PENGARUH PEMBERIAN FMA (FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR) DAN DOSIS PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) VARIETAS VIMA 1

NURAINI, SISKA DUWI (2018) PENGARUH PEMBERIAN FMA (FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR) DAN DOSIS PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) VARIETAS VIMA 1. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (hal. judul) - Accepted Version
Download (414kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (184kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (194kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (195kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (281kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (101kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (107kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (640kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian FMA (Fungi Mikoriza Arbuskular) dan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Phaseolus Radiatus L.) varietas vima 1, penelitian ini dilaksanakan di Ds.Geneng, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, sejak tanggal 12 November 2017sampai dengan 12 Januari 2018. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor sebagai perlakuan dengan tiga kali ulangan, dimana setiap satuan percobaan terdiri dari 5 polybag. Faktor pertama yaitu pemberian FMA terdiri atas 4 taraf : 0 g/lubang sebagai kontrol (M0), 6,5 g/polybag (M1), 7,5 g/polybag (M2), 8,5 g/polybag(M3). Adapun faktor kedua yaitu dosis SP-36 terdiri 3 taraf yakni : 0 kg/ha sebagai kontrol (P0), 100 kg/ha setara dengan 0,43 g/polybag (P1), 150 kg/ha setara dengan 0,65 g/polybag. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa perlakuan pemberian FMA (M) berpengaruh terhadap hasil kacang hijau (Phaseolus radiates L.). Hal ini dilihat dari sidik ragam bobot brangkasan segar, bobot brangkasan kering, bobot biji segar , bobot biji kering, panjang akar, bobot akar segar, bobot akar kering, dan jumlah biji perpolong, tetapi tidak berpengaruh pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong setiap kali panen, jumlah polong total per tanaman dan bobot 100 biji. Perlakuan dosis pupuk SP-36 (P) tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Phaseolus radiates L.) Terdapat interaksi antara perlakuan pemberian FMA dan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Phaseolus radiates L.) pada brangkasan segar, bobot akar segar dan bobot biji segar.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: RM. Hendy Hendro HS, M.Si
Subjects: Ilmu-ilmu Sosial > Industri. Pemanfaatan lahan. Perburuhan > Agrikultura. Pertanian
Pertanian > Pertanian (umum)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi (S1)
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 24 Apr 2018 11:15
Last Modified: 24 Apr 2018 11:15
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8620

Actions (login required)

View Item View Item