PENERAPAN KONSELING CLIENT CENTERED UNTUK MENGATASI SIKAP INTORVERT PADA SISWA KELAS XI IPS MA NU AL HIDAYAH KUDUS

NUR JANNAH, SITI (2018) PENERAPAN KONSELING CLIENT CENTERED UNTUK MENGATASI SIKAP INTORVERT PADA SISWA KELAS XI IPS MA NU AL HIDAYAH KUDUS. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (hal. judul) - Accepted Version
Download (565kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (220kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (355kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (261kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (366kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (229kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (210kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (132kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (748kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan dari penelitian: 1. Mendeskripsikan penerepan pendekatan Client Centered dalam mengatasi kepribadian introvert pada siswa kelas XI IPS MA Al Hidayah Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. 2. Mendeskripsikan kepribadian introvert pada konseli siswa kelas XI IPS MA Al Hidayah Kudus setelah diberikan konseling dengan pendekatan Client Centered. Pendekatan client centered adalah pendekatan yang berpusat pada diri klien, yang mana seorang konselor hanya memberikan konseling serta mengawasi klien pada saat mendapatkan pemberian konseling tersebut agar klien dapat berkembang atau keluar dari masalah yang dihadapinya. Introvert merupakan tipe kepribadian individu yang mempunyai kecenderungan menutup diri dari dunia luar. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian kualitatif studi kasus. Penelitian dilakukan di MA NU Al Hidayah Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017, dengan dua subjek penelitian (ABS, DAS). Metode pengumpulan data yang digunakan: 1. Wawancara, 2. Observasi, 3. Dokumentasi dan 4. Home Visit. Analisis data yang digunakan adalah: analisis sistem Bacon. Hasil penelitian: 1. Konseli I (ABS) faktor yang menyebabkan memiliki kepribadian intovert: 1. Tidak percaya diri. ABS yang berusia 16 tahun dan saat ini tengah duduk di kelas XI IPS MA NU Al Hidayah Kudus merasa kurang percaya diri dengan bentuk kaki yang dimiliki membuat ABS menjadi pibadi yang tidak percaya diri dalam pergaulan, sehingga membuat konseli sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari siswa-siswi lain. Konseli memang terlahir dengan keadaan yang tidak sempurna karena cacat fisik pada salah satu kakinya atau yang biasa disebut sebagai (Clubfoot) atau kaki pengkor. 2. Perlakuan diskriminasi. Karena bentuk fisik yang dimiliki oleh konseli yang berbeda, konseli mendapatkan perlakuan diskrinasi dari siswa-siswi lain. 2. Konseli II (DAS) faktor yang menyebabkan konseli memiliki kepribadian introvert: 1. Rendahnya kemampuan interaksi konseli. Konseli sering berpindah tempat tinggal sejak usia sekolah dasar membuat kemampuan interaksi DAS kurang. Di sekolah, konseli banyak diperhatikan oleh siswa-siswi di sekolah karena secara fisik DAS merupakan siswa yang berpenampilan menarik. Tetapi kurang interaksi sosial, konseli lebih banyak memilih menyendiri dan tidak terlihat aktif dalam hubungan pertemanan yang sering terjalin pada anak usia sekolah atau remaja awal. 2. Perceraian kedua orang tua konseli. Perceraian yang ditimbulkan karena keuangan keluarga yang memburuk membuat konseli harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya semakin membuat konseli tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Setelah pelaksanaan tiga kali konseling client centered terhadap kedua konseli diperoleh keterangan bahwa, konseli I (ABS) telah mampu menerima kekurangan dirinya yang memiliki keterbatasan pada kakinya. ABS telah percaya diri dan mampu bersosialisasi dengan baik. Konseli II (DAS) telah menyadari bahwa kehidupan yang ia alami harus tetap berjalan, dan DAS juga telah memahami bahwa makna kehidupan adalah terus bekerja dan bahagia atas apa yang dimilikinya sekarang. Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti dapat memberikan saran: 1. Kepala sekolah: Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual sangat membantu siswa dalam memberikan mengatasi perilaku introvert siswa. Sehingga diharapkan kepala sekolah dapat mendukung adanya layanan konseling indivual ini dengan memfasilitasi guru pembimbing dalam memberikan layanan konseling individual. 2. Guru bimbingan dan konseling: Diharapkan guru bimbingan dan konseling dapat menjadikan hasil penelitian sebagai acuan dalam memberikan pelayanan konseling individual dengan konseling client centered. 3. Siswa: Diharapkan siswa dapat bergaul dengan baik dan semakin meningkatkan hubungan interpersonal. 4. Penelitian selanjutnya: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang sejenis dengan menggunakan layanan konseling yang lebih varatif, sehingga didapatkan komparasi yang berbeda dengan penelitian ini.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd., Kons
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Konseling Client Centered, Sikap Introvert
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 02 May 2018 09:46
Last Modified: 02 May 2018 09:46
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8692

Actions (login required)

View Item View Item