PENGARUHINOKULAN RHIZOBIUMDAN PEMBERIAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PENINGKATAN BINTIL AKAR TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril)

DEWI, SINTA (2017) PENGARUHINOKULAN RHIZOBIUMDAN PEMBERIAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PENINGKATAN BINTIL AKAR TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril). Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (hal depan) - Accepted Version
Download (563kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (210kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (357kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (286kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (711kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (129kB) | Request a copy
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (401kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Inokulan Rhizobium dan Pemberian Kapur Terhadap Peningkatan Bintil Akar Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus dengan ketinggian tempat 17 m dpl dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2016. Penelitian lapang menggunakan rancangan acak kelompok lengkap yang terdiri atas 2 faktor yaitu : Faktor pertama, inokulan Rhizobium terdiri atas kontral (B0), 5 g/kg benih (B1), 7,5 g/kg benih (B2), dan 10 g/kg benih (B3). Faktor kedua pemberian Kapur terdiri dari tiga aras yaitu : kontrol (K0), 11,25g/polybag (K1), dan 22,5 g/polybag (K2). Sehingga dari kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi dengan 3 kali ulangan dan ditambah 6 kali untuk tanaman korban tiap perlakuan. Inokulan Rhizobium tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang kedelai pada berbagai umur pengamatan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar dan kadar keasaman (pH) tanah . Namun, berbeda nyata pada p kadar klorofil umur 8 MST menunjukkan hasil tertinggi yakni ditunjukkan pada parameter kadar klorofil umur 8 MST hasil tertinggi pada (B2) sebesar 39,50 dan terndah pada (B3) yaitu 34,72. Inokulan Rhizobium juga mempengaruhi jumlah bintil akar umur 4MST tertinggi pada (B2) yaitu 16,89 dan terndah pada (B0) sebesar 2,22. Berpengaruh nyata pada parameter berat basah dan berat kering bintil akar pada umur 3,4,5 dan 6 MST. Pemberian Kapur tidak menunjukkan beda nyata pada berbagai parameter pengamatan mulai dari, tinggi tanaman, berat basah tanaman, beratbasah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, jumlah bintil akar, berat basah dan kering kering bintil akar, namun berbeda nyata pada kadar klorofil umur 6 MST hasil tertinggi pada perlakuan interval (K0) yaitu 36,67 dan terndah pada (K1) sebesar 33,75. Juga berpengaruh nyata pada parameter kadar keasaman mulai dari pengamatan umur 3,4,5 dan 6 MST. Umur 6 MST hasil tertinggi pada interval (K2) yaitu 6,92 dan terndah ada interval (K0) sebesar 6,62. Tidak terdapat interaksi antara dosis inokulan Rhizobium dan pemberian kapur terhadap pertumbuhan dan peningkatan bintil akar, kecuali pada parameter kadar keasaman umur 6 MST.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Ir.HADI SUPRIYO,MS
Subjects: Ilmu-ilmu Sosial > Industri. Pemanfaatan lahan. Perburuhan > Industri dan perdagangan khusus > Industri pertanian
Ilmu-ilmu Sosial > Industri. Pemanfaatan lahan. Perburuhan > Agrikultura. Pertanian
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi (S1)
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 19 Apr 2018 10:43
Last Modified: 19 Apr 2018 10:43
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8538

Actions (login required)

View Item View Item