Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Mikro Organisme Lokal (MOL) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculantum Mill)

Mariyono, - (2012) Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Mikro Organisme Lokal (MOL) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculantum Mill). Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (205kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (87kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (265kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (60kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (397kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (26kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (34kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (923kB) | Request a copy

Abstrak

Penelitian dengan judul “Pengaruh konsentrasi dan frekuenasi pemberian mikro organisme lokal (MOL) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculantum Mill) dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi mikro organisme lokal (MOL) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculantum Mill). Dilaksanakan di desa Gondang manis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus dengan ketinggian ± 17 meter di atas permukaan laut, jenis tanah latosol dengan pH 6,5 – 7. Penelitian dimulai pada bulan 12 Agustus sampai dengan tanggal 12 Oktober 2010. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 2 faktor, yaitu :1. Konsentrasi dengan 3 level, yaitu: 10 ml/liter (D1), 15 ml/liter (D2), 20 ml/liter (D3) dan 2. Frekuenasi terdapat 3 level, yaitu: setiap 5 hari atau (F1), setiap 10 hari (F2), dan setiap 15 hari (F3) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, ditambah perlakuan kontrol (D0F0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan frekuensi pemberian mikro organisme lokal (MOL) tidak menunjukkan adanya interaksi. Perlakuan konsentrasi mikro organisme lokal (MOL) tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, brangkasan segar, brangkasan kering pada tanaman tomat . Perlakuan konsentrasi mikro organisme lokal (MOL) tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, brangkasan segar, brangkasan kering pada tanaman tomat. Tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pemberian mikro organisme lokal (MOL) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Hasil tertinggi dicapai pada kombinasi perlakuan (D1F3) sebesar 283,33 g setara dengan 0,1 ton/ha. Dan hasil terendah pada kombinasi perlakuan (D2F3) sebesar 241,67 g setara dengan 0,08 ton/ha.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 = Drs. RM. Hendy Hendro HS, M.Si
Subjects: Pertanian > Pertanian (umum) > Meliorasi: perbaikan, reklamasi, penyuburan, irigasi / pengairan, dll > Pertanian organik. Kultur organik
Pertanian > Pertanian (umum)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi (S1)
Depositing User: Users 2136 tidak ditemukan.
Tanggal Deposit: 12 Sep 2013 03:58
Last Modified: 12 Sep 2013 04:41
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/979

Actions (login required)

View Item View Item