24
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8528

Actions (login required)

View Item View Item